Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB. 38



Leon merasa senang saat Sheina menggandeng tangannya mesra. Dia berharap ini bukan hanya pura-pura,melainkan bisa menjadi nyata. Gadis manis di sampingnya,yang memeluk lengannya manja menjadi istrinya. Sungguh,membayangkan saja sudah bisa menghangatkan hati dan perasaannya.


''Maaf ya Leon. '' Sheina melepaskan lengan Leon saat merasa aman tidak akan ketauan ibu-ibu tadi kalau mereka hanya berpura-pura menjadi suami istri.


''Aku lihat ibu-ibu tadi genit banget sama kamu. Jadi aku pura-pura jadi istri kamu.Hihihi,,? ''


''Andaikan beneran kamu jadi istri aku dan bukan pura-pura. Aku pasti bahagia sekali Shei. " batin Leon.


''Iya,nggak papa. Kamu sudah selesai belanjanya? ''tanya Leon,canggung.


Sheina menganngukkan kepalanya. Lalu menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya.


''Total semuanya 250 ribu,nyonya. '' ucap mbak-mbak kasir.


''Biar aku saja yang membayarnya. '' ucap Leon menyerahkan kartu atmnya.


''Jangan Leon,biar aku sendiri saja. '' bantah Sheina.


''Udah nggak apa-apa. '' jawab Leon datar.


Sheina menjadi ciut saat melihat wajah Leon yang berubah dingin.


''Kalian pengantin baru ya? Nyonya ini gimana sih,suami yang bayar kan wajar? '' sahut mbak kasir sambil tersenyum ramah.


''Bukan mbak kami,,,,,,?'' Sheina tak meneruskan kata-katanya.


''Nggak apa-apa mbak. Istri saya ini memang sudah terbiasa mandiri jadi masih canggung dengan uang suami. '' jawab Leon tersenyum jail.


''Oh,benar-benar wanita yang istimewa ya tuan. Nah ini kartu dan struk belanjaan anda dan ini belanjaannya tuan,nyonya. Terima kasih sudah belanja di sini. ''


''Terima kasih ya mbak. '' ucap Sheina saat tangannya di gandeng Leon melewati meja kasir.


''Sama-sama. Semoga cepat dapat momongan ya tuan,nyonya. '' imbuh mbak kasir.


Leon kembali tersenyum senang mendengar ucapan mbak kasir tadi seperti sebuah doa untuknya saja. Sheina yang di gandeng hanya tersenyum paksa berjalan di belakang Leon bergandengan tangan. Banyak yang memperhatikan mereka dengan tatapan kagum.


''Leon kita sudah di luar,bisa tolong lepaskan tanganmu? Tangan ku sakit,kamu terlalu kencang menggenggamnya.


Leon terkejut dan langsung melepaskan tangan Sheina. '' Maaf Shei,aku nggak sengaja. ''


''Iya. Aku ngerti kok. Oh ya,yuk pulang? '' ajak Sheina.


Leon meletakkan belanjaan Sheina di bagasi mobilnya. Dan segera mengantar Sheina kembali ke rumahnya.


...****************...


''Han? Apakah kamu sudah punya cowok? '' tanya Willy saat mereka sedang asyik makan di sebuah restauran.


Hana menghentikan suapannya,lalu meminum lemon tea yang ada di depannya.


''Memang kenapa Will? Aku nggak ada cowok dan juga belum kepikiran punya cowok. '' jawab Hana.


''Aku ingin jujur sama kamu,Han. Dari pertemuan kita di ruangan Leon dulu,aku sudah menyukaimu hanya saja aku belum berani bilang. '' ucap Willy serius.


''Uhuk,,,uhuukk,,,!!'' Hana tersendak mendengar pengakuan Willy. Seorang sekretaris big bos sedang mengutarakan perasaan padanya.


''Han,kamu nggak apa-apa? Pelan-pelan dong minumnya. '' Willy menepuk punggung Hana pelan.


''Udah,aku nggak apa-apa Will. Aku hanya kaget saja dengan pengakuanmu. ''


Willy kembali duduk,menatap serius ke arah Hana yang masih menunduk menghindari tatapan Willy.


Hana bingung mau menjawab bagaimana,sedangkan perasaanya sendiri juga masih ragu antara suka atau hanya sekedar mengagumi. Karena bagi Hana Willy memang lah pria tampan yang mungkin akan bisa dapat dengan mudah mendapatkan perempuan.


''Kalau kamu masih ragu,nggak perlu jawab sekarang Han. Atau kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa. Setidaknya aku sudah mengatakan perasaan ku padamu. Kan kita masih bisa berteman. '' Willy mengaduk-aduk minumannya.


Hana menghela napas panjang dan menghembuskannya pelan.


''Kasih aku waktu untuk berpikir ya Will? Karena ini masalah hati,aku hanya tidak mau melukai perasaanku sendiri atau pun perasaan orang lain. Nanti kalau aku sudah benar-benar yakin aku pasti kasih kamu jawabannya. ''


'' It's okey. '' Willy tersenyum lega.


Hana membalas senyuman itu. Mereka melanjutkan makan sambil ngobrol,masih terlihat canggung tapi mereka tetap pada komitmen masing-masing.


...****************...


Setelah mengantar Sheina belanja dan pulang ke rumahnya. Leon bergegas kembali pulang ke mansionnya.


Pak Kim menelponnya agar segera kembali ke mansion karena ada hal yang mendesak untuk di bicarakan.


''Hem. '' Leon bergegas masuk ke dalam rumah.


Pak Kim mengikuti tuan mudanya itu dari belakang menuju kamar dengan tergesa-gesa.


''Pak Kim kenapa tidak menghubungiku dari tadi sore! '' seru Leon membuka pintu kamar dan melempar tas kerjanya ke ranjang.


''Maaf tuan muda,saya sudah menghubungi tuan muda dan juga tuan Willy tapi tidak di angkat.


******** Flashback **********


''Kriiing,,,, ''


''Kriiing,,,, ''


Telpon rumah besar Adinata berbunyi nyaring,saat orang-orang sedang sibuk melakukan pekerjaannya. Pak Kim yang sedang membersihkan ruangan dengan para pelayan segera menghampiri meja telpon yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


''Hallo selamat sore? Dengan siapa? ''


''Pak Kim ini aku,apakah Leon sudah pulang? "


''Oh Nyonya? Tuan muda belum pulang,nyonya. Mungkin masih kerja. Ada apa nyonya? Kenapa nyonya terdengar sangat panik? ''


''Pak Kim? Tolong kamu telpon Leon atau Willy untuk segera ke Amerika penerbangan hari ini juga. Adinata kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit akan segera operasi. "


''Astaga tuan besar?! Baik nyonya. Saya akan segera menghubungi tuan muda. '' pak Kim mengakhiri panggilannya.


Dia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Leon. Beberapa kali ponsel Leon di hubungi juga tidak di angkat. Lalu pak Kim menghubungi ponsel Willy. Sama saja tidak di angkat. Pak Kim menghubungi kantor,tapi tidak terhubung yang berarti memang kantor sudah tutup.


Pak Kim benar-benar panik. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi ponsel dua pemuda ini sangat susah di hubungi.


Setelah mencoba beribu kali ponsel Leon pun tersambung.


''Hallo pa Kim ada apa? Aku sedang di jalan. ''


''Tuan muda akhirnya di angkat juga. Tuan muda cepatlah pulang,tadi sore nyonya memberi kabar kalau tuan besar mengalami kecelakaan dan meminta tuan muda segera ke Amerika dengan penerbangan malam ini juga. "


"Apa? Papa kecelakaan? Kenapa baru memberitahuku sekarang?! Issh,,!! ''


Leon mematikan panggilannya membuangnya ke jok samping,tanpa mendengar penjelasan dari pak Kim dan segera tancap gas pulang ke rumah besar.


******** FlashBack Off **********


''Hubungi Willy untuk segera menyiapkan jet pribadi agar aku bisa segera ke Amerika. '' titah Leon.


''Tuan Willy sudah dalam perjalanan ke bandara tuan muda menyiapkan segala sesuatunya untuk tuan muda. '' jawab pak Kim.


'' Baiklah. Aku akan segera menyusulnya ke bandara. ''


Setelah mengganti bajunya Leon segera menyuruh sopir pribadi keluarganya untuk mengantarkannya ke bandara.


Satu jam perjalanan,Leon telah sampai di bandara. Di sana Willy sudah menunggu kedatangannya.


'' Bagaimana Will? '' tanya Leon.


''Sudah siap. Kamu berangkatlah,aku akan di sini menghandle semua pekerjaanmu di perusahaan. Salam buat tante Monic. Maaf aku tidak bisa menemanimu ke sana. '' jawab Willy.


''Baiklah. Kalau gitu aku berangkat dulu. ''


''Jangan lupa menghubungiku setelah sampai di sana. ''


Leon mengangguk lalu menuju ke pesawatnya untuk segera lepas landas menuju Amerika.


Willy lalu kembali ke mobilnya dan segera melaju pulang ke apartementnya untuk menyiapkan jadwal ke perusahaan besok.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Happy Reading....


Jangan lupa tinggalkan jejak ya,,,


👉 Vote


👉 Like


👉 komen