
'' Sheina? Hari ini tuan muda akan kembali bekerja,tolong bereskan ruangan kerjanya. Kau tahu kan kalau dia sangat berhati-hati dengan kebersihannya. '' ucap Willy saat menjumpai Sheina di depan ruangannya.
''Baiklah,Will. '' jawab Sheina singkat lalu berjalan ke ruangannya.
Tubuhnya terasa berat,karena beberapa hari ini pekerjaannya membantu Willy sangat menyita waktu dan tenaganya. Beberapa rapat dan pembenahan sistem kerja yang dulu di mulai dari jam 9 pagi dan berakhir jam 5 sore,kini di perpanjang menjadi mulai jam 8 pagi dan berakhir dengan jam 5.30 sore.
Ini karena banyaknya perusahaan yang masuk untuk menjalin kerjasama dengan Adt.Group,sehingga harus menambah kinerja perusahaan sedikit di perpanjang.
Sejak perusahaan Adt.Group di pegang Willy dan Leon,kemajuannya semakin pesat.
'' Aku sudah membereskan semua ruangan ini. '' batin Sheina,lalu menyemprotkan pengharum ruangan dan menata bantalan kecil sofa.
''Okey. Perfect . '' ucapnya dengan senyum puas.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Karena terlalu lelah,Sheina tidak sengaja tertidur di sofa. Rasanya sudah lama sekali Leon meninggalkan ruangan ini yang hanya di huninya seorang diri setiap hari.
''Uumm...?? '' Sheina merenggangkan otot-ototnya. Terasa nyaman sofa ini buat tidur.
Perlahan dia membuka matanya. Entah sudah berapa lama dia tertidur di sana. Kepalanya terasa sakit.
''Aarrghh....!!! '' teriak Sheina saat hendak bangun dia menoleh dan mendapati Leon berada di dekat tempatnya berbaring.
''Apakah tidur di sini begitu nyaman? '' tanya Leon tanpa ekspresi.
Sheina bergegas bangun dan berdiri,tapi karena kepalanya masih terasa pusing dan setengah sadar serta kaget yang di rasanya tadi membuatnya tubuhnya hampir oleng dan jatuh.
Leon dengan sigapnya menahan tubuh Sheina agar tidak jatuh ke lantai.
''Siapa yang menyuruhmu bangun. '' ucapnya khawatir.
''Maaf? Aku tadi ketiduran. Maaf,tidak bisa menyambut kedatangan mu. '' ucap Sheina lirih tapi masih terdengar oleh Leon.
''Gadis bodoh! Apa kau tak bisa duduk dulu sebelum bangun! Kenapa harus langsung berdiri! '' ucap Leon keras,membuat Sheina menunduk.
Leon sadar ucapannya membuat Sheina takut. Lalu dia memapah tubuh Sheina yang masih terkulai di sofa,mengangkatnya dan membawanya ke kamar pribadinya dan menidurkannya.
Entah apa yang terjadi tubuh Sheina tiba-tiba lemas seperti tak bertenaga. Matanya mengembun dan butiran bening itupun lolos. Leon yang melihat Sheina menangis,menjadi iba.
''Hei,hei kenapa menangis? Aku tidak sedang memarahi mu? Aku hanya khawatir padamu,kenapa kamu masuk kerja kalau sedang tidak enak badan. Kamu bisa minta izin Willy untuk tidak masuk. ''
Sheina perlahan bangun dan duduk di tepian ranjang.
'' Maaf. Aku nggak tahu kalau badan ku tiba-tiba lemas seperti ini. Tadi aku juga baik-baik saja,tadi aku kaget kenapa kamu tiba-tiba di sini. Kenapa kamu nggak langsung bangunin aku? ''
''Aku lihat kamu tidur pulas sekali. Jadi aku nggak tega buat bangunin kamu. '' jawab Leon.
'' Ngomong-ngomong? Selamat datang kembali,tuan muda. '' ucap Sheina tersenyum senang.
Leon membalas senyuman itu. '' Istirahatlah dulu di sini. Aku akan pergi menemui Willy di ruangannya.''
''Tapi hari ini ada jadwal rapat di PT. Tirta jam 3 sore. Aku harus menyiapkan berkas-berkasnya. '' ucap Sheina.
''Tidak?! Biar Willy saja. Kamu istirahat di sini. '' bantah Leon. Lalu melangkah pergi meninggalkan Sheina.
'' Tapi Willy juga perlu istirahat Leon. '' gumam Sheina.
Leon masuk ke ruangan Willy tanpa mengetuk pintu,tapi Willy tak menghiraukannya karena tumpukan kertas di depannya hampir menutupi pandangan depannya.
''Sepertinya kau begitu sibuk sampai tak bisa menyambut ku . '' ucap Leon,mengejutkan Willy.
''Berkas apa ini? Kenapa begitu banyak? '' tanya Leon,ikut memeriksa berkas-berkas itu.
''Kamu bisa melihatnya,tuan muda. Ini semua berkas dari berbagai cabang dan berkas kerjasama dari perusahaan lain yang baru bergabung selama sebulan ini.
Leon memeriksa satu per satu berkas yang ada di meja kerja Willy. Menyeleksi mana yang diterima dan mana yang harus di tolak. Begitu banyak berkas di meja Willy,entah akan selesai berapa hari jika di kerjakannya sendiri.
Sheina merasa lebih baik,tapi dia merasa bosan jika harus terus berbaring di dalam kamar. Dia bangun dan keluar dari kamar,namun tak mendapati Leon berada di sana.
'' Okey. Selesai!! '' seru Willy senang,merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena banyaknya kerjaan hari ini.
''Huuff!! Jam berapa sekarang tanya Leon. '' memijat keningnya yang terasa pening.
''Jam 3. Hah?! Dimana Sheina ku? '' tanya Willy celingukan.
"Sejak kapan dia punyamu! Dia wanitaku! " ucap Leon posesif.
"Hahaha...!! Apa kamu tidak tahu? Selama kau tinggal, dia selalu bersamaku. Menemani ku kemanapun dan dimana pun. " ucap Willy selengekan.
''Bruuukk,,,!! " Leon melempar apa yang ada di depannya.
"Beraninya kau membuatnya kecapekan!! Kau tahu tadi saat aku datang dia tertidur di sofa! " seru Leon geram.
"Benarkah? Lalu dimana dia sekarang. Oh my baby,sweety. " Willy beranjak dari duduknya dan berlari keluar ruangannya menuju ruangan Sheina yaitu di ruangan Leon.
"Owh syiit. " geram Leon beranjak menyusul Willy.
Willy memasuki ruangan Leon dengan terburu-buru. Sheina yang baru saja merapikan bajunya yang kusut karena tidurnya tadi kaget dengan kedatangan Willy.
" Oh my baby? Apakah kamu sakit? " Willy mendekat dan memeluk Sheina.
"Willy! Kamu kenapa sih! Lepas! " seru Sheina, terkejut.
" WILLY...!! " teriak Leon keras. Lalu bergegas mendekati Willy dan melepas pelukannya pada Sheina. Menarik Sheina dan mendekapnya.
Sheina yang tadi sudah terkejut dengan sikap Willy sekarang makin terkejut dengan sikap Leon. Dia merasa berada di antara dua ekor singa yang memperebutkan mangsanya.
Leon menatap Willy dengan penuh amarah. Baginya Willy sudah keterlaluan karena sudah berani memeluk Sheina di depannya. Sheina yang masih bingung dengan apa yang terjadi hanya bisa mendengus kesal.
"Kalian kenapa sih?! Kekanak-kanakan sekali. " ucapnya marah. Lalu berjalan menuju meja kerjanya.
"Sekarang sudah jam 3 lebih. Bukankah kalian berdua ada rapat? Apakah kalian mau membuat mereka menunggu dan membatalkan kerjasama mereka?! "
Willy dan Leon hanya saling pandang. Mereka berdua merasa heran,gadis manis yang biasanya lemah lembut dan pemalu kini sedang memarahi mereka. Memarahi big bos dan sekretarisnya.
"Ekhem! Baiklah kita berangkat rapat sekarang. " jawab Leon dingin.
"Tidak kau tidak boleh ikut baby? Kamu harus istirahat. " sela Willy.
"Siapa yang baby mu!!" seru Leon dan Sheina bersamaan. Keduanya memicingkan mata dan berjalan meninggalkan Willy yang masih terpaku diam.
''Hei? Apakah ada yang salah dengan ucapan ku? Hehehe...?! '' Willy tersenyum tanpa dosa,kemudian menyusul Sheina dan Leon yang beberapa detik lalu meninggalkannya sendirian di ruangan kerja Leon.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Happy Reading Guys,,,,,
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dengan Vote , Like dan Komen 😊😊😊😊😊