
"""""Flashback on"""""
"Willy? Apa kau tau kalau Leon sedang menyukai seorang gadis bernama Vallery Alexia? '' tanya Adinata.
''Benarkah? Wah,sudah dewasa dia rupanya. '' ucap Willy berbinar.
Adinata menatap Willy, lali tersenyum. Matanya kembali menerawang mengingat gadis yang sekarang menjadi pacar putranya itu.
''Tapi om tidak menyukainya, Will. Om tidak mau anak om menjadi bodoh karena gadis itu. ''
''Tapi kenapa om? Bukankah om pernah bilang akan selalu mendukung Leon apapun itu? '' Willy mengerutkan dahinya bingung.
''Gadis itu sepertinya tidak sebaik kelihatannya. Om ingin kamu menyelidiki statusnya secara menyeluruh. Om merasa gadis ini tidak benar-benar mencintai Leon. '' Adinata menepuk kedua pundak Willy.
''Bantu om mencari tau, seperti apa gadis ini sebenarnya. ''
''Baik om. Willy akan suruh orang-orang Willy untuk memantau dia. Tapi Willy butuh waktu untuk mencari tau semua tentang gadis ini. ''
''Om percaya padamu. Lakukan apapun untuk secepatnya mendapatkan informasi tentang dia. ''
''Kalau begitu Willy permisi dulu om. '' pamit Willy yang di jawab senyuman dan anggukan kepala Adinata.
Willy kemudian menemui orang-orangnya. Memberitahu rencana yang baru saja di pikirkannya.
Dua orang ajudan itupun melaksanakan perintah Willy dengan patuh, lalu mereka di kirim ke Perancis untuk memata-matai pacar Leon, Vallery.
Hanya butuh waktu satu minggu, informasi yang Willy butuhkan sudah selesai di dapat.
Ternyata benar, apa kata Adinata bahwa Vallery tidaklah tulus mencintai Leon, dia hanya menjadikan Leon bantu loncatan untuk meraih semua ke inginannya yang ingin menjadi seorang model terkenal.
Karena Vallery tau kalau Leon bisa membantunya mewujudkan keinginannya dengan uangnya dan status keluarganya yang juga begitu terkenal di dunia perbisnisan.
Hingga akhirnya dia mendapatkan impiannya yaitu menjadi model internasional, tapi setelah itu dia tak pernah lagi menghubungi Leon selama dia berada di Perancis.
Dan yang lebih membuat Willy geram dengan semua informasi itu, Vallery sering bergonta ganti cowok yang rata-rata adalah pria kaya di negara itu.
Parahnya lagi Leon tak pernah tau kelakuan wanita yang dia cintai itu.
''Terima kasih Willy tentang semua informasinya, kamu sudah melakukannya dengan baik. '' ucap Adinata bangga dengan cara kerja Willy.
''Apa om akan memberitahu Leon tentang semua ini? '' tanya Willy.
''Tidak perlu. Agar ini bisa menjadi pelajaran buat dia. Biarkan Leon mengetahuinya sendiri. Karena yang om tau dari sifatnya, dia tidak akan pernah percaya dengan ucapan orang lain tanpa dia bisa membuktikannya sendiri. Jadi. Rahasiakan dulu semua ini. ''
'' Baik om, Willy paham maksud om Adinata. '' ucap Willy mengakhiri pertemuannya dengan papa Leon beberapa bulan yang lalu.
"""""""""" Flashback off """"""""""
"Tuan muda silahkan makan. '' Willy menepuk punggung Leon pelan.
''Hem. '' jawab Leon masih fokus dengan ponselnya.
''Sekertaris Willy, ini enak sekali?! '' seru Sheina,berhasil membuat Leon menatap ke arahnya. Lalu menaruh ponselnya dan mengambil makanan di depannya.
Sheina tersenyum karena berhasil mengalihkan perhatian big bosnya dari ponsel dan memakan makanan yang di pesan Sheina tadi.
Sebenarnya Sheina sudah kelaparan dari tadi, menunggu Leon yang tak kunjung merespon makanannya. Karena Sheina tak ingin mendahului tuannya.
Willy terkesan dengan cara Sheina yang di rasa itu nekat, karena bisa saja Leon marah atau menganggapnya kampungan. Tapi nyatanya Leon tidak berbicara apa-apa dan langsung melahap makanannya.
''Hem. Lumayan. '' hanya kata itu yang ia ucapkan setelah menyuapkan suapan pertamanya.
''Sekertaris Willy, buruan makan atau kita akan ketinggalan pesawat. '' Sheina kembali berseru.
''Baiklah. '' senyum Willy menatap Leon yang terlihat lahap dengan makanannya.
Ketiganya pun segera menyelesaikan makan dan kembali ke bandara untuk Check-in.
Hana naik ke lantai 10 untuk menemui Sheina mengajaknya pulang bersama. Sheina lupa memberitahu Hana tentang dirinya yang sudah di pindah tugaskan.
'' Han? Kenapa ke sini? '' tanya Via, saat melihat kedatangan Hana ke ruangannya.
''Via? Sheina kemana? Kok nggak kelihatan. '' balik tanya Hana celingukan mencari sosok yang tak di temuinya.
''Memang Sheina tidak bilang sama kamu Han? Kalau hari ini dia menjadi sekertaris tuan muda Leon. '' jawab Via.
''Hah? Apa? Jadi sekertaris Leon?! Eh,, tuan muda Leon maksudku. '' Hana keceplosan dengan panggilan akrabnya.
"Iya, tadi pagi dia di suruh pindah ke atas. Pak Indra sendiri yang mengantarkannya. "
"Kok dia nggak ada bilang sama aku ya? '' Hana menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
'' Lupa kali dia, soalnya mendadak banget. Tadi aja Sheina sempat menolak, tapi pak Indra tidak bisa berbuat apa-apa. '' jawab Via.
"Eh itu Zein, tanya aja sama dia. Tadi pagi dia juga bantuin Sheina berkemas. " tunjuk Via.
"Zein? Benarkan kalau Sheina pindah kerja. "
Zein yang baru kembali dari toilet, mendekati Hana dan Via.
"Hai Han. Iya Sheina sekarang jadi sekertaris big bos di lantai 20. Sebenarnya, baru besok dia mulai kerjanya jadi sekertaris tuan Leon. Karena tidak ada jadwal rapat hari ini, Sheina di ajak ke kantor cabang di Surabaya, kira-kira tadi jam makan siang mereka berangkat ke bandara. " jelas Zein.
" Oh, ya sudah deh. Tunggu dia jelasin sendiri aja. " Hana tersenyum lega.
"Kalian belum pulang? "
"Iya inj lagi beresin meja kerja, bentar lagi selesai. " jawab Via.
Hana berjalan ke arah meja kerja Sheina, tampak rapi dan bersih. Di atas meja kerja Sheina masih tertinggal foto ayah dan ibunya di dalam bingkai foto berbentuk hati yang di sandingkan dengan bingkai foto persegi bergambar hello kitty yaitu fotonya dengan Hana. Terlihat tersenyum dengan dua jari berbentuk huruf V yang menjadi andalannya saat mengambil foto.
Itu adalah foto dimana Hana dan Sheina sedang liburan ke Singapure saat mengambil cuti tahunan.
Saat itu Hana hanya beberapa bulan mengenal Sheina pertama kali masuk ke perusahaan tempatnya bekerja. Sheina begitu sopan, polos dan apa adanya.
Hana tidak menyangka bisa berteman baik dengan Sheina. Karena dia sebelumnya juga berteman baik dengan Vallery, namun Vallery menghancurkan pertemanan yang mereka bina sejak SMA, hanya karena keinginannya menjadi seorang model terkenal.
Sikap ceria,jujur dan apa adanya Sheina lah yang membuat Hana bisa kembali mempercayai adanya teman baik. Dan dia mencoba mengenal Sheina lebih dekat bahkan sampai menganggapnya saudara sendiri.
"Han? " panggil Via pelan karena Via mendapati Hana sedang fokus menatap foto dirinya dengan Sheina.
"Eh, iya Vi? " jawab Hana kembali sadar dari lamunannya.
"Balik yuk udah sore nih. Takutnya nanti kena macet dan pulang kemalaman. " Via berjalan mendekat.
"Apa Sheina tidak apa-apa ya Vi? Aku khawatir karena dia baru saja mengenal tuan Leon. Kamu tau kan dia tidak bisa dekat dengan orang yang baru di kenalnya. " ucap Hana mengembalikan foto ke tempat semula.
" Tenang saja Han, Sheina kan banyak sekali cara menghindari hal yang tak di sukainya. Apalagi, sifat jujur dan apa adanya dia itu tak mungkin tak ada orang yang tak menyukainya dan juga dia bisa akrab kok dengan siapa saja, termasuk sekertaris Willy. Sekertaris Willy pasti bisa membantunya menghadapi tuan Leon. " ucap Via meyakinkan.
"Kamu benar Vi. Ya sudah balik yuk. " ajak Hana dan pergi meninggalkan meja kerja Sheina.
Keduanya pun segera pulang, karena takut terkena macet jalanan ibu kota.
π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈ
Tetap bantu dengan dukungan ya teman ππ dengan cara :
π VOTE
π LIKE dan
πKOMEN