Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB 2



Semua kembali bekerja sesuai tugasnya masing-masing. Ruangan lantai 10 itu kembali hening, ada yang sedang asyik dengan laptopnya dan ada juga yang sedang menerima panggilan telepon.


Sheina kembali berpikir tentang acara penyambutan besok,menyusun kata-kata yang tepat dan seramah mungkin. Saat sedang asyik berkutik dengan komputernya, tiba-tiba ponsel Sheina berdering.


''Halo Han?? Ada apa? '' tanya Sheina tanpa menghentikan jarinya dari keyboard komputer.


''Makan siang dimana kita hari ini, Sheina?? " tanya Hana di seberang.


"Sepertinya aku tidak bisa,Han. Bekal yang aku buat tadi pagi belum aku makan. Aku makan ini saja dulu, hari ini aku harus menyelesaikan tugas dari pak Indra untuk acara penyambutan CEO kita yang baru besok. '' jawab Sheina.


''Kalau begitu aku beliin kamu makan siang aja ya. Kerja jangan terlalu dipaksakan,waktunya makan kamu juga harus makan, jangan sampai sakit. " celoteh Hana.


''Hahaha...?! Iya,iya? Bawel?! Kalau begitu tolong ya Han, beliin aku makan siang,nanti biar aku yang turun ambil. Ya udah,ya? Aku tutup dulu teleponnya. Bye Hana. '' Sheina mengakhiri panggilannya tanpa menunggu balasan Hana dan meletakkan ponselnya, lalu kembali fokus pada komputernya.


Satu jam kemudian, Hana kembali dari makan siang dan tak lupa dia membeli sekotak makanan untuk Sheina. Lift menuju lantai 10 tempat sahabat baiknya itu bekerja.


Sheina tak menyadari kedatangan Hana karena terlalu fokus dengan komputernya.


'' Serius amat non?! Nih makan dulu gih. Aku nggak mau sobat terbaik aku ini sakit. '' Hana menyerahkan bungkusan yang di bawanya.


Sheina tersenyum. ''Terima kasih ya Han. '' mengambil bungkusan itu dan membukanya.


''Wah nasi padang. Makasih Hana. '' ucap Sheina berbinar. Dengan cepat dia melahap makanan itu.


''Pelan pelan Shei. Nggak ada yang mau juga?! Sudah tau kelaparan masih saja nggak mau turun makan siang. '' tegur Hana.


''Hehehe,,,? Habis aku harus menyelesaikan tugas dari pak Indra buat besok. Kata Via anak pemilik perusahaan ini galak, kalau penyambutannya tidak baik, aku takut semua kena marah. ''


Hana menggelengkan kepala melihat sikap sahabatnya itu. Sejak masuk ke perusahaan tempatnya bekerja, Sheina selalu melakukan pekerjaannya dengan baik,kadang dia juga tidak sungkan bertanya pada senior-seniornya. Sheina belumlah lama bekerja di perusahaan itu sebagai sekertaris manager, namun kerja kerasnya sangat patut di acungi jempol dalam waktu setahun ini.


''Aku sudah selesai. Enak sekali nasi padang ini, seperti bukan tempat biasa kita beli. '' ucapnya sambil meneguk air mineral.


''Itu warung yang baru buka seminggu yang lalu, sangat ramai dan demi kamu aku rela mengantri selama setengah jam. '' Hana menatap tanpa ekpresi.


''Oh,, Hana. My sweety Honey. Terima kasih banget ya?! '' Sheina berdiri memeluk sahabatnya.


''Sudah sudah. '' Hana melepas pelukan Sheina.


'' Kamu sedang mengerjakan tugas apa, sampai tidak bisa di tinggalkan? ''


''Kata bapak manager, besok kita kedatangan CEO baru. Apakah kamu tau? Seperti apa orangnya kira-kira? '' Sheina mengernyitkan dahinya.


''Dia tidak seperti yang kamu takutkan. Hanya saja karakternya memang beda dari pria pada umumnya. Cuek, acuh tak acuh sedikit arogant dan dingin. '' Hana mengerlingkan matanya.


Sheina memegangi kedua pipinya, terkejut. '' Apakah kamu pernah melihat atau bertemu dengannya? Sepertinya dia sangat tidak bersahabat seperti atasan atasan yang lainnya. ''


''Kamu tahu kan Sheina? Aku sudah bekerja jauh lebih lama dari pada kamu. Jadi sediki banyak aku tau lah tentang perusahaan ini dan juga orang-orang di dalamnya. Termasuk sang calon CEO baru kita nanti. '' Hana menjepit hidung mancung Sheina.


''Aauuw..?! Hana,,,!! Kebiasaan deh. Sakit tau. '' Sheina memanyunkan bibirnya.


Hana hanya bisa tertawa kalau sudah membuat temannya itu marah karena terlihat lucu dan menggemaskan baginya.


''Ya sudah aku kembali kerja dulu ya. Ingat jangan terlalu di paksa kerjanya. Kamu boleh minta tolong Zein atau Via,pekerjaan ini bukan khusus untuk kamu kerjakan sendiri tapi berkelompok. Ingat itu. ''


''Eemm?! '' jawab Sheina singkat.


Memperhatikan Hana yang berjalan menjauh meninggalkannya yang berdiri mematung. Sheina sangat mengagumi sosok Hana sahabatnya itu. Hana adalah wanita dewasa yang mempunyai sikap ramah dan lembut. Di mata Sheina, wanita yang berusia dua tahun lebih tua darinya itu, sudah sebagai kakak sekaligus ibu baginya. Sikapnya yang tenang dan penuh kepedulian membuat Sheina merasa nyaman saat bersamanya.


''Woi,,,Sheina?! '' panggil Zein yang melambaikan tangannya di depan wajah Sheina.


Sheina gelagapan tersadar dari lamunannya.


''I,, iiya Zein. A,,ada apa? '' tanyanya gugup.


''Kamu kenapa kok ngelamun? Awas kesambet loh. ''goda Zein.


''Sudah selesai belum susunan acaranya? Kalau belum biar aku sama Via bantu. Kita sudah selesaiin tugas kita. '' tanya Zein.


''Sudah. Ini mau aku print dulu. '' jawab Sheina.


''Oh, ok. Kamu sudah makan? '' tanya Zein yang memang baru saja istirahat makan siang.


''Emm,, i,, iya udah tadi di belikan Hana. '' Sheina kembali ke komputernya dan memprint susunan acara yang tadi di buatnya.


Setelah selesai Sheina memeriksanya kembali saat di rasa sudah bagus, dia menyusunnya di sebuah map dan membawanya ke ruangan managernya.


''Tok,,, tok,,, tok?! '' Sheina mengetuk pintu ruangan atasannya. Setelah mendapat jawaban dari dalam Sheina segera mendorong pintu kaca itu.


'' Selamat siang pak? Saya mau memberikan susunan tugas yang saya bikin untuk di periksa sama bapak. '' ucap Sheina ramah.


''Oh, baiklah berikan padaku. '' jawab pak Indra.


Sheina menyerahkan map yang tadi di bawanya kepada pak Indra.


Terlihat dia dengan serius memeriksa lembaran demi lembaran. Lalu tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


''Kamu benar-benar cerdas Sheina, aku suka cara kerja kamu yang detail dan rapi. Oke,besok kita akan pakai ini untuk acara penyambutan. Sekarang kamu boleh kembali ke ruangan kamu. '' ucap pak Indra puas.


'' Baik pak kalau sudah tidak ada hal yang perlu saya perbaiki, saya permisi kembali bekerja. '' Sheina melangkah meninggalkan ruangan pak Indra.


''Huuhh?! Akhirnya nanti malam bisa tidur nyenyak. ''batin Sheina senang.


''Hai Shei? Gimana tugasnya? '' sapa Via.


''Selesai Vi, tinggal lihat aja gimana besok, semoga lancar acaranya. '' jawab Sheina.


''Iya. Amin. '' Via mengamini.


''Sudah hampir jam pulang kantor nih. Kalian habis ini mau pulang apa mau ikut aku kuliner? '' tanya Zein tiba-tiba.


''Kuliner apa? '' tanya Via heran.


''Ada warung masakan padang yang baru buka. Katanya enak banget makanannya. '' ucap Zein heboh.


''Aku udah coba tadi siang. '' jawab Sheina.


''Hah?! Kapan? Kamu tadi kan nggak pergi makan siang? '' tanya Zein terkejut.


''Yeeii,,?! Ketinggalan info ya? Sheina kan ada asisten pribadi yang perhatian banget sama dia. '' ucap Via dengan senyum nakalnya.


Sheina yang di bicarakan hanya senyum-senyum.


''Siapa Shei? Pacar? '' tanya Zein.


''Itu loh?! Kak Hana? '' jawab Via.


''Oh, kirain pacar. Emang ada yang mau sama dia? Di otaknya kan cuma kerja dan kerja. '' sindir Zein.


''Hahaha,,, ?! Sialan kamu Zein, kayak kamu udah laku aja. '' balas Sheina.


''Yah, gini gini aku juga kan mantan Casanova tauuu....!! '' Zein nggak mau kalah.


''Alah,, mantan Casanova apaan? Playboy kampung iyaa. Hahaha.. ?! '' ledek Via.


Ketiganya tertawa, saling meledek satu sama lainya. Begitulah mereka kalau sudah bersama, kadang lebih bar bar bercandanya, itu yang membuat Sheina nyaman bekerja di sana,semua teman menyukainya dan baik hati.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


HAI TEMAN JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YA,,,,, TERIMA KASIH 😘😘😘