
Kantin kantor lumayan rame hari ini karena memang lagi ada menu baru.
Ada tiga orang gadis sedang celingukan mencari tempat duduk yang kosong. Mereka adalah Sheina, Via dan Hana.
''Di sana sepertinya kosong. '' ucap Hana menunjuk meja yang kosong tak bertuan.
'' Ayo? Aku udah nggak sabar menikmati menu baru itu. Kata Diana yang pernah coba menu ini di kotanya rasanya enak. '' celoteh Via.
''Sebenarnya aku juga pernah coba waktu jaman kuliah dulu,beneran enak tapi dulu waktu di Bandung. '' sahut Hana.
Sheina hanya menjadi pendengar setia mereka berdua. Wajar saja karena Sheina hanya tau makanan enak itu adalah makanan favoritnya yaitu nasi masakan padang.
''Memangnya kalian mau sampai kapan membayangkan makanan itu rasanya enak, kalau belum mencobanya? '' tanya Sheina dengan polosnya.
''Ya ampun! Kok kamu nggak ingetin dari tadi sih.'' Via memukul jidatnya karena lupa tidak memesan.
'' Bagaimana aku mau ingetin, aku aja nggak tau kalian mau makan apa dan menu barunya apa? Aku ke sini kan cuma ngikut aja. '' Sheina cengar cengir.
''Ya udah biar aku sama Via yang pesenin deh,kamu minum apa Shei? '' Hana bertanya.
''Seperti biasa Han, es jeruk nipis. '' jawab Sheina.
''Oke. '' Hana pun meninggalkan Sheina menyusul Via memesan makanan.
Ruang big bos,,,,
''Tuan muda Leon? Ini saatnya makan siang. '' Willy mengingatkan.
''Hm! '' jawab Leon masih sibuk dengan berkasnya.
Lalu mendongakkan kepalanya menatap sekretarisnya, Willy.
''Belikan saja aku makanan dan bawa ke sini. Aku lagi malas keluar, karena aku harus menyelesaikan ini semua hari ini. '' titah Leon.
''Baiklah tuan muda. Anda ingin makan apa biar saya pesankan. '' tanya Willy sopan.
'' Bisakah kamu jangan terlalu formal di ruangan ku. Aku muak mendengarmu memanggil ku tuan muda,tuan muda dari tadi?! Dan itu tadi barusan apa? Anda, saya?! '' Leon memicingkan matanya ke arah Willy.
''Hahaha?! Okey baiklah. Mau makan apa, Leon?! '' Willy kembali bertanya.
'' Terserahlah yang penting bisa di makan. '' jawab Leon kembali fokus dengan berkasnya.
''Ooh,kalau begitu aku belikan makan siangmu dulu.''
Willy pun pergi meninggalkan ruangan Leon. Saat berjalan melewati meja karyawan lain, Willy menangkap obrolan mereka yang sepertinya baru selesai makan siang.
'' Iya,bener banget menu baru di kantin kantor rasanya enak banget. Jadi rindu makanan kota kelahiran. '' ucap seseorang yang meja kerjanya tak jauh dari ruang kerja big bos.
''Menu baru? Benarkah seenak itu? '' batin Willy. Dia pun berpikir membelikan makanan itu untuk Leon. Willy dengan gaya santainya pun menuju kantin kantor yang baru kali ini ia kunjungi.
''Heh, ada tuan Willy sekertaris tuan muda Leon. '' ucap salah satu wanita dari sekian banyak karyawan yang sedang makan di kantin.
Serentak karyawan yang ada di kantin berdiri dan memberi hormat kepada Willy, termasuk tiga gadis yang sedari tadi menikmati makanan yang di pesannya.
Willy sedikit kaget dengan sikap karyawan ini yang terlalu berlebihan baginya. Lalu dia mengangkat telapak tangannya, dan benar saja karyawan itu kembali duduk menikmati makan siang dengan tenang.
'' Tuan Willy tampan sekali? Lalu kenapa dia kemari? Apakah dia juga makan di sini juga?'' tanya Via yang tak melepaskan pandangannya dari Willy.
'' Iya,mana mungkin sekertaris hebat seperti dia mau makan makanan kaum jelata. '' dengus Hana.
Sheina mengikuti arah pandangan kedua temannya. Karena merasa heran dengan pembicaraan mereka berdua.
'' Bagaimanapun dia juga manusia, seperti kita. Kalau dia ke kantin pasti dia lagi lapar pengen makan. '' sahut Sheina asal.
''Hustt,, ?! Jangan kenceng kenceng ngomongnya. Udah gih cepetan habisin makannya lalu kembali kerja. '' Hana memperingati.
''Hu, um. '' sahut Via yang piringnya sudah kosong duluan.
Mereka bertiga akhirnya menyelesaikan makan siangnya dan bersiap kembali ke tempat kerjanya. Hingga sampai ada seseorang yang memanggil.
''Hei kamu. '' ucap orang itu dengan nada dingin.
Sontak mereka bertiga pun berbalik badan menghadap si pemanggil.
'' Tuan Willy?! '' ucap Sheina, Via dan Hana bersamaan, mereka langsung menundukkan kepala hormat setelah tau siapa si pemanggil tadi.
Willy berjalan mendekati ketiga gadis di hadapannya. '' Panggil aku sekertaris Willy, jangan memanggilku tuan. Aku bukan tuan kalian! ''
Willy menatap tajam Sheina yang masih menundukan kepala.
''Kamu bantu aku bawa pesanan ini ke ruangan bos.''
''Hah! Sa,, saya tuan? Eh maaf, sekertaris Willy. '' Sheina gugup.
''Iya! Siapa nama kamu! '' Willy bertanya.
''Sa, saya Sheina. '' jawab Sheina masih gugup.
Willy kembali mengamati Sheina dan kedua temannya yang masih menundukkan kepala.
'' Kalian berdua kembalilah bekerja?! '' titah Willy.
''Baik, sekertaris Willy. Permisi. '' keduanya meninggalkan Sheina dan Willy di kantin untuk kembali bekerja.
'' Nih bawa. Ikut aku ke ruangan bos. '' ajak Willy menyerahkan dua bungkusan berisi makanan.
''Baik, sekertaris Willy. '' jawab Sheina mengikuti langkah Willy menuju lift.
Ting,,,,
Lift telah sampai di lantai 20. Ruangan yang sangat luas dengan hanya beberapa karyawan di sana, tidak dengan ruanganya yang di huni belasan
karyawan.
Tok,,, tok,,, tok,,,,
Willy melangkah masuk saat terdengar sahutan dari dalam.
'' Makan siang tuan muda. '' ucap Willy berjalan menuju sofa yang ada di beberapa langkah dari meja kerja Leon. Mengambil piring dan sendok yang ada di laci meja berukuran mini itu.
''Hm! '' Leon menegakkan kepalanya. Matanya menyapu pandang ke arah seorang gadis yang berdiri di depannya dengan 2 bungkusan di tangannya.
''Se,, selamat siang tuan. '' ucap Sheina gugup, hingga tak berani menatap sang bos besar.
''Ya. Taruh makanannya di meja situ. '' tunjuk Leon dengan dagunya.
Sekilas dia mengamati gadis manis yang berada di hadapannya. Senyum mengembang di sudut bibirnya, namun hanya sekilas.
'' Kembali bekerja! '' ucap Leon datar.
'' Baik tuan muda. '' jawab Sheina lirih. Berbalik hendak membuka pintu, namun di hentikan Willy.
''Sheina? Terima kasih sudah membantuku. '' ucap Willy ramah, beda dengan Willy yang tadi di kantin dengan gaya bicara yang kaku.
''Sa,, sama-sama sekertaris Willy. Permisi. '' Sheina meninggalkan ruangan ceo nya itu dengan gugup.
''Namanya Sheina,dia sekertaris manager. '' Willy tersenyum ke arah Leon.
''Memang siapa yang bertanya? Dan kenapa kamu memberitahukan itu padaku! Nggak penting! '' Leon memperhatikan makanan yang di beli Willy tadi di kantin.
''Untuk saat ini memang tidak penting. '' jawab Willy penuh makna.
''Dimana kau membeli makanan sampah seperti ini! Bikin hilang nafsu makan ku saja. '' cibir Leon.
Willy menyendok makanan itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
''Kau tau tuan muda? Ini sangatlah lezat. Benarkah tuan muda Leon tidak mau makanan sampah ini? Baiklah kalau begitu biar aku yang habiskan. ''
Willy segera tambah setelah makanan yang di piringnya habis. Sesekali dia melirik tuan mudanya yang sebenarnya kelaparan namun terlalu gengsi memakan makanan sederhana yang ada di hadapannya.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Segini dulu deh teman, sudah malam udah ngantuk.
Tapi jangan lupa:
👉LIKE
👉KOMEN
👉VOTE