
Setelah Sheina dan Leon pergi,tawa Willy pun pecah,memegangi perutnya yang kaku menahan tawa sedari tadi. Pak Kim yang mendengar tawa Willy hanya menggelengkan kepala. Memang keponakan tuan besarnya itu sangatlah suka menggoda anak majikannya itu. Dari dulu sampai sekarang Willy memang terkenal jail jika berurusan dengan Leon. Berbanding terbalik dengan sifat Leon yang terkesan cuek dan dingin,bahkan dia hanya akan bicara seperlunya saja dengan orang-orang terdekatnya.
Namun di balik sikap kocak dan jailnya itu,Willy terkenal kejam dan tak kenal ampun jika berurusan dengan orang-orang yang menyinggung keluarga Adinata ataupun keluarganya. Siapa pun yang mengenalnya lebih dekat tak akan mengira bahwa wajah tampan nan rupawan serta sikap ramah tamahnya itu,bisa berubah menjadi bengis dan sadis.
''Tuan Willy? Apakah nona Sheina itu,,,,,,,?? '' pak Kim tak berani meneruskan kata-katanya karena takut salah kira.
Willy tau arah pertanyaan pak Kim dan kembali tertawa yang membuat pak Kim bertambah heran dan bingung.
''Hahaha,,,,? Belum pak Kim. Mungkin akan segera jadi. Doakan saja semoga mereka bisa bersatu. ''
''Maksud anda,tuan muda memang menyukai nona Sheina? '' tanya pak Kim.
'' Pak Kim bisa lihat sendiri tadi,bagaimana sikap Leon saat aku menggodanya? Hahaha...?'' Willy kembali tertawa mengingat sikap gengsian Leon.
''Iya,tuan. Nona Sheina juga terlihat baik dan sopan,juga manis. '' jawab pak Kim dengan senyum ramahnya.
''Pak Kim juga berpikir begitu? '' tanya Willy.
''Iya tuan. '' jawab pak Kim serius.
''Saya sendiri juga tidak pernah melihat tuan muda berani menyuruh seorang wanita ke rumah meskipun itu soal pekerjaan. ''
''Benar pak Kim. '' jawab Willy. Hatinya sedang senang hari ini.
"Tap,,,,,tap,,,,,tap,,,,!! " suara langkah kaki terburu-buru,mendekat ke arah Willy dan pak Kim yang berada di ruang tamu.
"Maaf pak Kim,tuan Willy? Ada seorang perempuan mencari tuan muda Leon. Dia bersikeras ingin masuk meskipun saya sudah mencegahnya. " ucap seorang scurity rumah Leon.
"Perempuan?? Siapa?? " tanya Willy heran,lalu bangkit dari duduknya.
"Maaf tuan Willy saya tidak tau. Dia berteriak-teriak memanggil nama tuan muda. " jawab pria paruh baya dengan mengatur napasnya yang ngos-ngosan.
Pak Kim dan Willy saling tatap. " Biar aku lihat,tidak usah memberitahu tuan muda. "jawab Willy melangkah keluar menuju pintu gerbang yang memang lumayan jauh dari rumah utama di ikuti pak Kim yang memang penasaran.
''Wah...?!! Bagus banget Leon,tamannya juga luas. Eh,coba lihat di sana ada kupu-kupu yang sangat cantik. " seru Sheina berlari mendekati kebun bunga.
Seperti anak kecil yang baru sekali di ajak jalan-jalan ke taman bermain,Sheina terlihat begitu senang.Leon berdiri melipat tangannya tersenyum melihat Sheina yang terlihat semakin menggemaskan baginya. Senyum itu membuat Leon seperti terhipnotis,sikap dingin dan cueknya dulu seperti hilang karena senyuman gadis manis yang ada di hadapannya.
Hatinya menghangat dan itu hanya Sheina yang bisa membuatnya merasakan hal semacam itu. Dulu dia memang sangat mencintai Vallery tapi dia tidak pernah merasakan hal yang sama seperti dia rasakan saat ini. Entahlah.
"Leon,,,!! Ini aku Leon...!!! '' teriak Vallery dari luar gerbang rumah besar Adinata.
" Maaf nona,tuan muda sedang tidak ada di rumah. Sebaiknya nona cepat pergi dari sini. " scurity mencoba mengingatkan tapi tak di gubris oleh Vallery.
" Nggak pak. Aku akan tetap di sini sampai tuan muda mu menemui ku!! " seru Vallery.
Teriakannya berhenti saat tahu siapa yang berjalan ke arahnya. Raut mukanya semakin marah melihat orang itu. Ya,siapa lagi kalau bukan Willy yang di ikuti pak Kim yang berjalan di belakangnya.
" Ada apa ini?! " tanya Willy pada seorang scurity.
"Maaf tuan Willy nona ini terus berteriak memanggil tuan muda dan sudah di peringati tapi tidak mau dengar. " jawab scurity itu.
Willy menatap Vallery dengan senyuman sinisnya,yang di balas tatapan tidak suka Vallery.
"Selamat sore nona Vallery? Ada yang bisa saya bantu? " tanya Willy basa basi.
"Willy...?! Aku ingin bertemu dengan Leon dimana dia?! " teriak Vallery.
"Untuk apa kamu menemuinya? Bukankah kalian sudah tidak ada hubungan dengannya lagi? "
"Aku ingin minta maaf padanya,Will?! Aku masih sangat mencintai Leon?! " seru Vallery.
" Biarkan aku bertemu dengan Leon. Aku akan menjelaskan semuanya pada dia? " Vallery bersikeras.
" Cukup!! Leon tidak ingin bertemu dengan mu. Wanita yang sudah mengecewakannya,jadi aku peringatkan kamu,nona Vallery. Jangan pernah menemui dia lagi atau aku akan membuatmu menyesal! " bentak Willy.
"Aku tidak takut denganmu Willy. Aku tidak akan pernah berhenti mencari Leon!! " balas bentak Vallery.
"Hehehe..!! Terserah! Usir dia dari sini. " Willy menyeringai penuh arti,lalu pergi meninggalkan pintu gerbang kembali masuk ke dalam rumah.
Vallery harus menelan rasa kecewa karena lagi-lagi dia tidak bisa bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Dia pun menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah besar keluarga Adinata.
"Brengsek!! Aku akan membuat perhitungan dengan sekretaris sialan itu! " gerutu Vallery.
Melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh amarah.
"Ingat pak Kim?! Jika wanita itu datang lagi,jangan beri dia kesempatan bertemu dengan tuan muda. " ucap Willy.
"Baik,tuan Willy. Saya akan mengingat itu. " jawab pak Kim,meski belum sepenuhnya mengerti.
Meskipun Willy hanya ingin melindungi Leon tapi dia juga berusaha menjalankan amanah papanya untuk setia pada keluarga Adinata yang dulu selalu membantu keluarganya saat dalam kesusahan. Sampai akhirnya Adinata sendiri yang menganggap Willy seperti anaknya sendiri. Meski sebagian orang taunya Willy adalah keponakan Adinata.
'' Ada apa dengan mukamu? '' tanya Leon tiba-tiba muncul dari pintu samping rumah yang menghubungkannya ke taman belakang.
Willy terperanjak kaget. ''Leon? Kamu itu mengagetkanku saja?! " gerutu Willy.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku Will?! " ulang Leon yang melihat mimik muka Willy yang baru saja marah.
"Tidak? Tidak apa-apa? Aku hanya kesal dengan penjaga di luar tadi,mereka tidak bisa mengurus anjing liar yang hampir masuk ke halaman. " ucap Willy berbohong.
"Anjing liar? " Leon menatap pak Kim membenarkan ucapan Willy.
"Saya permisi ke belakang tuan muda,sudah saatnya menyiapkan makan malam. " pak Kim meninggalkan mereka berdua,tanpa menjawab pandangan Leon.
" Ah,,,! Sudahlah. " Leon mendudukkan dirinya ke sofa.
"Heh? Dimana Sheina? " tanya Willy.
"Di Dapur. " jawab singkat Leon.
" Sedang apa dia di dapur? Kamu menyuruhnya memasak? " Willy penasaran.
Leon hanya memicingkan matanya dan mengangkat kedua bahunya.
"Dia sendiri yang mau. "
Mereka berdua saling berbincang tanpa ada yang tau apa yang Sheina kerjakan di dapur. Karena dia sendiri tadi yang bersikeras ingin membuatkan sesuatu untuk Leon.
π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈ
Hai teman-teman semua. Terima kasih udah mau mampir baca novel karya aku iniππ
Tetap kasih dukungannya ya dengan cara :
π VOTE
π LIKE
π KOMEN
Terima kasihπππ