
" Willy? " Sheina melongok kan kepalanya ke dalam ruangan Willy.
" Halo sayang? Ada apa mencari ku? Merindukan ku? Hem? " ucap Willy dengan PD nya.
"Ish...?! Ngomong sana sama tembok. " Sheina memanyunkan bibirnya.
"Hahaha,,,?? Kenapa? Sini masuk. "
"Apa kamu sedang sibuk? Aku mengganggumu? " tanya Sheina berjalan masuk ke dalam ruangan Willy.
"Tidak? Aku hanya sedang menyusun rencana kunjungan hari ini. Ada apa? " Willy mengerutkan dahi heran.
"Ow. Nggak ada apa-apa. Tadi Leon ingin bicara sama Hana,dia menyuruhku keluar jadi aku kesini."jawab Sheina tersenyum canggung.
''Oh. Ya sudah kamu tunggu di sini saja,temenin aku. Biarkan mereka berbincang dulu. ''
''Apakah Leon sudah lama kenal dengan Hana? '' tanya Sheina serius.
''Aku tidak tahu persis. Tapi Leon pernah bilang kalau dia dulu adalah temannya saat kuliah di Amerika. '' jawab Willy.
''Hana pernah kuliah di Amerika?? '' Sheina bertanya heran.
''Iya. Hanya saja dia tidak bisa meneruskan kuliahnya di sana lalu dia kembali ke sini dan kuliah di sini. Bukankah kamu teman dekatnya?Kenapa kamu tidak tahu? '' balik tanya Willy.
''Aku belum terlalu lama kenal Hana,sejak pindah ke ibu kota dia orang baik yang aku temui pertama kali di sini. Awalnya dia juga sepertinya tidak terlalu dekat dengan ku,sampai akhirnya kita menjadi teman baik. ''jawab Sheina mengingat.
''Apakah dia tidak pernah cerita tentang kehidupannya? '' tanya Willy.
''Tidak? Dan aku juga tidak pernah bertanya apa-apa tentang dia. Aku hanya tidak ingin dia menganggap ku terlalu mengurusi privasinya. ''
''Kamu memang gadis baik dan sangat santun Shei. Kamu sudah dekat dengan Hana,bagaimana sifatnya? '' tanya Willy.
''Hana baik,dia wanita yang tegar. Aku banyak belajar darinya,bagaimana menjadi seorang wanita yang hidup mandiri. Sikapnya yang penyayang dan lembut membuatku sangat menyayanginya seperti kakak ku sendiri. ''
''Sejauh ini aku tidak pernah melihatnya dekat dengan seorang pria. '' Sheina melirik Willy yang sedang tersenyum mendengar jawabannya.
''Heemm,,,?? '' dehem Willy mengelus dagunya sendiri.
''Kenapa?? Kamu menyukainya?? '' tebak Sheina.
''Hah??Apa?? Oh,tidak?! Apakah aku terlihat menyukainya? '' jawab Willy gugup.
''Bagus kalau kamu tidak menyukainya. Kalau dia sampai suka sama kamu aku yang tidak setuju. '' goda Sheina.
''Maksudmu?! Memangnya kenapa kalau dia suka sama aku? '' sahut Willy kesal.
''Iya.Kalau dia sama kamu pasti Hana tidak akan bahagia. Karena kamu itu tipe pria yang tidak bisa serius. '' pancing Sheina.
" Enak saja?! Aku menyukainya dan aku bakal membahagiakannya. " Willy keceplosan mengaku.
" Kenapa sih kamu mesti ngaku jujur kalau di pancing dulu. Hahaha...?? " tawa Sheina berhasil menjebak Willy.
"Hiisshh,,,!! Dasar jail..!! " seru Willy malu.
"Hahaha..?! " Lihat mukamu seperti tomat rebus. " ucap Sheina sambil terus tertawa.
"Diamlah?! Jangan menertawakan aku. " Willy cemberut.
"Oke,oke,,,? Maafkan aku. Hahaha..?! " seru Sheina masih terus tertawa.
Ponselnya berdering,Sheina segera mengangkatnya menjauh dari Willy yang masih setia dengan muka kusutnya. Tapi bagi Willy melihat tawa Sheina seperti itu ada rasa bahagia tersendiri. Karena dia berharap dia bisa melihat tawa bahagia Sheina terus,hati kecilnya berkata dia akan selalu melindunginya dan tidak akan membiarkan tawa itu berubah jadi tangis ataupun kesedihan. Willy merasa dia menyayangi Sheina layaknya seorang kakak yang ingin melindungi adik perempuannya dari hal apapun.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️