
Menghela nafas panjang lalu menghembuskannya seraya ia memegangi kening. Selly mengalihkan pandangan, ia mendongak menatap pintu kamar suaminya.
“Joe.” Gumamnya.
Selly tinggalkan ruang utama untuk menemui suaminya. Langkah lamban dan menyakitkan, perlahan mengantarkan dia sampai ke depan pintu kamar Joe Nathan.
Tok… tok…
Selly mengetuk pintu meski sempat ragu. Ia buka pintu itu lalu masuk.
Klak!
“Joe?” Panggilnya sambil mendekat perlahan.
Joe Nathan berbaring di atas tempat tidur mewahnya. Membuat selly hanya diam memandangnya di sana.
Mengalihkan pandangan. Selly mendekat ke arah jendela. Sraaak! Ia tutup tirai panjang jendela itu hingga membuat Joe Nathan merubah posisi tidurnya.
Selly pun kembali, menatap dia yang sangat di kaguminya. Selly raih tangan kiri Joe Nathan yang terkulai, ia rapihkan posisinya lalu selimutnya.
“Selamat tidur Joe Nathan.” Ucap Selly.
Cup~
Ia kecup kening suaminya hingga membuatnya mengerutkan dahi. Selly lantas memutar tubuh namun ia terhenti, menoleh ke belakang dan mendapati Joe Nathan menggenggam pergelangan tangannya dengan sepasang kelopak mata yang masih tertutup rapat.
Selly membeku, diam tanpa kata memperhatikan prianya. Ia melihat Joe mulai membuka mata sayupnya perlahan. Pria itu terlihat kacau dan hanya diam memandangnya dengan tatapan lelah itu.
“Jangan pergi.” Pinta Joe.
Selly membisu, tidak dapat membuka mulut meski ia sangat ingin mengucap “Iya, tenanglah, karena aku akan berada di sisi mu. Aku akan menjaga mu.”
Meski ia tidak mampu mengucap kata itu. Selly pun melangkah kan kakinya untuk lebih dekat dan ia terkejut ketika tiba-tiba Joe Nathan menariknya sangat kuat hingga membuatnya ambruk di atas tubuhnya.
“Jangan pergi. Jangan meninggalkan aku lagi.” Ucap Joe Nathan. Ia dekap tubuh Sellya tanpa celah. Sangat-sangat erat ia menahannya.
Selly tersenyum mendengarnya. Sungguh! Ia sangat Bahagia melebihi apa pun karena mendengar Joe Nathan mengucapkan permintaan itu pada dirinya.
“Iya, aku akan di sini Joe. Aku tidak akan meninggalkan mu.” Sahut Violet lalu tersenyum manis padanya.
Mendengar dan memandang wajah cantik nan menyejukkan seorang Violet Grizelle. Joe Nathan lantas tersenyum padanya lalu ia rebahkan wanita itu di atas tempat tidur, di bawah tubuhnya.
“Apa kamu tahu? … Sebesar apa rasa bahagia ku melihat mu?” Tanya Joe Nathan. Tatapan mata sayupnya terlihat sangat dalam. Pria itu lantas membelai rambut Violet yang kembali mengukir senyum indah di wajahnya. “Aku ingin selalu bersama mu, aku mau menghabiskan sisa hidup ku hanya untuk mu, aku sangat menyayangi mu dan ingin melindungi mu sayang.”
“Sayang? Apa ini nyata? Joe memanggil ku dengan panggilan manis itu?” Batin Sellya.
“Sungguh Joe?” Tanya Violet.
“Kamu tidak percaya? Apa aku harus melompat dari gedung tinggi untuk membuktikannya? Heem? Sayang.”
Selly terdiam. Ia sadar jika saat ini Joe sedang kacau. Tapi, entah apa yang menyebabkannya jadi sering mabuk seperti ini. Hanya saja, mendengar ucapan pria kacau itu Selly sudah merasa sangat bahagia, terlepas dari sadar atau tidak ia mengucapkan semua kalimat itu padanya.
“Aku percaya kamu sayang.” Sahut Violet.
“Iya, kamu harus percaya pada ku karena aku sangat mencintai mu melebihi apa pun. Sangat.” Ucap Joe Nathan.
Selly tersenyum malu dan Joe Nathan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari bibir manis wanita itu.
“Aku sangat mencintai mu sayang… Violet Grizelle.” Ucap Joe lalu ia mencium bibirnya.
Membuat Sellya Nara membeku. Merasa bahagia karena Joe telah mencium bibirnya. Tapi, di saat yang sama gadis itu menitihkan air matanya, ketika sebuah nama terucap dari mulut suaminya.
“Violet Grizelle?” Batin Selly.
Selly pejamkan mata seraya sepasang telapak tangannya meraih ke dua sisi pipi Joe Nathan. Ia nikmati ciuman manis luar biasa itu dari suaminya. Meski, ciuman manis itu sesungguhnya bukanlah untuk dirinya.
“Kenapa mencintai mu harus sesakit ini Joe Nathan? Kenapa menggilai mu membuat ku sangat bahagia sekaligus ingin mati saja.” Batin Sellya.
Joe sangat lembut mencium bibirnya. Ia menye*sapnya, melu*mat hingga mengigit kecil bibirnya di atas tempat tidur itu. Membuat Selly mengambang sampai merasa terbang ke awang-awang, sekaligus jatuh ke dasar jurang.
Violet pun mengangguk meski air matanya terus mengalir. Setidaknya, anggukan kepalanya mampu melukis senyum mengagumkan di wajah Joe Nathan.
Joe Nathan berbaring di sisinya. Ia peluk tubuhnya tanpa celah lalu menarik selimut untuk menenggelamkan dirinya dan wanita pujaan hatinya di sana.
“Jangan pergi. Tetaplah di sini sayang.” Pintanya sambil membelai rambut panjang sedikit bergelombang milik Violet. “Aku sangat lelah.”
“Tidurlah sayang. Aku janji tidak akan pergi dan akan di sisi mu seperti ini sampai kamu bangun nanti.” Sahutnya.
“Iya… Aku, percaya…” Ucapnya lalu tertidur pulas.
“Tidurlah Joe Nathan. Peluk aku seperti ini sampai kamu sadar nanti dan kembali memperlihatkan tatapan tajam mu pada ku lagi. Sampai kamu sadar… Jika yang kamu peluk saat ini adalah aku, bukanlah wanita itu.” Batin Sellya.
Selly peluk tubuh kokoh Joe Nathan semakin erat. Ia sembunyikan wajah menyedihkannya di dada bidang milik pria itu.
Sellya Nara, terisak di pelukan suaminya.
🍁
Sementara itu, di waktu yang sama. Caramel terlihat lesu menatap gambar diri dari cermin besar di hadapannya.
Kini ia tidak lagi nampak seperti dia. Wanita yang di gilai oleh Presdir-nya. Kini ia telah menjadi diri yang sesungguhnya. Meski begitu, sejujurnya momen ini adalah hal yang paling ia nantikan. Tapi, entah kenapa? Caramel merasa takut, gelisah, kalau-kalau Axel Zayn tidak lagi berminat untuk memandangnya karena sosok wanita itu tidak lagi ada pada dirinya saat ini.
Caramel tertunduk. “Aku harap anda akan tetap melihat ke arah ku tuan Presdir."
🍁
Sedangkan di kediaman Zayn Keenan. Pria itu sedang melakukan Video Conference dengan para petinggi One Zayn Group di seluruh Plan.
Zayn Keenan tersenyum-senyum saat diam-diam merasa gemas pada sikap istrinya. Para petinggi di layar laptopnya pun nampak kehabisan kata, mereka bingung dan hanya diam menatap tuannya.
Bagaimana mungkin tuan besar itu melanjutkan Video Conference nya ketika seorang wanita cantik terus saja melekat padanya. Tidak henti menciuminya, membelai rambutnya, membuka dua kancing kemeja teratasnya satu per satu hingga duduk di pangkuannya.
Mereka semua hanya diam mematung mendengarkan tiap kata yang terucap dari tuan besar itu, meski para pekerja dengan jabatan tertinggi yang saat ini menatapnya di layar laptop, menelan ludah dan merasa sangat panas.
Violet yang sedang bergairah lantas terhenti dan menarik nafas dalam, ia lalu menghembuskannya penuh kesal sambil bangkit dari pangkuan suaminya.
“Tuan Zayn mengabaikan aku! Dia terus saja bicara dengan orang-orang berdasi itu.” Batin Violet.
Melihat nona muda yang sangat cantik itu menatap kesal pada mereka. Mereka, para petinggi One Zayn Group lantas membeku dengan keringat yang bermunculan di dahinya, mereka sadar jika nona muda itu merasa kesal dan terganggu.
“Huft!”
Langkah kasar terdengar saat Violet hendak meninggalkan Zayn Keenan. Tapi, wanita itu terhenti ketika Zayn meraih pergelangan tangannya lalu menariknya kembali duduk di pangkuan.
“Kamu mau kemana?” Tanya Zayn.
“Tidur!” Sahutnya ketus. Ia tidak perduli meski saat ini, apa yang mereka lakukan di sana sedang di saksikan para bawahan suaminya.
“Di sini saja, lanjutkan.” Bisik Zayn Keenan.
“Aku sudah tidak bernafsu!” Sahutnya.
“Benarkah? Bagaimana jika sekarang aku yang bekerja?” Bisik Zayn lalu mendekatkan wajahnya ke wajah cantik wanitanya.
“Baik. Lakukan dan kembalikan gairah ku. Kalau tidak, bersiap lah, aku tidak akan memberikan jatah makan malam lagi pada anda!” Sahutnya.
“Kamu mengancam? Hehee~ Manisnyaaa…” Ucap Zayn Keenan seraya ia membelai lembut bibir wanitanya lalu...
“Au! Sakit tuan Zayn!” Ucap Violet ketika baru saja Zayn Keenan mengigit telinganya. “Selalu saja mengigit ku!”
“Selalu saja mengigit ku.” Kata itu terucap nyaring hingga membuat mereka yang menyaksikannya semakin basah oleh keringat.
“Jika begitu aku akan memakan mu.” Sahut Zayn Keenan lalu ia cium bibir istrinya di sana seraya menutup layar laptopnya.
🍁Stay With Me Violet 3🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys......