Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB 22



'' Hana? Akhir pekan ini kita jalan yuk? '' ajak Sheina.


''Boleh. Kita kemana? Kalau nonton aja,gimana? '' jawab Hana memakan suapan terakhirnya.


''Emang ada film bagus apa? '' tanya Via yang baru saja menyelesaikan makannya.


''Ada film romantis,tapi aku lupa judulnya. '' jawab Hana.


''Aku ngikut kalian aja deh. Asal jangan di rumah,aku bosen sekali. '' sahut Sheina.


Ponsel Sheina bergetar,ada panggilan masuk. Sheina mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Lagi-lagi panggilan tanpa nama.


''Halo? '' jawab Sheina.


''....... ''


''Baik tuan. '' Sheina mengakhiri panggilannya.


''Siapa Shei? '' tanya Hana dan Via bersamaan,lalu mereka saling pandang.


''Big bos.Dia menyuruhku ikut dengannya makan. ''


''Bukannya sudah ada sekretaris Willy di sana? '' ucap Hana.


Sheina hanya mengangkat kedua bahunya. Tidak mengerti.


'' Aku duluan ya? '' pamit Sheina menepuk punggung Hana,lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


'' Ya sudah yuk Vi,kita kembali kerja aja. '' ucap Hana bangkit dari duduknya.


''Soal akhir pekan gimana? Jadi nggak? '' tanya Via mengikuti langkah Hana.


''Kita lihat gimana Sheina nanti deh,Vi. '' jawab Hana.


Sheina berlari ke arah mobil big bosnya di parkiran.


Dengan napasnya yang ngos-ngosan Sheina menepuk nepuk dadanya sendiri. Mengatur napasnya perlahan.


'' Kenapa harus lari-lari,kita pasti nungguin kamu. '' ucap Willy yang bersandar pada pintu mobil sambil tersenyum menatap Sheina.


''Sekretaris Willy,aku sudah makan. Kenapa aku harus ikut kalian makan? '' tanya Sheina.


''Selesai makan kita langsung ke perusahaan Mega Jaya untuk rapat.Apa kamu lupa?!. '' jawab Leon yang tiba-tiba muncul dari dalam mobil.


''Maaf tuan,bukannya saya lupa tapi saya tidak membawa berkasnya dan masih di atas meja kerja. Saya pikir setelah makan siang ini saya akan baru mengambilnya. '' jawab Sheina.


''Ini? Sudah ayo berangkat. '' Willy memperlihatkan berkas yang di maksud Sheina,lalu berlari mengitari mobil dan masuk duduk di belakang kemudi.


Langkah Sheina lunglai karena capek lari dari kantin menuju tempat parkir big bosnya. Jarak dari kantin ke parkiran memang tidaklah jauh tapi karena Sheina berlari menggunakan heels.


Sheina masuk dan duduk di sebelah Willy,sedangkan Leon berada di kursi penumpang,di belakang. Suasana hening selama perjalanan,Sheina seperti biasa,menatap ke luar jendela menyaksikan pemandangan mobil yang berlalu lalang di jalanan panasnya ibu kota.


Leon memainkan ponselnya,sedangkan Willy fokus dengan pengemudinya.


Selang beberapa menit kemudian,mobil itu berbelok di sebuah restauran mewah dengan konsep gaya terbuka yang menghadap ke sebuah danau buatan.


Sheina sempat terkagum saat melihat betapa bagusnya restauran itu. Mungkin jika dia datang dengan seseorang yang di cintainya akan sangat terasa romantis.


''Sekretaris Willy? Indah sekali restauran ini. '' ucap Sheina kagum tanpa menoleh ke arah Willy.


Leon yang mendengar ucapan Sheina hanya bisa mengulum senyum karena gemas dengan sikapnya. Sedangkan Willy sudah tertawa lebar menanggapi ucapan Sheina.


''Memangya kamu belum pernah datang ke restauran seperti ini? Hahaha,,,,?! '' kekeh Willy.


''Bukan, belum?! Tapi hampir tidak pernah. Aku juga baru lihat ada restauran sebagus ini. '' jawab Sheina.


''Oh,maafkan saya tuan. '' jawab Sheina lalu turun dari mobil,Willy memarkirkan mobilnya yang tak jauh dari mereka berdua.


''Cih!Dengan Willy saja kamu bisa bilang aku,kamu. Tapi dengan ku kenapa sebegitu formalnya. " gerutu Leon.


Leon masuk ke dalam restauran di ikuti Sheina. Kedatangannya di sambut dengan hormat oleh para pelayan,Sheina sangat terkejut dengan perlakuan mereka pada Leon. Bukankah Leon hanya pelanggan biasa?


''Selamat datang tuan,mari kami antar ke ruangan anda. '' ucap seorang pelayan membungkuk hormat.


Lalu mengantar Leon ke salah satu ruangan khusus VIP. Banyak pelanggan lain yang memandang kagum padanya,seolah mengenal siapa Leon sebenarnya.


''Silahkan tuan. '' ucap pelayan itu mempersilahkan Leon masuk ke sebuah ruangan.


Saat pintu di buka dan Sheina masuk,mulutnya menganga kagum dengan ruangan VIP big bosnya itu. Ya ruangan itu berdinding transparan atau kaca yang berada tepat di atas danau buatan itu,begitu indah dan sejuk.


''Wah,,,?! Tuan indah sekali.Apakah tuan sering ke sini? '' tanya Sheina dengan mimik yang sangat lucu.


''Tentu saja.Dan kamu wanita pertama yang aku ajak ke sini dan yang pertama melihat ruangan VIP ku ini. '' jawab Leon menatap lurus ke luar jendela menatap hamparan air di danau buatan.


''Benarkah tuan? Wah,,,!! Beruntungnya aku hari ini. '' seru Sheina,mengikuti arah tatapan Leon.


''Tapi tuan,apakah nona Vallery,,,,,? '' Sheina menghentikan kata-katanya saat Leon menatapnya kesal.


" Bukankah sudah ku katakan tadi,kamu wanita pertama yang masuk ruanganku ini! " seru Leon,membuat Sheina tak bisa berkata lagi.


"Maaf. " ucapnya lirih.


Tiba-tiba Willy masuk,suasana menjadi hening dan canggung. Sheina menarik kursi di samping jendela dan mendudukinya tanpa suara. Matanya masih menatap keluar tanpa mempedulikan Willy yang menatapnya penuh keheranan.


"Ehem,,,!! " deheman Leon membuyarkan pikiran Willy yang berdiri mematung di depan pintu.


"Apa tuan sudah memesan makanan? Kalau belum biar aku pesankan. " elak Willy.


"Tidak usah. Aku sudah menyuruh pelayan menghidangkan makanan untuk ku. " jawab Leon.


"Oh baiklah. " Willy berjalan ke arah Sheina yang masih terdiam menatap ke luar jendela.


"Hei nona cantik? Apa yang kau lihat? " tanya Willy mencoba mengajak bicara Sheina.


"Air. " jawab Sheina tanpa menatap Willy.


"Pffhh,,,,hahaha?! " tawa Willy pecah mendengar jawaban Sheina.


Sheina menoleh ke arah Willy yang terkekeh,mengerutkan alisnya tak mengerti.


"Kenapa kamu tertawa sekretaris Willy? Apakah ada yang lucu dengan jawaban ku? "


"Ah,,,tidak. Kamu memang benar,di sana yang terlihat hanya air. Aku saja yang bodoh bertanya padamu. '' jawab Willy masih terus terkekeh.


Pintu di ketuk,lalu beberapa pelayan masuk menghidangkan beberapa menu makanan yang sangat lezat. Dan semua terlihat sangat enak. Sheina melirik makanan-makanan di atas meja itu.


''Sayang sekali tadi aku sudah makan di kantin kantor. Sepertinya makanannya lezat sekali. Hiks." batin Sheina. Lalu mengedarkan pandangan ke sembarang arah.


''Kalau kamu masih lapar makanlah. '' Leon menawarkan.


''Tadi saya sudah makan tuan. '' senyum yang dipaksakan.


''Itu kan tadi. Satu jam yang lalu. Kita nanti rapat sampai sore,aku tidak mau kamu nanti pingsan karena kelaparan. '' tegas Leon.


Willy yang menyadari pesanan makanan yang lebih dari biasanya,pasti di pesan Leon untuk Sheina juga. Raut mukanya kembali bersemu bahagia. Entah kenapa,Willy ingin sekali menjodohkan Sheina dengan Leon. Mungkin Willy tahu,bagaimana Sheina sebenarnya. Meskipun berasal dari keluarga sederhana dan meski kini dia hanya sebatang kara,tapi Willy melihat kepribadian Sheina begitulah baik dan tidak gampang menyerah.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️