Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Pesta Perayaan Kehamilan Violet II




Menyapa para tamu undangan. Kini Zayn Keenan menyampaikan ucapan terimakasihnya di pesta malam itu dengan menyampaikan sepatah dua patah kata. Ia meminta doa agar istri dan calon anaknya di beri kesehatan dan keselamatan.


Melihat ayahnya kini sedang berbicara dengan rekan bisnisnya di One Zayn Group Amerika. Racel lantas mendekat lalu ia peluk tangan kekar Zayn Keenan hingga membuatnya menoleh.


“Ada apa Racel Zayn?” Tanya Zayn Keenan.


“Berdansalah dengan ku ayah.” Pintanya.


“Tentu saja putri ku.” Sahut Zayn lalu ia memutar tubuh dan mengulurkan tangan kanannya pada Racel yang seketika itu juga langsung menerimanya.


Ayah dan putrinya kini telah berdansa di tengah keramaian. Maka Axel Zayn lantas menoleh dan tersenyum ketika dalam diam ia memperhatikan Violet yang saat ini tersenyum melihat suaminya berdansa, ia pandang tiap inchi dari wajahnya dan senyum manisnya. Sungguh! Axel sangat mengagumi sosok Violet Grizelle.


Menoleh. Violet pun tersenyum lebar padanya hingga membuatnya tertunduk.


“Kakak?” Panggil Violet ketika kini senyumannya memudar saat ia melihat kesedihan di wajah Axel Zayn.


Axel kembali mengangkat pandangan. Dalam diam saling memandang itu ia lantas meraih telapak tangan kanan adiknya lalu membawanya ke tengah-tengah keramaian. Kini Axel terhenti dan ia melepaskan genggaman tangannya, menoleh untuk menatap mata adiknya.


“Sedikit bergerak akan menyehatkan kamu dan bayi yang ada di dalam rahim mu.” Ucap Axel lalu ia menekuk lutut seraya ia mengulurkan tangan kanannya pada Violet. “Berdansalah dengan ku sayang.” Pintanya.


Melihat sepasang bola mata merah dan berkaca Axel Zayn, mendengar getar suaranya dan melihat keanehan di dalam dirinya.


“Entah apa yang membuat mu bersedih malam ini kak Axel? Aku…”


“Mari kita berdansa kakak.” Sahut Violet lalu ia berikan tangan kanannya pada Axel Zayn hingga membuatnya tersenyum lalu mencium punggung telapak tangannya.


Dalam diam saling memandang penuh ke anehan itu Axel lantas bangkit lalu ia mulai mengendalikan tubuh Violet agar bergerak mengikuti gerak tubuhnya.


“Aku merasa dunia begitu kejam dan tidak adil pada ku.” Batin Axel.


“Tatapan mata mu begitu dalam. Andai kamu percaya pada ku, sungguh aku ingin mendengarkan semua isi di dalam hati mu kakak.” Batin Violet.


“Aku adalah putra yang tidak di inginkan ayah ku sendiri, aku terbuang dan harus menderita merasakan sakit ketika aku pun harus menyadari jika wanita yang sangat aku cintai adalah adik kandung ku sendiri.” Batin Axel.


“Axel Zayn. Apa pun yang terjadi, apa pun yang kamu pikirkan saat ini. Aku Violet Grizelle adik mu, selalu mengharapkan kebahagiaan dapat menyertai kehidupan mu.” Batin Violet.


Memutar tubuh Violet. Axel Zayn lantas menariknya hingga mendekat dan melekat menjadi satu dengan tubuhnya. Menatapnya penuh cinta dan kasih sayang yang tidak dapat ia ungkapkan lagi.


“Aku sangat ingin mengatakannya pada mu lagi. Seperti dulu aku sering mengatakannya pada mu, jika aku… Aku Axel Zayn sangat mencintai mu Violet Grizelle.” Batin Axel.


“Aku sangat menyayangi mu adik ku sayang.” Ucap Axel lalu ia memutar tubuh Violet lagi hingga membuatnya kini masuk ke dalam dekapan tubuh Zayn Keenan.


“Tuan Zayn…”


Saling menatap sangat dalam. Zayn Keenan pun tersenyum seraya ia mengucap. “Berdansalah dengan ku istri ku.”


“Mari kita berdansa tuan Zayn.” Sahut Violet.


Melihat wanita itu kini berdansa dengan Zayn Keenan seperti yang di inginkannya. Axel Zayn lantas memutar tubuh untuk meninggalkan tempat itu dan lebih memilih untuk menghabiskan sisa malamnya bersama wine.


Menenggak wine berulang kali dengan sepasang bola mata yang tidak mampu ia alihkan pada objek lain selain Violet. Axel Zayn lantas tertunduk lalu tertawa kecil dan seketika itu pula ia terdiam dengan wajahnya yang datar lalu menenggak wine nya lagi.


Melihat pemandangan itu Racel pun terdiam. Gadis itu lantas melempar pandangan pada objek yang sama dengan apa yang saat ini kakaknya lihat dan ia menemukan Violet sedang berdansa dengan Zayn Keenan yang tidak lain adalah ayahnya.


Menyudahi dansa agar istrinya tidak kelelahan. Pesta malam itu pun masih terus berlanjut hingga kini Racel Zayn datang menghampiri Violet.


“Di mana ayah?” Tanya Racel.


Mendengar pertanyaan itu Violet pun menoleh lalu ia pandang gadis cantik dengan segelas air berwarna merah di genggaman tangannya. Sungguh sangat anggun dan menawan hati seorang Racel Zayn. Ia sangat percaya diri dan tegap meski sedikit angkuh. Tapi, melihat gadis itu datang untuk bertanya padanya. Violet pun tersenyum.


“Baru saja tuan Jeon pergi bersamanya untuk menemui seseorang yang sepertinya cukup penting.” Sahut Violet.


“Oh.” Sahut Racel.


“Malam ini kamu sangat cantik Racel Zayn.”


Mendengarnya Racel pun melemparkan pandangan seraya ia tersenyum meledek lalu ia pandang kembali sosok ibu tirinya.


“Bukankah kau lebih cantik dari ku? Mamah.” Sahut Racel lalu tersenyun miring.


Melihat Racel bicara dengan Violet. Axel Zayn lantas meletakkan gelas kosongnya di atas meja seraya ia terus memperhatikannya. Ya, Axel tahu jika sampai saat ini ke dua adiknya itu tidaklah memiliki hubungan yang baik.


“Kau mau tahu sesuatu mamah?” Tanya Racel.


Hanya diam Violet tidak ingin mendengar apa pun darinya. Maka Violet lantas mengalihkan pandangan untuk bergegas meninggalkannya.


“Joe Nathan sudah menikah.” Ucap Racel hingga membuat Violet terhenti. Berdiri dalam diam membelakangi dirinya.


Melangkah anggun dengan segelas wine di genggaman tangan. Racel lantas tersenyum miring seraya ia terhenti tepat di belakang Violet, di sisinya.


“Nama istrinya adalah Sellya Nara dan dia sangat cantik.” Bisik Racel lalu gadis itu menenggak wine nya. Tersenyum lucu memandang ibu tiri yang membisu.


Memutar-mutar sisa wine di dalam gelas. Racel lantas kembali melangkahkan kakinya lalu ia berhenti tepat di hadapannya. Meraih dagu Violet untuk membuatnya mendongak dan menatap matanya.


“Joe Nathan telah sukses dan bukan kamu wanita yang berdiri di belakangnya.” Ucap Racel lalu ia kembali tersenyum.


Menepis tangan Racel dari dagunya. Violet lantas mendekat hingga kini jarak tubuhnya dengan Racel hanya tersisa beberapa cm saja.


Tersenyum miring menatap mata Racel dengan tatapan dingin seorang Violet Grizelle. maka Violet pun mendekatkan mulutnya ke telinga Racel untuk berbisik. “Aku sudah memiliki ayah mu. Lantas? menurut mu itu penting untuk aku mengetahuinya? Cih!”


Mendengarnya. Racel pun menggertakkan giginya ketika Violet dengan berani berlalu begitu saja setelah menabrak lengannya.


“Tidak perlu menyembunyikan luka mu yang hampir membusuk itu.” Ucap Racel lalu tersenyum, memutar tubuh lalu menenggak sisa wine nya sampai habis. Ia bahkan memperlihatkan tetes terakhir wine dari dalam gelas itu pada Violet yang saat ini menatapnya.


Racel letakkan gelas kosong bekas pakainya di atas meja lalu ia mendekati Violet lagi. Terhenti di dekatnya lalu menepuk pundaknya seraya ia kembali berbisik di telinganya. “Kau tahu mamah ku sayang? Kakak kita. Axel Zayn telah menabrak Joe Nathan.”


Mendengarnya Violet pun menggertakkan gigi. ia lantas memutar tubuh seraya tangan kanannya meraih wine dan menyiramkannya ke wajah Racel.


“Aaahh!!” Teriak Racel ketika kini dirinya telah kotor dan riasannya berantakan. Gadis itu lantas mengangkat pandangan dan mendekati Violet dengan langkah cepat. “Wanita miskin sialan!” Ucap Racel seraya ke dua tangannya mendorong tubuh Violet hingga membuatnya terhempas dan berakhir di pelukan Axel Zayn.


“Kakak! Dia sangat memukkan!” Ucap Racel.


“Violet tidak akan melakukan apa pun pada mu jika kamu tidak memulainya.” Sahut Axel.


Dalam kebisuan Violet hanya menundukkan kepala di sisi kakaknya. Axel pun memutar tubuh wanita itu untuk memastika jika ia baik-baik saja.


“Apa ada yang sakit?” Tanya Axel dengan ke dua tangannya yang saat ini berada di ke dua pundak Violet.


Hanya diam Violet tidak ingin memandang apa lagi menjawab pertanyaanya. Ia lantas menghempaskan ke dua tangan Axel seraya kini menabrak lengan pria itu untuk pergi meninggalkannya.


“Sayang…” Panggil Axel seraya ia memutar tubuh untuk melihat kepergian adiknya. Adik yang bahkan tidak menoleh atau pun menghentikan langkah kakinya.


Tidak tahu apa yang harus di lakukan saat ini. Axel pun membasuh wajah dengan menggunakan sepasang telapak tangannya sangat kasar lalu pergi meninggalkan keramaian.


Terjatuh air mata dari ke dua sudut mata Violet yang tertunduk. Wanita itu lantas menghentikan Langkah kakinya ketika kini seorang pria telah menutup jalannya.


Perlahan, Violet mengangkat pandangan dan membisu ketika seorang pria itu adalah Zayn Keenan.


“Kenapa anda pergi lama sekali tuan Zayn?” Tanya Violet seraya air matanya terjatuh lagi membasahi ke dua pipinya.


Dalam diam dengan tatapan datar dan dingin seoarang Zayn Keenan menatap istrinya. Pria itu lantas mendekat untuk meraihnya, menenggelamkan dia ke dalam dekapan tubuh kokohnya.


“Hanya di tinggal sebentar kamu bahkan menangis sayang?” Ucap Zayn.


“Anda sudah berjanji untuk selalu ada di sisi ku.” Sahut Violet.


“Maaf…” Ucap Zayn lalu ia cium puncak kepala Violet.


Saling menarik diri. Zayn Keenan lantas meraih pinggang istrinya seraya ia membawanya pergi. “Selena dan Mario ingin bertemu untuk memberikan doa nya pada mu.” Ucap Zayn.


“Iya.” Sahut Violet.


Malam itu Violet tidak kembali ke kamar ketika ia bertemu Zayn Keenan. Kini mereka berkumpul dengan segelas air berwarna di genggaman tangan masing-masing.


Meraih segelas jus kiwi kesukaan Violet. Dengan senyum menawan Zayn Keenan memberikan jus itu pada istrinya. “Untuk mu sayang.” Ucapnya.


“Terimakasih tuan Zayn.” Sahut Violet.


Memberi doa, mengobrol bersama. Meski pesta malam itu sangat ramai dan menyenangkan. Nyatanya Violet hanya diam ketika ucapan Racel terus menerus berulang bagaikan kaset rekaman di dalam pikirannya. Membuatnya pusing dan mual dengan perasaan aneh yang saat ini ia rasakan.


“Kakak kita. Axel Zayn telah menabrak Joe Nathan.”


Di kuasai gelisah dan cemas. Violet lantas mengalihkan pandangan ke sisi lain. Tapi, ia terdiam dengan sepasang bola mata yang tidak mampu ia alihkan dari objek lain selain siluet seorang pria yang saat ini sedang berdiri menatapnya dari balkon rumah yang telah kosong beberapa waktu terakhir.


“Siapa dia? Apa mungkin dia sungguh Leon Park? Aku tidak dapat melihat wajahnya.” Batin Violet.


Sadar betul jika saat ini Violet telah memikirkan sesuatu tentangnya. Axel Zayn lantas bangkit dari sofa ketika ia telah menghabiskan satu batang rokoknya di sana. Di dalam kamarnya di kediaman Zayn Keenan.


Sraaakkk!!


Membuka tirai jendela di dekat pintu menuju balkon. Axel Zayn lantas meraih gagang pintu untuk ia hendek keluar. Namun, ia terhenti. sadar jika saat ini seseorang berada di balkon rumahnya menatap ke arah pesta perayaan kehamilan Violet di laksanakan.


Axel Zayn melempar pandangan ke arah pesta dan ia melihat Violet sedang menatap ke arah sosok yang saat ini di lihatnya.


“Siapa dia? Violet menatapnya. Mungkinkah Violet mengenalnya?” Batin Axel.


Tapi, sosok itu tidak dapat Violet lihat. Axel pun sama. Ia tidak bisa melihat sosok itu sepenuhnya karena tidak ada cahaya yang menerangi balkonnya.


Berusaha memperjelas pandangan akan sosok yang sejak tadi menatapnya dari balkon lantai dua rumahnya. Violet pun mulai mengalihkan pandangan ketika Zayn Keenan menggenggam telapak tangannya lalu menciumnya.


Hanya diam Violet menatapnya. Suami tampan yang sangat kaya raya itu kini tersenyum menawan padanya. ia bahkan, sangat mencintainya.


Craanngg!!


“Sayang!!” Teriak Zayn Keenan ketika ia melihat istrinya menjatuhkan gelas dari genggaman tangan lalu ambruk.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......