Stay With Me Violet Season 3

Stay With Me Violet Season 3
Hukuman Zayn Keenan




Membuka mata. Joe Nathan pun bangkit, duduk di atas sofa seraya ia meraih kemeja putih miliknya untuk ia kembali mengenakannya.


“Pergi.” Ucapnya pada tuan yang telah selesai mengukir nama Violet di dadanya.


“Baik tuan.” Sahutnya merunduk sopan lalu pergi.


“Apa kau tidak mendengar ku?” Tanya Joe seraya ia mengancing kemejanya dan terhenti menyisakan 2 kancing teratas yang masih terbuka.


Hanya diam Selly memandangnya. Dia yang bicara namun tidak sudi untuk menatapnya.


“Keluar!” Tegas Joe seraya ia menoleh dan memperlihatkan tatapan mata yang sangat mengerikan padanya.


“Joe~ aku…”


“Tutup mulut mu dan tinggalkan ruangan ku!”


Begitu tandas ucapannya. Terlihat sangat mematikan tatapan matanya. Semua itu mampu membuat Selly melangkah mundur lalu pergi meninggalkan Joe Nathan di sana.


“Cih! Memukkan.” Gumam Joe lalu bangkit dari sofa seraya ia meraih dan membawa secangkir kopi hangatnya menuju balkon.


Membuka pintu lalu angin menerpa dirinya. Joe Nathan pun mencicipi kopi hangatnya di sana. Berdiri di dekat pagar besi pembatas balkon lalu bersadar menikmati kesendiriannya.


Menoreh senyum lalu kembali datar wajahnya. Tatapan mata Joe Nathan pun kembali tajam seraya ia mencicipi secangkir kopinya lagi.


“Sayang…” Panggilnya lalu kembali tersenyum.


“Hahahaha…”


🍁


Satu pijakan bumi namun berbeda negara, langit dan waktu. Kini Violet tersenyum di atas derita mantan calon suami yang memperjuangkannya sejak lama.


Lantas apakah dia salah ketika waktu pula lah yang membolak-balikan hati semua orang? Siapa pun! Tidak hanya dirinya atau dia yang tidak bisa melupakannya di sana.


Zayn Keenan menggendong Violet untuk menurunkannya dari dalam helikopter bribadi miliknya yang saat ini terparkir di atas atap kediaman mereka.


“Turunkan aku tuan Zayn.” Pinta Violet ketika ia melihat helikopter itu kini meninggalkannya.


“Jangan harap.” Sahut Zayn Keenan. Ia terus melangkah menuju kamarnya setelah Lelah dalam perjalanan menghadiri pernikahan Selena.


Masuk ke dalam kamar. Zayn Keenan lantas melemparkan Violet ke atas tempat tidur lalu ia mulai melepaskan tuxedonya.


“Anda mau apa?” Tanya Violet dengan sepasang alis yang menyatu.


“Mau apa?” Sahut Zayn lalu ia condongkan tubuhnya ke arah Violet yang mulai bangkit. “Tentu saja mau menghukum mu.” Sahutnya lalu melepaskan kancing kemeja teratas setelah ia melemparkan tuxedo mewahnya ke sembarang tempat.


“Kesalahan apa yang sudah aku lakukan?” Tanya Violet.


“Aku tidak suka kamu berada di pelukan putra ku.” Sahutnya.


“Axel Zayn kakak ku tuan Zayn.” Ucap Violet berusaha membela diri.


“Tapi aku bisa melihat jika Axel masih mencintai mu sayang!”


“Jika pun seperti itu. Kita tidak akan memiliki hubungan layaknya sepasang kekasih.”


“Itu karena di dalam tubuh kalian mengalir darah yang sama. Jika tidak? Aku yakin kamu dan Axel akan memiliki hubungan layaknya sepasang kekasih bukan?”


“Hah!” Tersenyum kesal seraya mengalihkan pandangan. Violet pun segera beranjak dari tempat tidur untuk ia ingin pergi meninggalkan suaminya.


“Aku pikir tuan Zayn sedang menggoda ku. Tapi, ternyata dia malah marah sungguhan.”


“Ingin kabur setelah membuat suasana hati ku menjadi buruk? Sayang. Aku akan membuat mu menyesal karena telah berani memprovokasi ku.” Ucap Zayn Keenan. Ia dekap tubuh Violet dari belakang dan tidak melepaskannya meski ia meronta.


“Lepas!” Tegas Violet seraya ia menjejak kaki Zayn hingga membuatnya sukses melepaskan diri dari dekapannya.


“Anda ingin menghukum ku? Jika begitu aku akan membantu anda!” Ucap Violet lalu ia mencium bibir Zayn Keenan.


Merasakan ciuman kuat wanitanya. Zayn Keenan lantas menggenggam sepasang pergelangan tangan Violet untuk membuatnya melepaskan kerah kemejanya.


“Ah!”


“Aku terlalu kuat untuk menerima bantuan mu sayang~” Bisik Zayn Keenan ketika kini ia mengunci ke dua tangan wanita itu di belakang tubuhnya.


“Cih! Benarkah?” Tanya Violet.


“Kau sangat pintar dalam memprovokasi ku gadis manis. Malam ini aku akan memakan mu dan memastikan jika besok kamu tidak akan sanggup untuk bergerak.” Bisik Zayn Keenan.


“Cih! Anda terlalu banyak bicara tuan Zayn. Sekarang! Lebih baik anda membuktikannya.” Sahut Violet.


Tersenyum seorang Zayn Keenan saat ia mendengar ucapan istrinya. Dia yang dengan beraninya menantang dan menggodanya. Maka Zayn Keenan pun tidak akan membuang waktu lagi.


Sraaakkk!!!


“Ah!”


🍁


Tidak kunjung keluar dari dalam ruang priabadinya. Kini Selly hanya diam berdiri di depan pintu.


“Apa dia akan marah lagi jika aku mengetuk pintunya? tapi, dia belum makan.”


Tertunduk karena takut. Selly pun mulai mengalihkan pandangan dan meninggalkan ruangan itu untuk ia hendak makan sendirian. Namun, terasa berat ia melangkah. Maka wanita itu kembali menoleh dan semua masih nampak sama. Sepi.


“Apa yang harus aku lakukan agar membuat mu bersikap baik pada ku Joe Nathan?”


Kembali mengalihkan pandangan. Kini satu per satu anak tangga mulai Selly lalui.


Sedangkan di dalam ruangan itu Joe Nathan sedang serius menyusun segala sesuatu untuk memajukan bisnis proprtinya. Dia yang cerdas dan gigih pun mulai tersenyum ketika semua usahanya tidak ada yang sia-sia.


“Sayang. Bisnis ku melejit sangat cepat. Tunggu aku akan menjemput mu setelah semua yang aku inginkan berada di dalam genggaman tangan ku. Aku akan membuat mu bahagia sama seperti bagaimana cara si tua bangka itu melakukannya.” Ucap Joe Nathan.


“Hahahaha…”


Lupa waktu demi sukses dengan bisnis propertinya. Hotel dan apartemen secara marathon ia bangun di berbagai kota dan negara. Menghasilkan banyak keuntungan dan terus menambah asset. Joe Nathan yang semula adalah orang kepercayaan Zayn Keenan karena berperan penting dalam memajukan One Zayn Group. Kini ia berubah menjadi lawannya hanya karena seorang Violet Grizelle.


“Akan aku ambil kembali. Apa pun yang seharusnya menjadi milik ku.” Gumamnya.


Selesai dengan grafik di dalam laptopnya. Joe Nathan pun menutup laptop itu lalu ia raih sebatang rokok untuk ia menikmatinya di balkon sambil menatap langit.


“Aku rela kamu bersamanya jika itu membuat mu bahagia.”


Sepenggal kalimat yang dulu terucap dari mulutnya kini tiba-tiba teringat. Joe Nathan pun mengepulkan asap rokoknya ke atas. Ke arah hamparan bintang dan rembulan yang saat ini menghiasi langit malamnya.


“Aku cabut kembali ucapan ku.” Gumamnya lalu ia kembali menghisap rokoknya.


🍁


Sedangkan di ruang makan Selly telah selesai menyantap makan malamnya. Tepatnya, makan tengah malamnya karena Joe tidak kunjung keluar dari ruangan sejak siang tadi. Ia letakkan garpu dan sendok lalu mengelap mulut dengan tissue.


“Kepala pelayan.” Panggil Selly pada kepala pelayan yang sejak tadi berdiri di sisinya.


“Iya nona.” Sahutnya.


“Violet. Apa itu nama seseorang?” Tanya Selly.


🍁Stay With Me Violet 3🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......