
'' Apa...!!! Menikah? Gila !! Ini nggak mungkin! '' teriak Vallery saat menerima panggilan telpon yang menjelaskan informasi tentang pengintaiannya.
" .... "
" Baiklah. Kalian terus selidiki. Gali informasi tentang tuan Leon Adinata. "
" Tuut,,,,,tuutt,,,,tuutt,,," Vallery memutuskan sambungan telpon sepihak.
'' Aku harus segera menemui Leon. Nggak! Dia nggak boleh menikah dengan gadis kampung itu!! '' umpatnya kesal.
Tanpa basa basi lagi Vallery langsung mengambil tas dan juga jaketnya,berniat menemui Leon langsung ke kantornya. Karena percuma jika dia harus menghubunginya dulu,sudah hampir satu tahun ini,Leon telah memblokir semua nomer telponnya.
Dengan tekat bulatnya dia menghentikan taksi dan pergi menuju Adt.Group menemui Leon.
Dengan perasaan kesal dan penuh amarah dia mulai merencanakan sesuatu untuk tetap bisa dekat kembali dengan Leon.
'' Permisi? Aku ingin bertemu dengan tuan Leon. '' ucap Vallery dengan resepsionis kantor Adt.Group.
'' Maaf? Apakah sudah membuat janji sebelumnya? Karena tuan muda berpesan harus ada janji dulu baru bisa bertemu. '' jawab resepsionis wanita itu dengan sopan. Mereka tidak mengenali Vallery,karena demi menemui Leon dia sedikit merubah penampilannya.
'' Tadi aku sudah menelponnya dan dia bilang aku di suruh kemari. '' Vallery berbohong.
'' Oh? Baiklah,kalau begitu silahkan naik ke lantai 20 nona,dari lift jalan lurus sudah sampai di ruangan tuan muda. '' jawab sang resepsionis.
'' Terima kasih. '' ucap Vallery melenggang pergi menuju lift.
Dengan dada berdebar Vallery berjalan menuju ruangan Leon. Sebelumnya dia mengintip ke ruangan Willy yang nampak kosong. Vallery tersenyum sinis. Lalu kembali berjalan menuju ruangan Leon dan dengan segera mengetuk pintu kaca tanpa ragu.
'' Masuk..!! '' jawab Leon saat mendengar ketukan pintu.
Vallery mendorong pintu itu dengan perlahan. Dan terlihat sosok gagah berdiri menghadap ke arahnya.
Leon terlihat memicingkan matanya,memperjelas pandangannya,tapi tak mengenal orang di depannya.
'' Selamat siang tuan Leon. '' ucap Vallery dengan lembut.
'' Selamat siang? Siapa kamu? '' tanya Leon masih penasaran. Mengamati wanita di depannya dan mengingat apakah dia ada janji dengan klien atau rekan kerja dari luar kantor.
Vallery menatap ruangan yang hampir satu tahun ini tak pernah di kunjunginya ini. Melayangkan pandangan dari arah depan sampai seluruh ruangan. Seperti sedang mencari seseorang. Senyumnya langsung mengembang setelah dia tak mendapati sosok yang di maksud.
'' Apa semudah itu kamu melupakan aku sayang? '' Vallery membuka kacamata hitam dan juga wig yang merubah penampilannya agar tidak di kenali orang-orang Adt.Group yang pernah mengusirnya dulu.
'' Kamu..!! '' Leon tercekat melihat wanita di depannya. '' Sedang apa kamu di sini! ''
'' Maaf? Mungkin hanya dengan cara seperti ini aku bisa menemui mu,Leon. Aku sudah tidak bisa menghubungimu lagi. ''
''Lalu setelah kamu bisa menemui ku? Apa yang kamu inginkan?! ''
'' Leon? Aku sangat merindukanmu. Aku rela tidak kembali ke Prancis dan meninggalkan semua impian ku karena aku ingin kita bisa bersama seperti dulu. ''
'' Heh! Bersama seperti dulu? Mimpi!! Aku sudah menemukan kebahagian ku yang tak pernah aku dapatkan darimu dulu. Jadi? Kenapa Aku harus kembali bersamamu? Menghancurkan perasaan ku sendiri?! '' seru Leon geram.
'' Leon? Aku sudah minta maaf padamu dan meninggalkan semua karena kamu. Apakah kamu tidak bisa memaafkan aku. '' mata cantik itu mulai berkaca.
'' Aku sudah memaafkan mu? Tapi jika kamu meminta ku kembali padamu,aku tidak bisa! Pergilah,sebentar lagi kekasih ku akan kembali. Aku tidak ingin dia salah paham dengan ku karena kamu di sini. ''
'' Sejak kapan kamu menyukainya? Apakah sejak aku tidak ada di sini? Selama aku tidak di sisimu? ''
'' Sejak aku membenci penghianatan mu! '' bentak Leon.
Vallery memejamkan matanya mendengar bentakkan orang yang pernah mencintainya dulu. Sikap lembutnya dulu telah berubah menjadi kasar dan dingin padanya.
'' Aku masih mencintaimu Leon? Maafkan aku dan semua kesalahan ku dulu. ''
'' Pergilah? ''
'' Tidak! Aku akan tetap berada di sini sampai kamu mau kembali padaku lagi! ''
'' Kamu gila! Bersujud pun kamu di sini aku tak akan pernah memenuhi permintaan mu itu! ''
Vallery menatap nanar ke arah Leon,tapi di dalam hatinya dia akan tetap teguh mendapatkannya kembali. Vallery berjalan mendekat ke arah Leon yang membuang muka menghindari tatapan Vallery.
Tiba-tiba Vallery memeluk pinggang Leon dari belakang. Membuat Leon kaget di buatnya. Leon mencoba melepaskan pelukan Vallery tapi sia-sia, pelukan Vallery jauh lebih kuat.
'' Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku,Leon. Aku masih sangat mencintaimu. ''
'' Lepaskan aku,Val! Aku tak pernah meninggalkanmu tapi kamu sendiri yang membuatku,meninggalkanmu! '' geram Leon.
'' Maafkan aku? Aku benar-benar menyesal,Leon? Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku padamu. '' Vallery menangis.
'' Lepaskan,Val! Atau aku akan memanggil scurity untuk mengusir mu dari sini ! '' gertak Leon.
'' Tidak! Aku tidak peduli jika aku akan di usir sekalipun. '' kekeh Vallery.
'' Ehem! Sayang...? '' panggil Sheina lembut.
Suara itu seketika membuat Leon mematung. Pelan dia menoleh ke arah asal suara itu,begitupun Vallery. Dia langsung melepas pelukannya pada Leon.
'' Aku kembali. Kamu sedang ada tamu? '' Sheina tetap dengan senyuman manisnya,meskipun tadinya dia sempat merasa sakit hati melihat Leon di peluk Vallery.
Sheina berjalan mendekat ke arah Leon yang masih berdiri mematung.
'' Shei? Aku bisa jelasin ini tidak.....? ''
'' Sayang? Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau hari ini kamu ada tamu? '' Sheina melirik ke arah Vallery.
'' Bukankah ini nona Vallery kekasihmu dulu,sayang? Eemm? Maksud aku mantan kekasih. Halo? Apa kabar? ''
Leon masih tercengang mendengar panggilan Sheina padanya yang begitu lembut,bahkan dia juga tidak terlihat marah saat mengetahui dirinya di peluk mantan kekasihnya.
'' Halo,kabar baik. '' sahut Vallery datar.
'' Sayang apakah kalian sudah selesai dengan urusan kalian? Bukankah hari ini kita akan mengunjungi butik untuk memilih baju pengantin? ''
'' Hem? Aku sudah selesai dengan urusan ku. Sebaiknya kita pergi sekarang. '' Leon mulai mengimbangi sikap Sheina.
'' Maaf, nona Vallery. Sebaiknya sampai di sini dulu pertemuan kalian. Karena kita juga mau keluar,jadi silahkan nona juga pergi. '' masih dengan senyum lembutnya mengusir secara halus.
Dengan tatapan kesalnya,tanpa berkata apa-apa Vallery meraih kacamata serta tasnya pergi meninggalkan ruangan Leon,membanting pintu dengan kasarnya.
Leon menatap Sheina yang bergelayut manja pada lengannya. Seulas senyum mengembang di bibirnya. Sheina melepas pelukannya dan menata kembali perasaannya.
'' Maaf? Aku tidak tahu kalau dia datang kemari. Karena aku tadi awalnya juga tidak bisa mengenalinya karena dia berpenampilan berbeda. Aku akan berbicara pada orang bawah agar lebih waspada lagi. ''
'' Mereka tidak bersalah Leon? Karena mereka juga tidak mengetahuinya. Jika mereka tahu pasti mereka tidak akan mengizinkannya ke atas. ''
'' Leon? Emm? Panggilan mu yang tadi saat ada dia,jauh lebih lembut. '' goda Leon.
'' Panggilan? Panggilan apa? ''
'' Sayang? ''
Sheina mengingat bagaimana sikapnya tadi pada Leon. Wajahnya memerah seketika karena malu.
'' Tadi aku hanya reflek saja,karena kamu di peluk sama dia. '' jawabnya.
'' Kenapa? Kamu cemburu? Hem? '' tanya Leon.
''Apa? Enggak kok. Siapa juga yang cemburu. '' elak Sheina.
'' Hahaha,,,? Mukamu merah. '' goda Leon.
'' Ah!! Leon...!! Jangan mulai lagi deh! '' teriak Sheina kesal.
'' Aku ingin kamu terus memanggilku seperti itu. Bisakan? ''
'' Enggak! ''
'' Please..?? '' rengek Leon.
'' Enggak...!! '' seru Sheina.
'' Kalau nggak mau aku cium kamu aja. ''
'' Jangan...!! I - Iya deh,aku panggil kamu begitu. Tapi ingat ya kalau kita pas berdua aja. ''
'' Kenapa? '' Leon mengernyitkan keningnya.
'' Ya nggak apa-apa. ''
'' Hem? Baiklah. Coba panggil aku sekali lagi. '' pinta Leon.
'' Leon? Eh,em? Sayang. '' ucap Sheina malu - malu.
Leon tersenyum senang dan langsung memeluk Sheina mesra. Kali ini dia benar-benar mendengar panggilan itu jauh lebih tulus dari sebelumnya.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
**HAPPY READING....
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA DENGAN VOTE ,LIKE & KOMEN,,,,
TERIMA KASIH ☺️☺️☺️**