Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
"Menetaplah di sisi ku dan manfaatkan waktu mu"




14 Minggu juga, Joe Nathan telah berhasil melewati hari demi harinya di bawah langit Seoul. Seperti katanya pada Violet saat di restoran bintang lima tempat terakhir kali mereka bertemu.


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi tanpa berpamitan pada ku lagi. Setidaknya, dengan melihat mu saat ini, aku akan baik-baik saja nantinya."


Ya, kini Joe Nathan mampu melewati setiap detik waktunya dengan perasaan tenang. Ia tidak lagi merasakan gelisah yang berlebihan seperti saat pertama kali Violet pergi meninggalkannya.


Joe Nathan kembali semangat dalam meraih kesuksesan. Penghargaan atas prestasinya menciptakan lapangan pekerjaan hingga predikat hotel dan apartment dengan pelayanan terbaik miliknya telah ia raih. Segalanya dapat berjalan seimbang dan lebih terkendali.


Deeerrrtt...


Ponsel yang tergeletak di atas meja di dekatnya bergetar. Joe Nathan yang saat ini sedang duduk di kursi kerja menatap layar laptop lantas menoleh. Pria itu tersenyum seraya meraihnya. "Axel Zayn." Gumam Joe Nathan lalu memeriksa isi pesan darinya.


Chatting On


"Aku sedang berada di LA." Axel Zayn.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, buat aku senang." Joe Nathan.


"Tentu saja, kau akan tersenyum melihat ini." Axel Zayn.




Axel kirimkan foto-foto itu hingga membuat Joe Nathan sejenak terdiam memandangnya satu per satu. Joe Nathan lantas tersenyum seraya memberinya pesan balasan.


"Adik mu sangat cantik di pandang dari sisi mana pun. Aku senang Violet dan bayinya sehat dan selamat." Joe Nathan.


"Aku bisa membantu mu. Tentu selagi aku memberi mu penawaran sebaik ini." Axel Zayn.


"Aku akan sedikit merepotkan mu." Joe Nathan.


"Tidak masalah." Axel Zayn.


"Aku akan mengirim hadiah untuknya, kau tahu apa yang harus kau lakukan." Joe Nathan.


"Semua aman di tangan ku. Tidak perlu khawatir, hadiah dari mu akan sampai di tangan Violet dalam keadaan baik." Axel Zayn.


"Siapa nama bayinya?" Joe Nathan.


"Arxel Zayn." Axel Zayn.


"Jika begitu aku tidak akan membuang waktu." Joe Nathan.


Chatting Off


Saat itu juga Joe Nathan segera bergegas meninggalkan King menuju sebuah pusat perbelanjaan terbesar kota Seoul. Ia beli segala kebutuhan Violet dan bayi nya dari yang penting sampai kepada yang tidak penting sekalipun. Ia lantas mengirimnya kepada Axel Zayn dengan menggunakan pesawat.


Seperti biasanya, Joe Nathan akan kembali ke rumah saat malam semakin larut. Karena di saat itu lah dia bisa menghindari Sellya.


Joe parkirkan mobilnya di garasi lalu menuju pintu utama kediaman mewahnya. Klakk... Pria itu membuka pintu dan seperti biasa, hampir seluruh lampu ruangan telah di matikan oleh para pelayan.


Tak!


Langkah kaki Joe Nathan terhenti ketika lampu di ruang utama tiba-tiba menyala. Ia monoleh lalu memutar tubuhnya saat seseorang memanggil namanya.


"Joe Nathan."


Dia adalah Sellya, berdiri di dekat dinding memandangnya lalu mendekat sambil mengucap. "Kamu pergi saat langit masih gelap, lalu kembali saat langit semakin gelap."


"Aku sibuk." Sahut Joe.


"Kamu bisa meluangkan sedikit waktu untuk ku." Ucap Selly.


"Sellya, aku baru pulang dan butuh istirahat." Sahut Joe Nathan lalu pergi.


Sellya membuntuti Joe Nathan sampai ke dalam kamarnya. Wanita itu lantas terhenti dan hanya bisa memandangi suami yang sedang melepaskan tuxedo hingga kemejanya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Suara gemericik air mulai terdengar, membuat Sellya lantas memutar tubuh lalu duduk di sofa. Entah apa yang sesungguhnya ia tunggu? Joe Nathan tidak memintanya untuk itu.


Selesai membersihkan diri. Joe kenakan jubah handuknya lalu keluar sambil mengeringkan rambut dengan menggunakan handuk kecil. Sejenak ia terhenti ketika melihat Sellya duduk di sofa di dalam kamarnya.


"Aku ingin bersama mu sebelum kamu tidur." Sahutnya.


Mendengar itu Joe lantas melempar handuk kecil bekas pakaianya ke dalam keranjang pakaian lalu membuka lemari. Ia raih satu stel pakaian tidur dan mulai mengenakannya di sana.


"Semakin hari kau semakin berani keluar masuk ke dalam kamar ku tanpa izin." Ucap Joe Nathan. Ia keluar dari ruang ganti lalu duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


"Aku tidak bisa menahan diri. Jika tidak begini, mungkin aku tidak akan bisa bertatap muka dengan suami ku sendiri." Sahutnya.


"Kau terlalu terbawa perasaan. Sudah ku katakan, hubungan kita hanyalah sebuah kepalsuan." Ucap Joe Nathan.


Sellya bangkit dari sofa. Ia mendekat dan duduk di atas tempat tidur Joe Nathan sambil memandanginya. Pria yang bahkan tidak menoleh dan begitu setia menatap layar pada ponselnya.


"Kamu melihat apa?" Tanya Sellya sambil mengintip layar pada ponsel suaminya. Sangat jelas ia melihat suaminya sedang tersenyum memandang foto-foto Violet. Tapi Joe Nathan malah merebahkan tubuh di atas tempat tidur membelakanginya.


"Bukan urusan mu." Sahutnya.


"Kamu masih berhubungan dengan wanita itu?" Tanya Sellya.


"Sudah ku katakan bukan urusan mu. Sellya, berhentilah bertanya dan kembali ke kamar mu sekarang." Perintah Joe Nathan.


"Aku sangat iri padanya, aku cemburu melihat mu tersenyum memandang fotonya."


"Semua wanita pasti sangat iri padanya, jadi kau bukanlah satu-satunya."


"Kau tidak mengerti perasaan ku."


"Aku mengerti. Hanya saja aku tidak ingin perduli."


"Joe..."


"Kembali lah ke kamar mu sekarang. Aku mau tidur."


"Aku ingin tidur di sini."


"Tidak ada tempat untuk mu."


"Tempat tidur mu dapat menampung 5 orang. Bagaimana mungkin tidak ada tempat untuk ku Joe Nathan?"


"Jika begitu tidur lah di sini." Sahut Joe Nathan lalu bangkit dan memakai alas kakinya. Membuat Sellya membisu menatapnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Sellya, ia beranikan diri untuk bertanya lagi padanya.


"Kamu ingin merasakan tempat tidur ku bukan? Jika begitu silahkan, aku akan tidur di kamar tamu."


"Bukan begini yang aku inginkan." Ucap Selly, ia bangkit dari duduk menatap punggung suami yang terhenti. "Aku mau tidur bersama mu, sebagai istri mu."


"Kau tahu, pada akhirnya kita akan berpisah. Bagaimana kau berpikir untuk tidur dengan ku sedangkan aku akan meninggalkan mu?" Tanya Joe Nathan lalu memutar tubuh untuk menatapnya. "Sellya, aku memberi mu pilihan. Menetap di sisi ku lalu berpisah atau menyerah sekarang sebelum kau benar-benar sakit."


"Aku tulus menyukai mu, aku sangat mencintai kamu dan ingin selalu berada di sisi mu. Joe, beri aku kesempatan untuk bertahan."


"Meski kau tahu jika aku akan meninggalkan mu pada akhirnya?"


"Aku akan menggunakan kesempatan itu untuk merubah takdir mu, dan takdir ku."


"Jika kau tidak mampu? Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan menyerah dan mengakhiri semuanya."


"Jika begitu menetaplah di sisi ku dan manfaat kan waktu mu untuk mendapatkan simpatik ku." Sahut Joe Nathan lalu pergi.


Sellya terduduk di atas tempat tidur Joe Nathan lalu terdiam memandang foto kemesraan wanita lain bersama dengan suami yang sangat di inginkannya.


Brakkk!


Ia tutup foto itu di atas nakas. "Aku benci melihat mu tersenyum di pelukan suami ku! Kau jahat! Kau masih saja mengganggunya! Kau telah menyita seluruh perhatiannya. Menyita segal hal yang seharusnya menjadi milik ku! Violet! Aku sangat membenci mu!" Ucap Sellya. Ia rebahkan tubuh di atas tempat tidur lalu air matanya kembali mengalir.


"Joe Nathan suami ku. Kenapa malah kau yang mendapatkan kasih sayang darinya? Suami ku bahkan ingin memberikan segalanya pada mu? Segalanya, bahkan hidupnya sekali pun! Aku tahu, suami ku terluka karena kau. Aku tahu! Dan aku? Aku tidak bisa melakukan apa-apa." Batin Sellya.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys...