Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB. 73



Tinggal beberapa hari lagi adalah acara pernikahan Leon dan Sheina. Adinata dan Monic sudah kembali ke Indonesia. Mereka sangat antusias menyiapkan semua keperluan yang diperlukan dalam sebuah pernikahan.


Pernikahan ini hanya akan di hadiri kerabat terdekat dan kolega Adt.Group saja juga teman dari Sheina,karena Leon tidak mau mengundang terlalu banyak orang. Meskipun demikian Adinata berharap pernikahan Leon ini yang pertama dan terakhir dan menjadi keluarga yang samawa.


'' Selamat siang tuan besar. '' pak Kim membungkuk sopan.


'' Siang. Ada apa pak Kim? Apakah orang yang aku suruh kemari sudah datang? ''


'' Benar tuan besar. Mereka ada di luar. ''


'' Baiklah,suruh mereka ke ruang baca. Apakah Leon sudah kembali? ''


Belum tuan. Tuan muda tidak pulang makan siang karena menemani nona Sheina makan siang di luar.''


'' Hem. Pak Kim suruh mereka masuk,aku tunggu di ruang baca. '' Adinata menuju ruang baca dengan kursi roda otomatisnya.


Sedangkan pak Kim kembali ke depan memanggil orang suruhan Adinata.


''Willy? Apakah kamu sudah menyiapkan barang-barang yang aku minta kemarin? '' tanya Leon dengan memainkan ponselnya.


'' Semua sudah beres tuan muda. Apakah itu semua untuk Sweety? ''


Leon berhenti memainkan ponselnya,memicingkan matanya ke arah Willy yang masih begitu santainya dengan pandangan Leon.


'' Dia sudah akan menjadi istriku bisakah kamu mengubah panggilan mu itu padanya? '' ucap Leon datar.


'' Aku memanggilnya seperti itu karena begitu manis. '' jawab Willy santai.


'' Apakah kamu tidak takut Hana mu meninggalkan mu karena salah paham?! '' sindir Leon.


'' Haist! Hana pasti tau maksud ku,tuan muda. '' elak Willy.


'' Apa kamu masih suka dengan wanita ku?! ''


'' Aku selalu menyukainya. '' jawab Willy tanpa dosa.


'' Suka yang bagaimana! '' seru Leon.


'' Aih?? Jangan berpikiran yang macam-macam. Aku hanya menyukainya seperti kakak yang sayang kepada adiknya. Bukan suka dengan perasaan cinta seperti kekasih. Lagian aku juga akan segera menikahi Hana ku. '' ucap Willy serius.


'' Apa? Kapan? Kenapa kamu tidak pernah membicarakan ini padaku. '' Leon merajuk.


'' Se-ge-ra? '' hanya itu jawaban Willy lalu pergi meninggalkan Leon.


'' Hoe! Hoe ! Ah,dasar. Pergi gitu aja,bener-bener udah mulai berani sekarang. '' gerutu Leon.


*******


" Selamat siang tuan? '' sapa dua orang pria berpakaian serba hitam.


'' Siang. Bagaimana apakah kalian menemukan informasi yang aku butuhkan? '' Adinata menatap kedua orang pria itu serius.


'' Ini tuan,silahkan tuan lihat sendiri. '' salah satu pria itu memberikan sebuah map coklat.


Dengan sigap Adinata membuka map itu dan membacanya. Mata Adinata terbelalak tak percaya dengan apa yang di bacanya. Matanya mulai berkaca-kaca menatap selembar foto yang di pegangnya.


'' Baiklah,terima kasih. Aku akan mentransfer uang yang sudah aku janjikan. Sekarang kalian boleh pergi. Dan tolong jangan sampai ada orang yang tau tentang ini semua. ''


''Baik,tuan. Kami selalu menjaga rahasia orang-orang yang percaya dengan kami. Kami permisi. ''


Dua orang pria itu pun meninggalkan ruang baca Adinata dan di antar keluar oleh pak Kim.


Sebenarnya mereka adalah seorang detektif yang di sewa Adinata untuk mencari asal usul Sheina. Sudah banyak ajudan yang di perintahkannya,namun hasilnya nihil.


'' Ada apa pa? '' tiba-tiba Monic masuk tanpa di sadari oleh Adinata.


'' Ma? Firasat mama selama ini benar. '' ucap Adinata berkaca-kaca.


'' Maksud papa apa? Firasat apa? '' tanya Monic heran,sedikit khawatir saat melihat mata suaminya yang mengembun.


'' Ini lihatlah sendiri. '' Adinata menyerahkan map coklat yang di sedari tadi di pegangnya.


Monic meraih map coklat itu sambil sesekali melirik kearah Adinata dengan tatapan heran,sedangkan Adinata berusaha menahan air matanya yang hampir jatuh.


Dengan perlahan Monic membuka map coklat itu membuka dan membaca lembaran yang di ambilnya. Tangannya membekap mulutnya seakan tidak percaya dengan apa yang di bacanya. Lalu dia kembali membalik lembaran lain dan mendapati selembar foto sebuah keluarga kecil.


'' Pa..? Gadis itu benar anak Widya dan Pras! '' serunya bahagia.


'' Iya,ma. Dia gadis kecil yang kita cari selama ini. ''


Monic bergegas memeluk suaminya dengan haru. Isak tangisnya mulai terdengar pilu.


'' Sejak awal aku sudah merasa kalau dia anak Widya,pa. Senyumannya benar-benar mirip dengan Widya. Huu....?! Akhirnya kita menemukannya,pa. Kita bisa memenuhi amanah dari mereka berdua,merawat dan menjaga putri satu-satunya dengan baik. '' ucap Monic dalam isak tangisnya.


'' Iya,ma. Kita akan menjaganya sekarang. Tapi papa minta mama merahasiakan ini semua dari Leon dan Sheina. Karena jika kita langsung memberitahunya sekarang,papa takut dia akan salah paham. ''


''Salah paham kenapa pa? '' Monic melepas pelukannya.


'' Sebenarnya tidak mudah mendapatkan informasi tentang dia,karena Pras sudah merahasiakan identitas keluarga mereka dari orang-orang yang dulu sangat membenci kinerjanya. Jika kita langsung mengatakan pada Sheina,papa takut dia marah karena tanpa sepengetahuannya,kita sudah mengorek identitasnya. ''


'' Baik,pa? Mama janji tidak akan mengungkit siapa dia. Cukup kita saja yang tahu dan menjalankan amanah dari Pras dan Widya untuk menjaganya. ''


Adinata dan Monic kini merasa lega. Anak sahabatnya yang mereka cari selama ini sudah berhasil mereka temukan. Yang harus mereka lakukan saat ini adalah memenuhi keinginan sahabatnya untuk menjaga putri kesayangannya dan melindunginya dari bahaya apapun.


Willy menunggu Hana di samping mobilnya dengan memainkan ponselnya. Hari ini mereka berencana membeli hadiah pernikahan untuk Sheina dan Leon yang akan di laksanakan dua hari lagi.


'' Hai,Will? '' sapa Hana saat keluar dari lobi kantor.


'' Hai,Sayang? Aku sudah izin sama Leon untuk pulang cepat hari ini untuk antar kamu. ''


'' Hem,iya. Jadi kita beli hadiahnya sekarang? ''


'' Iya. Kamu sudah punya gambaran? Hadiah apa yang tepat buat mereka berdua? ''


'' Belum. Aku juga masih bingung. Bagaimana kalau kita belikan mereka.....? '' Hana membisikkan sesuatu ke telinga Willy.


Willy cekikikan mendengar ide gila dari Hana.


'' Hahaha...! Kamu ini nakal ya? '' Willy memencet hidung Hana.


'' Hihihi...! Aku penasaran bagaimana ekspresi mereka berdua nanti saat membuka hadiahnya. ''


'' Dapat ide gila dari mana coba? ''


'' Ada deh...? Yuk berangkat? ''


'' Okey?! '' Willy tampak geleng-geleng kepala mengingat ide gila yang di bisikkan Hana padanya.


Mobil melaju dengan perlahan membelah jalanan ibu kota yang padat merayap.


Note : πŸ‘‡


Halo,Reader?


Maaf ya kalau lama nggak update,di karenakan sibuk dengan rutinitas harian yang nggak bisa di tinggalkan. Terima kasih buat Reader yang masih mau memberi like dan dukungannya di novel Author😘😘😘 Doa in Author bisa lebih sering update lagi.