Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB 23



'' Apa kamu mengkhawatirkannya tuan. '' tanya Willy mengulum senyum.


Leon melirik tajam ke arah Willy yang menggodanya.


''Aku hanya berbaik hati menawarinya. Itupun kalau dia mau. ''


"Sepertinya kamu sudah mulai menyukai gadis kecil ini Leon,karena aku tak pernah melihatmu perhatian pada wanita lain selain perempuan j***ng itu. Dan juga kamu bersedia membawanya ke restauran yang kau bangun dari idemu sendiri,yang bahkan kau rahasiakan dari kekasihmu sendiri. " batin Willy,menyuapkan makanan ke mulutnya.


''Aku tidak akan mengulang ucapan ku untuk yang kedua kalinya. '' kata Leon melanjutkan makannya.


''Sudahlah,kesinilah makan. Anggap saja kamu ikut mencicipi makanan ini. '' hasut Willy.


Sheina pun akhirnya mendekat ke arah meja makan meraih sendok dan garpu yang ada di depannya. Menatap makanan satu persatu,makanan mana yang akan ia cicipi terlebih dahulu.


''Coba ini?! '' Willy menaruh irisan steak daging sapi yang tadi sengaja dia potong dan memberikannya pada Sheina.


''Terima kasih sekretaris Willy. '' ucap Sheina tersenyum ramah. Lalu memakan irisan daging sapi itu.


Willy membalas dengan senyuman,lalu melirik ke arah Leon yang diam-diam memperhatikan apa yang dia lakukan tadi pada Sheina.


BINGO!! Tepat sekali dugaan Willy,Leon nampak begitu kesal dan marah,saat dia memberikan potongan steak itu pada Sheina. Itu terlihat dari bagaiman sikapnya yang yang terlihat gusar.


''Bagaimana? Apakah steak ini enak? '' tanya Willy.


''Em? Iya sekretaris Willy. Daging steak ini begitu lembut sekali. Enak sekali. '' jawab Sheina dengan mulut tak berhenti mengunyah.


''Maaf,ujung bibirmu kotor terkena saus steak. '' ucap Willy mengelap ujung bibir Sheina dengan tisu.


''Hem?Terima kasih. '' jawab Sheina meraih tisu dan melapnya sendiri.


Willy kembali melirik ke arah Leon. Willy hanya berpikir jika sikapnya pada Sheina ini bisa membuatnya marah atau kesal,berarti tebakan Willy benar,Leon sedang cemburu. Dan benar saja,Leon terlihat kembali begitu kesal.


''Aku sudah kenyang. Kalian lanjutkan saja makannya. Aku mau ke toilet sebentar. '' Leon beranjak dari duduknya dan melempar pisau yang tadi di pakainya memotong steak ke atas piring.


Sheina sempat terkejut saat Leon meletakkan pisaunya dengan keras.


''Ada apa dengan tuan Leon,sekretaris Willy? ''


''Hahaha,,,? Tidak apa-apa,mungkin dia memang sudah kenyang,kamu teruskan makan mu. Aku juga mau ke toilet sebentar. '' Willy beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan itu.


''Ada apa dengan mereka berdua? Ah,sudahlah aku akan makan ini satu persatu. '' gumam Sheina melanjutkan makannya.


''Sial,,,!! Ada apa dengan ku hari ini! " ucap Leon kesal sesaat setelah sampai di toilet.


Dia menatap wajahnya di cermin dengan mengeratkan rahangnya. Jantungnya berdetak tak beraturan dan pikirannya kacau.Leon lalu mencuci mukanya,meredam rasa kesal yang bergejolak di dadanya.


"Apakah tuan muda marah? " tanya Willy tiba-tiba yang datang tanpa suara.


Leon menoleh ke cermin. Terlihat pantulan tubuh Willy yang berdiri di belakangnya. Leon memutar badannya menghadap Willy.


''Aku? Aku ingin cuci tangan,tua muda. '' jawab Willy tersenyum simpul. Mendekat ke arah Leon,hendak mencuci tangannya tapi baru mengulurkan tangan di depan kran,Leon dengan sigap memukul wajah Willy hingga terjerembab ke tembok. Willy yang tau akan kekesalan Leon mencoba untuk mendinginkan suasana.


'' Ada apa dengan mu,Leon! Kenapa kamu memukulku! '' ucap Willy keras.


Leon segera melepaskan cengkeraman tangannya di kerah baju Willy dan hampir memukulnya lagi.


''Willy? Aku? '' ucap Leon tertahan melihat sudut bibir Willy yang mengeluarkan darah.


''Aku tahu kenapa kamu marah. Hahaha,,,? '' Willy terkekeh.


Leon menatap tajam Willy yang masih bisa tertawa,padahal ujung bibirnya nyaris robek karena pukulannya.


''Apakah kamu gila?! Kenapa tidak menghindari pukulan ku?! ''seru Leon geram.


''Aku tahu kamu marah karena cemburu padaku. ''


''Omong kosong apa yang kamu katakan. '' elak Leon.


''Kamu marah karena akhir-akhir ini aku dekat dengan gadis kecil itu,bukan? Apa kamu menyukainya? Kamu marah karena aku tadi memberikan potongan steak itu padanya,yang seharusnya kamu yang memberinya. ''


''Hah! Konyol! Siapa yang suka sama dia. '' Leon merapikan jasnya kembali.


''Aku hanya menganggapnya seperti adikku sendiri,tidak lebih. Tapi aku juga akan melindungi dia dari orang-orang yang menindasnya,meskipun itu adalah kamu. '' tegas Willy,dia keluar terlebih dahulu setelah membersihkan darah yang ada di sudut bibirnya.


'' Aku tidak menyukainya! '' teriak Leon yang berhasil menghentikan langkah Willy.


''Karena di hatimu masih ada perempuan itu kan?! Kamu akan mendapat jawabannya sendiri setelah tau kebenaran seperti apa dia sebenarnya. ''


Leon tersentak mendengar perkataan Willy. Tatapan tajamnya menyapu dimana Willy berdiri,tapi sosok itu sudah tidak ada di hadapannya. Leon berusaha menenangkan amarah yang bergejolak di dadanya. Lalu kembali ke ruangan VIP nya.


Sheina terlihat begitu khawatir saat melihat lebam biru di ujung bibir Willy.


''Sekretaris Willy,apakah benar-benar tidak apa-apa?Bagaimana bisa seperti ini,tadi kan baik-baik saja. ''


Leon masuk dengan wajah kesalnya tapi bersikap biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


''Tadi aku bertemu dengan seseorang yang salah paham,mengira aku menyukai gadisnya. Karena cemburu dia langsung memukulku. '' ucap Willy berbohong. Sebenarnya itu kenyataan,hanya saja Willy berbohong saat menjelaskan pada Sheina.


''Keterlaluan sekali?! Kenapa main pukul saja? Harusnya kan bisa bertanya baik-baik dulu. '' geram Sheina.


''Ya mana aku tahu. Mungkin memang aku lagi apes saja hari ini. '' jawab Willy dengan senyum jailnya.


Mendengar umpatan-umpatan Sheina,perasaan Leon kembali tenang. Umpatan yang sebenarnya di tujukan padanya tidaklah membuatnya marah,justru membuatnya senang. Karena bagi Leon melihat Sheina kesal ada kesan tersendiri di hatinya. Ya,Sheina begitu menggemaskan baginya kalau sedang marah-marah.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️