Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB 1



Jam weker yang bertengger di atas nakas itu berbunyi nyaring,seakan membangunkan si empunya yang masih terlelap dalam mimpi indahnya.


Perlahan matanya terbuka karena tersapu sinar Mentari yang menerobos masuk melalui sela tirai yang sedikit terbuka. Tangannya meraih jam weker yang telah merusak mimpi indahnya,melihatnya sekilas. Jam menunjukkan pukul 8 pagi.


Dia bergegas bangun, merapikan tempat tidurnya yang hanya berukuran sedang itu, lalu mengambil handuk yang dia simpan di dalam laci dan pergi mandi.


Setengah jam kemudian dia sudah selesai mandi dan berdandan rapi menggunakan baju kerja. Lalu menuju dapur untuk sarapan.


''Tok,,, tok,,, tok,,,!! ''


Terdengar pintu di ketuk dari luar. Gadis itu berlari menuju pintu dan membukanya. Terlihat seorang laki-laki berdiri di depan pintu dan tersenyum.


''Selamat pagi nona Sheina?! '' salamnya.


Ya, gadis itu bernama Sheina Arneyzhia, yang akrab di panggil Sheina. Gadis berusia 25 tahun berwajah cantik dan manis. Serta wajahnya yang terlihat baby face, nampak seperti gadis usia belasan tahun.


''Maaf kamu siapa? '' tanya Sheina heran karena merasa tidak mengenal cowok itu.


''Maaf non,nama saya Dio. Saya menggantikan pak Benny. '' jawab cowok yang bernama Dio itu.


'' Hlo memangnya pak Benny kemana? '' tanya Sheina lagi.


''Istri pak Benny akan melahirkan jadi beliau tidak bisa lagi mengantar jemput non Sheina. Saya adalah keponakannya pak Benny yang akan menggantikan tugasnya. '' jawab Dio.


Pak Benny adalah tukang ojek online langganan Sheina yang sering mengantar jemput dia pergi ke kantor tempatnya bekerja.


Sheina bekerja sebagai sekertaris manager di sebuah perusahaan terbesar di kotanya. Karena rumahnya yang cukup jauh dari kantor, Sheina hanya bisa berlangganan ojek online untuk transportasi kesehariannya. Karena lebih cepat dari pada naik taksi.


'' Oh halo Dio, panggil aku Sheina aja ya. Sepertinya kita seumuran. ''


''Emm, iya Sheina. Apakah sudah bisa berangkat? ''


Sheina melihat jam tangannya. '' Baiklah, aku ambil tas ke dalam dulu ya. Tunggu sebentar. ''


Sheina kembali masuk ke dalam mengambil tas kerjanya dan beberapa map. Dia memasukkan sarapannya ke dalam kotak bekal bergambar hello kitty kesukaannya.


Setelah selesai dia kembali ke depan dan tak lupa mengunci pintu rumahnya.


''Oke? Kita berangkat sekarang, Dio?! '' ajak Sheina.


Dio menganggukkan kepala dan memberikan helm kepada Sheina. Dio pun menyalakan mesin motor dan segera melesat meninggalkan rumah mungil Sheina.


Sheina tinggal seorang diri. Ayah dan ibunya telah lama meninggal sejak dia berusia 18 tahun karena sebuah insiden kecelakaan.


Sheina tak memiliki saudara ataupun kerabat dekat. Dia hanya mempunyai satu orang sahabat yang sangat menyayanginya, yaitu Hana.


Hana adalah satu-satunya orang yang paling dekat dengannya, semenjak dia pindah ke rumahnya yang sekarang.


Setengah jam kemudian Sheina sampai di pelataran kantor. Dia turun dari motor, melepaskan helm yang tadi di pakainya dan menyerahkan pada Dio.


'' Nanti pulang jam berapa? '' tanya Dio.


''Oh iya aku pulang jam 5 sore. Tapi jika nanti tiba-tiba ada lembur aku akan hubungi kamu. Boleh minta nomor telpon kamu? '' Sheina tersenyum dan mengambil ponsel yang dia simpan di tasnya.


'' Iya, boleh. '' jawab Dio mengulurkan ponselnya.


Sheina menuliskan nomornya di ponsel Dio. Lalu menyerahkan kembali ponsel Dio.


''Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu. '' Dio menyalakan motor dan meninggalkan kantor Sheina.


''Sheina...?! '' panggil seorang wanita yang berlari ke arah Sheina.


''Selamat pagi Hana?'' sapa Sheina pada wanita itu yang ternyata adalah sahabatnya.


''Di antar siapa tadi? Pacar ya? Ih... Sheina punya pacar kok nggak bilang-bilang sih?! ''


''Bukan. Tadi itu Dio,keponakannya pak Benny ojek langganan aku itu loh. Beliau istrinya mau melahirkan jadi dia yang gantiin. '' jawab Sheina.


''Kamu tuh pacar mulu pikirannya. Kalau kamu mau kamu aja yang pacarin. Kalau aku mau fokus kerja dulu. '' jawab Sheina melangkah menuju lift.


Hana mengikuti Sheina dari belakang. Meskipun mereka bekerja di perusahaan yang sama tapi mereka bekerja di lantai yang berbeda. Hana bekerja di lantai 8 sedangkan Sheina berada di lantai 10.


''Ting. '' suara lift saat menunjukkan angka 8 dan terbuka. Hana berpamitan dengan Sheina dan tak lupa saling menyemangati.


Sheina berjalan menuju meja kerjanya. Dia melayangkan pandangannya ke ruangan sekitar.


''Tumben belum pada datang jam segini? '' pikir Sheina.


Sheina meraih ponsel yang dia letakkan di atas mejanya. Di pandanginya foto kedua orangtuanya.


'' Ayah, ibu? Sheina kangen sama kalian berdua. ''


Bulir-bulir bening itu pun jatuh dari mata beningnya.


Terdengar langkah kaki mendekat. Sheina segera menghapus air matanya. Di lihatnya ke arah lift, ternyata rekan kerjanya datang.


''Pagi Sheina? '' sapa salah satu dari mereka yang datang.


'' Pagi Zein. '' balas Sheina, tersenyum ramah.


Tak lama kemudian sosok pria paruh baya datang, semua karyawan termasuk Sheina berdiri menyambutnya.


''Selamat pagi semuanya. '' sapa pria paruh baya itu yang tak salah adalah manager perusahaan. Tubuhnya yang masih terlihat gagah nampak berwibawa mengenakan setelan jas berwarna navi.


''Sheina ada yang ingin saya bicarakan sama kamu, tolong ke ruangan saya. '' ucapnya pada Sheina.


''Baik, pak. '' jawab Sheina mengikuti pria itu menuju ruangannya.


''Sheina? Besok kantor kita akan kedatangan anak dari pemilik perusahaan dan dia akan menjabat sebagai CEO kita yang baru. Jadi saya ingin kamu membantu untuk menyiapkan acara penyambutannya. '' kata pria itu ramah.


''Baik pak. Saya akan membantu menyiapkan semuanya. ''jawab Sheina.


''Baik, kamu boleh kembali bekerja. ''


''Kalau begitu saya permisi pak. '' Sheina meninggalkan pria itu dan kembali ke meja kerjanya.


Zein dan yang lainnya mendekati Sheina. Mereka mencoba bertanya kali ini ada tugas apalagi dari pak manager.


''Shei?! Ada tugas apa kali ini dari pak Indra?'' tanya Zein.


'' Iya Shei. Sepertinya sangat penting, kalau tidak kenapa harus bicara di ruangan pak Indra. '' tambah Via, rekan kerja yang lainnya.


''Eem,,,begini ya teman-teman semua. Tadi pak Indra bilang kalau besok kita akan kedatangan tamu penting di perusahaan. Untuk itu, pak Indra meminta aku dan semua untuk membuat acara penyambutan tamu ini. '' jawab Sheina dengan nada bicaranya yang ceria.


''Tamu perusahaan?? Siapa Shei?! '' tanya Via.


''Kata pak Indra, anak dari pemilik perusahaan ini. Pak Indra juga bilang dia yang akan jadi CEO baru perusahaan kita. '' Sheina kembali menjelaskan.


''Apa?! Anak pemilik perusahaan yang dulu sekolah di Amerika itu? '' jawab Via.


''Emangnya kamu tau, Vi? '' tanya Zein.


''Iya. Kalau nggak salah namanya Leon. Orangnya dingin dan cuek gitu. Tampangnya sih lumayan keren, tapi orangnya galak banget. '' jawab Via.


Via memang lebih lama bekerja di sana, di bandingkan dengan Zein dan Sheina. Oleh karena itulah dia lebih tau tentang orang-orang di perusahaan.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA TEMAN😉😉


BIAR AUTHORNYA SEMANGAT UNTUK TERUS BERKARYA.