
Setelah menyelesaikan rapat di perusahaan Mega Jaya,Sheina di antar Leon pulang ke rumahnya karena hari sudah menjelang malam. Sedangkan Willy pulang sendiri dengan taksi,karena tadi Sheina memaksanya memeriksakan lukanya ke dokter. Kesempatan itu di gunakan Willy untuk mendekatkan Leon dengan Sheina.
''Terima kasih tuan,sudah mengantar saya pulang sampai rumah. '' ucap Sheina
''Nona Sheina? '' panggil Leon.
''Apa kamu bisa memanggil nama saja saat di luar kantor dan bukan jam kerja. ''
''Maksud tuan? ''
'' Kamu cukup memanggil namaku saja saat di luar kantor. Bisakah? ''
Sheina terdiam. '' Saya akan mencobanya. ''
''Dan lagi,berbicaralah sesuai sikapmu pada teman saja,jangan terlalu formal. Kau bisa menggunakan aku,kamu seperti kamu berbicara dengan sekretaris Willy. ''
''Baiklah tuan. '' Sheina tersenyum dan segera turun dari mobil melambaikan tangan setelah mengucapkan terima kasih.
Mobil Leon pun melesat dan menghilang di belokkan jalan. Sheina berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai karena kelelahan. Ingin rasanya segera mandi dan tidur.
''Selamat malam tuan muda. '' sambut pak Kim menyambut kedatangan Leon.
''Selamat malam pak Kim. '' sahut Leon dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Pak Kim tertegun mendengar jawaban sapaanya. Tuan mudanya itu seperti orang yang baru saja menang lotre,begitu senang. Bahkan saat menaiki tangga menuju kamarnya pun pak Kim masih bisa melihat senyum di bibirnya.
Ini pertama kalinya pak Kim melihat tuan mudanya begitu senang,entah karena hal apa. Biasanya dia sangat irit dalam berbicara dan raut wajahnya cenderung datar dan dingin.
Pak Kim ingin beranjak dari tempatnya berdiri,tetapi tiba-tiba matanya menangkap sosok pemuda yang berjalan ke arahnya.
''Selamat malam pak Kim?! '' sapa pemuda itu,yang ternyata adalah Willy.
''Selamat malam tuan Willy. '' balas pak Kim,menatap dalam wajah Willy yang terlihat memar berwarna biru kehitaman meski hanya sedikit pak Kim melihatnya dengan jelas.
''Tuan Willy? Anda terluka?" tanya pak Kim.
"Oh? Ini hanya luka ringan saja tadi tidak sengaja menabrak pintu. " ucap Willy bohong.Lalu dia berjalan masuk dan melempar tubuhnya di sofa ruang tamu.
" Menabrak pintu? " gumam pak Kim.
" Pak Kim apakah Leon sudah pulang? " tanya Willy.
"Tuan muda baru saja pulang,sekarang dia berada di kamarnya. " jawab pak Kim
''Oh,ya sudah kalau begitu,aku pulang dulu. '' Willy beranjak dari duduknya,berjalan beberapa langkah lalu berhenti,memutar badannya menatap pak Kim yang berdiri heran melihat Willy.
''Ada sesuatu yang lain tuan? '' tanya pak Kim mendekat ke arah Willy.
''Pak Kim? Apakah suasana hati Leon sedang baik hari ini? '' balik tanya Willy.
''Emm?? Iya. Sepertinya begitu,karena tadi saya melihat tuan muda pulang dengan senyum lebar di bibirnya dan itu jarang bahkan tidak pernah dia bersikap seperti itu sejak pulang dari Amerika. '' jawab pak Kim.
''BINGO?! '' seru Willy yang mengejutkan pak Kim.
''Kenapa tuan Willy? ''
''Ah,tidak apa-apa pak Kim. '' sahut Willy tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Apa yang kalian berdua bicarakan?! '' ucap Leon tiba-tiba.
'' Ah,Leon. Tidak. Tidak ada kami cuma ngobrol biasa saja. '' jawab Willy cepat.
''Saya permisi menyiapkan makan malam tuan Willy.'' pak Kim berjalan menuju dapur.
''Tunggu?! '' seru Leon.
''Ya? Ada yang bisa aku bantu? '' tanya Willy.
''Kau makanlah disini. Ada yang ingin aku bicarakan padamu setelah makan malam. '' ucap Leon tanpa ekspresi.
Willy terdiam,berpikir lalu menyetujui tawaran Leon.
''Ok. Sekarang kita makan dulu,aku sudah kelaparan karena tadi tidak sempat makan siang,sudah kenyang dengan pukulan. '' sindir Willy berjalan melewati Leon menuju meja makan.
''Cih!! '' decih Leon menyusul Willy ke meja makan.
...****************...
Vallery berjalan dengan anggun masuk ke sebuah restauran mewah ibu kota. Tubuhnya yang di balut gaun sederhana namun tampak begitu elegan melenggang ke sebuah ruangan VIP yang telah di pesan seseorang yang mengundangnya ke restauran itu.
" Hai Rey? " sapa Vallery lembut.
Ya,seseorang itu adalah Rey. Pria yang baru saja di kenalnya di sebuah bar dari teman sosialitanya,Angel.
"Hai kau sudah datang? " Rey berdiri dan menarik kursi untuk Vallery.
"Thank you? "
"Your wellcome. " jawab Rey lalu duduk di sebelah Vallery.
" Ada apa kamu tiba-tiba mengajakku makan malam di sini?! " tanya Vallery,menyilangkan kakinya.
"Aku masih penasaran denganmu,sayang? Kamu sudah mengambil sesuatu dariku dan meninggalkanku begitu saja. Apakah kamu tidak ada niatan untuk mempertanggung jawabkannya? " kata Rey.
"Bukankan kamu yang lebih dulu membawaku ke hotel malam itu dan melakukan itu padaku. Seharusnya aku lah yang menuntut tanggung jawabmu. " jawab Vallery menatap wajah tampan Rey yang ada di sampingnya.
"Tapi kau yang memaksaku malam itu. " sahut Rey.
"Oh ya? Lalu kenapa kamu mau? Waktu itu aku kan sedang mabuk jadi ya mana aku tahu apa yang sedang aku lakukan. "
" Hahaha,,,? Jika kamu mabuk kenapa kamu sangat begitu menikmatinya? " goda Rey.
"Issh!! Katakan kenapa kamu mengundangku kemari? " Vallery mengalihkan pembicaraan.
" Oh ya,aku punya seorang relasi bisnis di bidang periklanan produk-produk kecantikan ternama dan dia sedang mencari seorang model untuk produknya. Apakah kamu mau,sayang. " tawar Rey.
" Model iklan produk kecantikan? '' tanya Vallery.
'' Benar. Bagaimana? Apa kamu mau? '' tanya Rey menyakinkan.
'' Ok? Aku akan mencobanya. '' jawab Vallery.
''Terima kasih. Sekarang kita makan dulu,setelah ini aku akan membawamu ke perusahaan itu. ''
Vallery hanya tersenyum dan segera menikmati makanan yang sudah di pesan Rey tadi.
'' Halo tuan? Iya saya berada di restauran xx,saya melihat target sedang makan dengan seorang pria. Mereka berada di ruang VIP restauran ini. ''
''..... ''
''Baik tuan,saya mengerti. '' jawab ajudan yang di suruh Leon memata-matai Vallery.
Mereka berdua pun kembali melanjutkan tugasnya,mengikuti kekasih tuannya.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️