
"Selamat pagi tuan muda. '' sapa pak Kim menunduk sopan.
''Pagi. '' jawab Leon. Seperti orang kebingungan,menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
''Ada apa tuan muda?? '' tanya pak Kim heran.
''Pak Kim? Coba cek di mobil yang ku pakai semalam. Apakah ponselku tertinggal di mobil,aku lupa menaruhnya dimana. '' titah Leon.
''Baik tuan muda. Tuan muda silahkan sarapan terlebih dahulu. '' ucap pak Kim lalu menuju ke parkiran mobil.
''Pagi pak Kim. '' sapa Willy dari luar.
''Pagi juga sekretaris Willy. '' jawab pak Kim ramah.
''Pak Kim mau kemana? '' tanya Willy heran yang melihat kepala pelayan itu terburu-buru.
'' Mau ambil ponsel tuan muda yang tertinggal di mobil. Oh ya sekretaris Willy,tuan muda sedang sarapan. Anda bisa sekalian ikut sarapan,saya permisi sebentar. '' pak Kim pun meninggalkan Willy di depan pintu.
Willy segera masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke ruang makan. Di sana terlihat Leon sedang asyik menikmati makanan di piringnya.
''Selamat pagi tuan muda. '' sapa Willy.
Leon menoleh ke arah Willy,menatapnya tajam. Sepertinya suasana hatinya sudah kembali seperti biasa. Sambil terus mengunyah makanannya Leon hanya berdehem menjawab sapaan Willy.
''Heem. ''
Willy menarik kursi yang ada di depan Leon dan mendudukinya. Matanya mulai menyapu semua makanan yang ada di meja makan. Tak ada yang dia suka. Leon memperhatikannya sambil menikmati makanannya.
''Tidak ada nasi? '' tanya Willy tiba-tiba.
Leon menanggapi Willy dengan hanya mengerutkan alisnya. Heran,karena di meja makan sudah banyak tersedia roti sandwich,telur ceplok dan susu hangat.
''Ini bukan warung tegal. Jika kau ingin sarapan,makan saja apa yang ada di depanmu jangan mencari yang tidak ada di sini. '' kata Leon datar.
''Tidak. Aku tidak terbiasa makan tanpa nasi. '' jawab Willy. Lalu dia memanggil koki yang biasa memasak makanan di keluarga Adinata. Karena sudah tau kebiasaan Willy yang dulu waktu masih menjadi sekretaris tuan besarnya yang selalu makan dengan nasi,maka koki itupun membuatkan nasi goreng kesukaan Willy.
''Ini sarapan anda tuan Willy. '' koki itu menaruh sepiring nasi goreng lengkap dengan telur dan irisan tomat segar.
''Terima kasih. '' jawab Willy ramah. Dia pun melahap nasi goreng itu dengan lahapnya.
'' Apa kau tidak akan kekenyangan dan mengantuk saat kerja. '' Leon mengambil telur ceplok di depannya.
''Aku tidak akan bisa kerja kalau perutku kelaparan,sarapan roti bagiku itu hanya cemilan. ''
Leon tak ingin lagi berdebat dengan Willy,dia melanjutkan sarapannya lagi.
''Maaf tuan muda,ponsel tuan muda tidak ada di dalam mobil. '' kata pak Kim tiba-tiba saat kembali dari parkiran mobil.
''Ponselmu hilang? '' tanya Willy kaget.
''Ya sudah pak Kim biar nanti cari lagi di kamar,pak Kim bereskan saja meja makan ini. '' titah Leon.
''Leon,kau belum menjawab ku?! '' seru Willy saat Leon beranjak dari duduknya,melangkah ke arah tangga.
''Selesaikan saja makananmu karena kita harus segera ke kantor. '' jawab Leon.
Willy segera menghabiskan sarapannya. Matanya menatap ke arah pak Kim yang sedang membereskan meja makan dengan seorang pelayan.
''Apakah Leon semalam keluar? '' tanya Willy pada pak Kim.
''Iya,sekretaris Willy. Setelah keluar dari ruang kerja tuan muda terlihat gelisah,bahkan dia bilang tidak napsu makan dan pergi keluar. Tuan muda bilang ingin makan malam di luar. '' jawab pak Kim.
''Apakah dia keluar sendiri? Atau dengan seorang wanita? '' tanya Willy menelisik.
''Tuan muda keluar sendiri dan tepat setengah sepuluh malam dia sudah kembali dan langsung masuk kamar. '' jawab pak Kim.
''Oke. Terima kasih pak Kim atas informasinya. ''
''Sama-sama sekretaris Willy. Saya permisi ke belakang dulu. '' pamit pak Kim yang di jawab anggukan kepala oleh Willy.
Leon turun dengan tas kerjanya yang ia tenteng di tangan. Menuruni satu persatu anak tangga yang terbuat dari marmer itu.
''Sudah siap tuan muda? Mari kita berangkat. ''ucap Willy sopan.
Leon mendengus kesal karena lagi-lagi Willy memperlakukannya secara formal padahal masih di rumah. Willy yang tau akan sikap teman baiknya itu hanya mengulum senyum.
Willy membukakan pintu belakang untuk Leon,sedangkan dia masuk ke kursi depan untuk mengemudi. Setelah semua di rasa beres,Willy pun menyalakan mesin mobil dan langsung melesatkan mobilnya membelah jalan.
...****************...
Vallery melihat ke dalam selimut,dia terkejut karena tak sehelai benang membalut tubuh mulusnya. Lalu dia meraih kimono handuk yang tersampir di lampu atas nakas dan memakainya. Diapun lantas memungut bajunya yang berserakan di lantai dan membawanya ke dalam kamar mandi.
Satu jam kemudian Vallery sudah selesai membersihkan dirinya dan memakai kembali pakaiannya. Di lihatnya pria yang masih tertidur di ranjang,tersenyum dan mengambil tas serta ponselnya yang telah dia matikan. Saat menghidupkan kembali ponselnya dia terkejut melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Leon. Segera dia keluar dari kamar itu tanpa mempedulikan pria yang masih setia dengan mimpinya.
Vallery keluar dari hotel dengan terburu-buru,di stopnya taksi yang melintas di depan hotel tersebut.
Di dalam taksi dia segera menelpon Leon tapi sayangnya ponsel Leon tak aktif. Vallery melirik jam tangannya yang menunjukkan jam 8 pagi dan berfikir akan menyusul Leon ke kantornya.
''Pergi ke Adt Group,pak. '' perintahnya kepada sang sopir taksi.
''Baik non. '' jawab sopir taksi itu memenuhi permintaan sang penumpang.
...****************...
POV VALLERY...
Setelah keluar dari kantor Leon,Vallery menaiki sebuah taksi yang melintas di depan perusahaan Adt Group. Dia menelpon seseorang dari ponselnya.
''Halo Angel? Temenin aku yuk. Lagi bete nih. Oke aku kesana sekarang ya. '' ucap Vallery mengakhiri panggilannya.
'' Ke Butterfly Bar, pak . ''
''Baik. '' jawab sang sopir taksi.
''Sialan! Siapa sebenarnya perempuan itu? Kenapa dia mendapat tempat khusus di kantor Leon. Dan siapa Willy,sepertinya dia tidak menyukaiku,tapi aku juga tidak mengenal dia. Aarghh!! " gerutunya dalam hati.
Saat sampai di tempat di tuju,Vallery langsung masuk ke dalam Bar yang terbilang berkelas di ibu kota. Matanya mulai melayangkan pandangan ke seluruh arah mencari temannya yang bernama Angel yang tadi di telfonnya. Hingga dia melihat seseorang yang melambai ke arahnya.
Seorang wanita berbaju sexy itu melambai dengan semangatnya. Memanggil nama Vallery,karena terlalu bising suaranya tak terdengar oleh Vallery,hanya gerak bibirnya saja yang menyebut namanya.
''Val,hai apa kabar lo? Kapan lo balik dari Paris? '' tanya Angel.
''Halo sayang,aku udah hampir 2 minggu pulang ke sini. '' jawab Vallery lesu.
''Hei? Kenapa lo lesu amat. '' Angel mendekat ke arah Vallery.
''Lagi bete nih aku. Lagi badmood gitu. ''
''Pasti karena pacar lo itu yah? Dah nggak usah di pikirin,hari ini kita have fun aja. Oh ya gue mau kenalin cowok ganteng dan perfect banget buat lo. ''
''Hah? Siapa,emang ada cowok perfect selain pacar aku? '' tanya Vallery heran.
''Ada dong,dia juga tajir Val, 11 12 lah sama pacar lo itu namanya Rey pengusaha juga. '' jawab Angel antusias.
''Terserah kamu aja deh. Yang penting temenin aku minum dulu biar gak stres nih. ''
''Oke,siap babe. '' Angel memanggil waiters dan memesan beberapa botol minuman berakhohol.
Seorang pria mendekati Angel yang sedang menikmati minuman yang diantar waiters untuknya.
''Angel?! '' panggilnya.
''Hai Rey. Udah datang lo. Sini duduk,gue kenalin nih temen gue namanya Vallery. '' ucap Angel dengan suara keras. Suaranya hampir tak terdengar karena musik yang keras.
'' Val,kenalin ini Rey. '' tunjuk Angel.
''Hai? Vallery. '' Vallery mengulurkan tangannya.
''Rey. '' meraih tangan Vallery.
Mereka pun menikmati dentuman musik yang ada di sana. Sesekali mereka juga ikut turun ke lantai dansa. Hingga akhirnya Vallery tak sanggup lagi berdiri karena terlalu mabuk.
''Rey,lo anter Vallery pulang ya. Gue balik dulu.'' pamit Angel. Buru-buru meninggalkan Vallery dan Rey sesaat setelah menerima panggilan.
'' Hei,aku tidak tau rumahnya?! '' seru Rey tapi Angel sudah tak mendengar ucapannya.
Di pandangnya Vallery yang mabuk berat yang sedang tertidur di sofa. Matanya memandang setiap inci bagian tubuh Vallery. Bibirnya tersenyum penuh arti.
''Baiklah kita akan bersenang senang terlebih dahulu sayang. '' ucapnya,lalu memapah tubuh Vallery keluar dari bar.
**POV. VALLERY END...
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️**