
''Apakah ini rumahmu? '' tanya Leon setelah tiba di sebuah rumah minimalis yang tidak besar juga tidak terlalu kecil.
''Iya tuan. '' jawab Sheina melepas seatbeltnya.
''Terima kasih tuan,sudah mengantarku pulang. ''Sheina tersenyum dan keluar dari mobil Leon.
Leon mengamati rumah Sheina dengan seksama,lalu pandangannya kembali bertabrakan dengan mata Sheina.
''Ehem?! Apakah kamu tinggal sendiri? Kenapa terlihat sepi? '' tanya Leon sambil terus mengamati.
'' Saya tinggal sendiri tuan?! '' jawab Sheina dengan senyum di paksakan.
''Ow! Masuklah, aku juga akan pulang. ''
''Em. Sekali lagi terima kasih tuan, sampai jumpa. '' Sheina melambaikan tangan dan tersenyum tulus, meninggalkan Leon yang masih belum beranjak.
''Sampai jumpa? Heeh?! '' Leon bergumam, tersenyum dan pergi meninggalkan rumah Sheina.
Sementara sang pengawal nampak menelpon melaporkan apa yang telah di tugaskannya.
'' Pak Kim? Tuan muda sudah menjalankan mobil menuju rumah,seharian ini tuan muda hanya pergi ke pantai dan dia di temani seorang gadis, bernama Sheina. ''
''....''
''Baik pak Kim. Kami akan segera kembali. '' jawab sang pengawal mengakhiri panggilannya.
...****************...
Pagi ini hujan begitu deras. Hana sudah berada di lobi kantor dengan Sheina saat hujan tiba-tiba mengguyur ibu kota dengan begitu derasnya.
''Untung aku berangkat lebih awal hari ini,coba kalau telat beberapa menit saja, bisa nggak bikinnya sa ngantor. '' ucap Sheina yang sesekali melihat jam tangannya.
Masih kurang 30 menit lagi jam masuk kantor, mereka berdua menunggu di sofa lobby yang biasa di pakai untuk duduk kala ada yang sedang menunggu janji temu.
''Gimana kemarin? Senang nggak main ke pantai?'' tanya Hana yang sesekali menatap teman baiknya itu.
''Seru! Seneng banget, tapi,,,, ?! '' Sheina menggantung ucapannya.
''Tapi kenapa? '' Hana penasaran.
''Tapi gara gara tuan, aku jadi tidak main dengan bebas. '' jawab Sheina dengan polosnya.
''Tuan? Tuan, siapa? Bukannya kamu pergi sendiri kemarin? Oh,,, pasti tuan bule incaran kamu yah?!'' tebak Hana.
''Ih,,, Bukan! '' Sheina memanyunkan bibirnya, karena tebakan Hana salah.
''Tu, tuan,,, tu, tuan Leon. '' jawab Sheina lirih.
''Hah? Kamu pergi sama Le,,,, ? Tuan Leon? '' Hanna memelankan suaranya. Dia hampir saja memanggil nama saja karena dulu sudah terbiasa.
''Sebenarnya aku berangkat sendiri dari rumah. Tapi nggak tau kenapa, tiba-tiba dia juga ada di sana. Awalnya aku tidak begitu peduli dengan kehadirannya, lalu dia menyuruhku menemaninya. Dan waktu pulang, dia juga mengantarku sampai rumah. '' jawab Sheina.
''Sheina?Serius kamu? '' tanya Hana tidak percaya.
Sheina menganggukan kepalanya cepat. '' Iya. ''
''Aneh, bukannya Leon itu sangat jarang dekat dengan orang lain? Bahkan cenderung dingin sama orang. Tapi kenapa dia bisa dekat dengan Sheina? Ah,,, bodo amatlah. ''batin Hana,
''Kamu kenapa Han? Jangan berpikir yang nggak-nggak deh. '' tunjuk Sheina.
''Eh, enggak kok. ''
Setengah jam terlewati, banyak karyawan lain sudah berdatangan. Dan muncullah dua pria tampan yang baru saja turun dari mobil mewahnya yang di kelilingi banyak pria gagah berjas hitam.
'' Selamat pagi tuan muda. '' sapa Hana dan Sheina bersamaan.
Leon dan Willy menoleh, Leon menjawab sapaan hanya dengan berdehem, sedangkan sekertaris Willy tersenyum dan sedikit menganggukkan kepalanya. Lalu keduanya hilang di balik pintu lift yang menutup.
Hana dan Sheina pun bergegas menuju ruang kerjanya masing-masing.
''Pagi semua.'' sapa Sheina sopan kepada rekan kerjanya.
''Pagi Sheina,,?! ''. balas rekan kerja Sheina.
''Wah,, seneng amat neng. Abis dapat apa nih kemarin? '' goda Zein.
''Dapat capeklah. '' jawab Sheina sekenanya.
''Sheina? Ada hal yang ingin aku katakan sama kamu. ''pak Indra tiba-tiba saja muncul dari dalam ruangannya.
''Eh, iya pak. '' Sheina segera masuk ke ruangan pak Indra.
''Ada apa ya pak? '' tanya Sheina penasaran.
''Sheina mulai hari ini, kamu bukan lagi sekretaris ku dan kamu,,,,, ?!'' pak Indra belum sempat meneruskan kata-katanya, Sheina sudah dengan cepat memotongnya.
''Pak! Saya salah apa? Jangan pecat saya pak?!''Sheina memohon, matanya mulai berkaca kaca.
''Bukan di pecat Sheina?! '' jawab pak Indra.
''Tapi pak Indra bilang saya bukan lagi sekertaris bapak. '' Sheina bingung.
''Heh?! Iya, tapi bukan di pecat. Tuan muda ingin kamu jadi sekertarisnya. ''
''Apa? Tapi pak, bukankah dia sudah ada sekertaris Willy? ''
''Aku juga tidak tau Sheina. Aku hanya menyampaikan ini padamu. '' ucap pak Indra.
''Sekarang bersiaplah aku akan membawamu ke lantai 20.''
''Lalu siapa yang akan membantu pak Indra di sini? Kenapa bukan Via, Zein, atau Huga saja pak. '' rengek Sheina. Sebenarnya Sheina tidak ingin menjadi sekertaris big bos.
''Ini sudah menjadi perintah tuan muda Sheina. Aku juga tidak bisa apa-apa. Sudah, kemasi barang-barangmu, lalu aku antar kamu ke ruang tuan muda. ''
Sheina keluar dari ruang pak Indra dengan muka kusutnya. Rasanya dia sudah tak ingin bekerja di perusahaan ini lagi,bertemu dengan big bos beberapa menit saja dia bisa gila dengan tingkah yang sok bersihnya itu, apalagi bertemu tiap hari. Bagaimana hidupnya nanti.
'' Kenapa kamu Shei? '' tanya Zein dan Via bersamaan.
''Hiks,, ? Zein, Via mulai hari ini aku nggak akan kerja bareng kalian lagi. '' ucap Sheina mencebikan bibirnya.
''Apa?? '' ucap Via dan Zein bersamaan lagi.
''Kamu di pecat ya Shei? Memangnya kamu salah apa? Wah bener-bener nih pak Indra, mesti aku protes. '' Via berapi-api, tapi sebelum sampai masuk ruang manager Zein dan Sheina berhasil menghentikan langkahnya.
''Tenang Via, aku nggak di pecat kok. Hanya saja tempat kerjaku di pindah ke lantai 20. '' Sheina berkata pelan.
''Maksud kamu??'' Zein ikut bingung.
''Kata pak Indra, tuan muda menyuruhku jadi sekretarisnya. Gimana dong Vi, Zein?? ''
''Ah,, kirain kamu di pecat. '' ucap Zein dan Via lega.
''Berarti kamu itu naik jabatan. Hebat kamu Shei.'' ucap Zein sekenanya.
''Huaaaaa... ?! Kamu tuh jahat banget sih Zein, masak temen masuk kandang singa kamu bilang hebat. " tangis pura-pura Sheina makin keras.
"Ssstt!! Kamu Zein! Bukannya nenangin malah bikin kacau. " celetuk Via.
"Ya terus,,,, ??"
"Udah Sheina, mungkin big bos lagi suka cara kerja kamu yang bisa di andalin. Makanya dia ingin menjadikanmu sekretarisnya. Siapa tau nanti gajimu bisa naik dua kali lipat. " bujuk Via.
"Hah? Benarkah?Hehehe,,,? '' tiba-tiba Sheina tersenyum girang. " Ok deh kalau gitu, gak papa aku pindah jadi sekertaris big bos, asal gajinya juga ikut naik. Hahaha.. ?"
Cih! Giliran duwit aja, tuh mata ijo. " celetuk Zein.
Ketiganya tertawa dengan ucapan Zein. Dan membantu Sheina membereskan barang-barang Sheina yang akan di bawa ke lantai atas. Sambil terus bercanda dan tertawa, juga saling meledek barang pun sudah siap di masukan ke dalam box ukuran sedang. Dan Sheina pun di bantu pak Indra menuju ruang sang big bos.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Happy reading teman,,,,, 😁😁😁
Maaf ya lama updatenya, karena banyak kerjaan yang gak bisa di tinggalin.
Tetap dukung karya-karya ku ya dengan cara :
👉VOTE
👉LIKE
👉KOMEN
Terima kasih,, ☺️☺️☺️☺️