
'' Asal kamu tahu aku bisa memberikan mu apapun yang kamu mau! Tapi kamu lebih mempercayai pria lain daripada kekasih mu sendiri dan lari mencari mereka di banding mencari ku!! Jika kamu berada di posisi ku? Apakah kamu bisa memaafkan ku!! '' bentak Leon. Rahangnya mengeras menahan marah.
''Praaaaankk,,,,!!! ''
Leon melempar gelas kaca ke dinding.
Vallery memejamkan matanya,jantungnya berdetak kencang,keringat dingin mulai mengalir di dahinya.Takut.
''Coba kamu pikir!! Bagaimana perasaan ku,melihat kamu bermanja dengan pria lain di depan mata ku!! Dan sekarang kamu bilang kalau aku sangat mencintaimu!! Hahaha,,,!! Pikiran konyol macam apa yang kau pikirkan?! Hah !! ''
''Aku tahu Leon,kamu pasti merasa sangat sakit,kamu kecewa pada ku. Karena itu aku memohon maaf padamu. Aku ingin menebus semua kesalahan ku. Kita bisa memulainya dari awal dan aku akan selalu ada buat kamu,aku akan selalu di sampingmu. '' suara isak tangis Vallery semakin pilu.
''Apa?! Memulai dari awal?! Apa kamu sudah tidak waras atau kau masih terlelap dalam mimpi-mimpi mu? Aku lebih baik memulai kehidupan ku dari awal dengan wanita lain dari pada dengan wanita murahan seperti kamu!! "
"Cukup,Leon?! Tolong jangan katakan itu lagi. " Vallery bersimpuh di kaki Leon.
"Aku memang salah,aku mohon maaf padamu. Beri aku satu kesempatan sekali lagi. "
" Memberimu kesempatan?! Jangan mimpi?! " Leon menarik kakinya menjauh dari Vallery.
Vallery kembali berdiri,menatap Leon pilu. Matanya mulai sembab karena menangis.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa memaafkan ku Leon? Harus dengan cara apa kamu mau memaafkan ku? " Vallery menutup muka dengan kedua tangannya sambil terisak.
"Kembalilah ke Perancis. Aku tidak ingin melihatmu lagi ada di sini. "
Setelah mengatakan itu,Leon lalu melangkah pergi meninggalkan Vallery yang masih terisak. Angannya untuk bersama Leon kembali,kini telah sirna dan itu semua karena dirinya. Kesalahan yang sangat fatal itulah yang membuatnya tak menginginkannya lagi.
...****************...
"Akhirnya,kunjungan ini selesai juga. '' ucap Sheina meregangkan otot-ototnya.
''Capek? '' Willy memasang seatbelt.
''Iya. Capek banget. Pengen cepat balik terus istirahat. ''
''Ya sudah kita kembali ke kantor. Biar nanti aku izinin Leon buat kamu pulang lebih awal,biar bisa istirahat. '' Willy mulai mengemudikan mobilnya.
''Nggak usah Will. Kurang beberapa jam lagi juga waktunya pulang kantor. ''
''Iya deh. '' Sheina menyenderkan kepalanya ke sofa mobil dan mulai memejamkan matanya. Tak butih waktu lama kemudian Sheina sudah merangkai mimpi.
Willy yang tadi fokus mengemudi melirik ke arah Sheina yang terlihat pulas,saat berhenti di lampu merah. Willy melepas jasnya dan menyelimutkannya pada Sheina.
''Baik-baik ya anak manis. '' bisik Willy menoel pucuk hidung mancung Sheina.
Setelah itu kembali fokus mengemudi karena lampu lalu lintas sudah berganti menjadi warna hijau. Hari ini memang benar-benar melelahkan, mereka berdua mengunjungi 3 kantor anak perusahan sekaligus. Mengikuti rapat dan presentasi pemimpin dari masing-masing perusahaan.
Bagi Willy itu bukanlah apa-apa,karena Willy sudah terbiasa melakukan pekerjaan seperti ini,tapi bagi Sheina itu sangatlah menguras tenaga.
Dulu Willy bahkan pernah menggantikan Adinata melakukan kunjungan di dalam dan di luar negeri. Harus bolak balik naik pesawat dalam satu hari. Tapi dia selalu menikmati pekerjaannya itu meski terlalu ekstrem karena perpacu dengan waktu dan menguras banyak tenaga.
Leon memasuki lobi perusahaanya,kembali dari urusannya bersama Vallery. Langkahnya terhenti di meja resepsionis.
''Apakah tuan Willy sudah kembali? '' tanya Leon dengan wajah datarnya.
''Maaf,belum tuan. '' jawab mereka ramah.
''Baiklah. '' Leon melangkah menjauh hendak menuju lift. Tapi matanya menyapu keluar melihat sebuah mobil alphard warna hitam memasuki halaman kantornya. Jelas dia mengenali mobil itu. Ya itu mobilnya yang di bawa Willy melakukan kunjungan.
Leon mengurungkan niatnya untuk kembali ke ruangannya. Dia melangkah keluar menuju mobil itu terparkir. Entah kenapa dia ingin sekali secepatnya melihat Sheina.
''Kamu sudah kembali? Bagaimana kunjungannya. '' Leon melangkah menghampiri Willy yang baru keluar dari mobil.
''Apakah kamu menyambut ku? Terima kasih tuan muda sudah merepotkan mu. '' canda Willy.
''Cih! '' Leon memalingkan mukanya. '' Mana Sheina? Bukankan dia tadi bersamamu? '' tanya Leon saat mendapati Willy keluar mobil sendiri.
''Masih di dalam mobil,tidur. Mungkin karena kecapekan. '' Willy berlari kecil mengitari mobil dan membuka pintu mobil hendak membangunkan Sheina.
''Jangan kamu bangunkan dia,biarkan saja dia tidur.''
Leon berjalan mendekati Willy,lalu mendorong tubuh Willy ke arah samping dan langsung menggendong tubuh Sheina ala bridal style dan membawanya masuk ke kantor.
Willy terkejut dengan sikap Leon. Segera dia menutup pintu mobil dan menguncinya. Dia berlari mengikuti Leon dari belakang.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️