Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB. 61



'' Jadi informasi apa yang bisa kalian dapatkan untuk 3 hari ini? '' tanya Vallery tanpa sabar.


'' Maaf nona. Untuk 3 hari ini kami tidak mendapat kan informasi apa-apa,kecuali tuan Leon baru saja masuk kerja setelah kabarnya dia sakit selama 3 hari. '' jawab orang suruhan Vallery.


'' Apa? Leon sakit! Sakit apa? '' seru Vallery.


'' Hanya demam,kata salah satu karyawan di sana. ''


Vallery hanya bisa mondar mandir memikirkan cara bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Leon dan memastikan dia baik-baik saja.


'' Baiklah? Kalian pergilah dulu. Nanti aku akan kasih tau apa rencana selanjutnya. ''


'' Baik nona. Permisi. '' dua orang pria itupun pergi.


'' Aku harus bertemu Leon,apapun caranya. '' batin Vallery.


Leon mengantar Sheina kembali ke rumahnya tepat setelah jam pulang kerja.


'' Kapan kamu pindah ke mansion. Aku ingin sekali kamu cepat-cepat pindah ke sana. ''


'' Sabar Leon. Nanti kalau sudah waktunya ya? Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya? ''


'' Hem. Istirahat yang cukup,jangan tidur terlalu malam. '' Leon mengusap dan mencium punggung tangan Sheina.


'' Iya. Kamu juga bawa mobilnya hati-hati ya? ''


Sheina turun dan melambaikan tangan ke arah mobil Leon yang menjauh pergi.


Saat hendak memasuki rumahnya,Sheina kaget karena ada orang yang membukakan pintu rumahnya. Dua orang perempuan,satu paruh baya dan yang satu lagi masih muda,kira-kira seusianya.


'' Maaf kalian siapa? '' tanya Sheina terkejut dengan adanya dua orang tak di kenalnya itu.


'' Selamat datang nona. Maaf kalau kami mengejutkan nona,saya di perintahkan tuan Willy untuk membantu nona Sheina di sini. '' jawab wanita paruh baya itu ramah.


'' Willy? Tapi dia tidak bilang apa-apa tadi? '' Sheina melangkah masuk dan menaruh tasnya di sofa.


'' Maaf nona kami tidak tahu,kami hanya menjalankan perintah saja. ''


'' Sebentar ya,aku tanya dulu sama Willy. '' Sheina hendak mengambil ponselnya,tapi di kejutkan kedatangan Willy yang membawa 2 orang pria berbadan kekar dengan setelan jas berwarna serba hitam.


'' Mencari ku baby? '' ucapnya dengan gayanya yang sok cool.


'' Willy?! Kebetulan kamu datang,aku mau menanyakan tentang ini semua. Ada apa ini dan siapa mereka? '' tanya Sheina bingung.


'' Kenapa tidak kamu sendiri yang berkenalan dengan mereka? ''


'' Ayolah Will? Aku serius? '' jawab Sheina sudah mulai kesal.


Willy yang melihat Sheina mulai jengah, mulai khawatir. Maka dengan senang hati dia harus menjelaskan siapa orang-orang yang berada di hadapan Sheina ini.


'' Ok,baiklah. Ini adalah bibi Ana dia adalah pelayan kepercayaan tuan Adinata dan yang mungil seperti kamu itu keponakannya Mei. Mereka akan mengurus mu dan semua keperluan mu mulai saat ini dan ini semua adalah permintaan tuan Adinata dan tuan muda sudah menyetujuinya. Dan dua orang pria ini sama seperti mereka berdua. Dua pria ini akan menjaga mu 24 jam di rumah,mereka biasa di panggil Fadil dan Fahim. '' terang Willy.


'' Tapi untuk apa Will? Aku tidak perlu mereka. Kenapa tiba-tiba Om Adinata mengirim mereka ke sini. ''


'' Untuk jelasnya kamu bisa tanya sendiri dengan om Adinata. '' jawab Willy yang langsung mengambil remote tv dan menyalakannya.


'' Tapi Will,,,? '' Sheina tak meneruskan kata-katanya.


'' Haaii!! Sheina sayang...!! " sapa Monic yang gambarnya terlihat di tv Sheina persis seperti sedang melakukan panggilan Video Call.


'' Tante..? '' Sheina kaget. Lalu menatap ke arah Willy yang mengangguk dan tersenyum ke arahnya.


'' Kamu apa kabar sayang? " Monic menatap gembira pada Sheina.


" Sheina baik tante. Tante dan om apa kabar? '' balas Sheina canggung.


Willy menarik tangan Sheina dan mendudukkannya di sofa agar obrolan mereka lebih nyaman.


'' Om akan menjelaskan kenapa om menyuruh Willy membawa orang-orang ini ke rumah kamu. Sebelumnya,om senang kamu mau menerima lamaran putra om,Leon.


Om hanya ingin memastikan keselamatan kamu dengan mengirim orang kepercayaan om ke rumah kamu. "


'' Maaf om,memangnya kenapa? Bukankah selama ini Sheina baik-baik saja tanpa mereka di sini. ''


'' Om tahu. Karena sebelum itu,kamu belum tahu keluarga Adinata. Ingat Sheina,Leon adalah pebisnis,maka akan banyak orang jahat yang akan menjatuhkan Leon,termasuk rekan bisnis yang iri melihat kesuksesannya saat ini. Jadi untuk berjaga-jaga,aku harus bisa melindungi mu,karena sekarang mungkin kamu adalah kelemahan Leon. Kami ingin kalian secepatnya menikah. Bagaimana? Apa kamu sudah siap? "


Sheina menunduk,dalam hati dia begitu bahagia dengan perhatian dari keluarga Adinata. Tapi di sisi lain dia takut harus bisa menjadi bagian keluarga yang sangat disegani semua kalangan.


Sheina hanya menganggukkan kepalanya ragu. Tapi dia juga tidak tahu harus bagaimana lagi. Rasa cintanya pada Leon sudah sangat begitu dalam.


Setelah Adinata mengakhiri video calonya,Sheina hanya bisa menghirup napas dalam-dalam. Tatapannya mengarah kepada pria yang sedari tadi duduk di sebelahnya. Bersikap tenang tanpa dosa dan makin sok cool.


Sheina memutar matanya malas hendak pergi menuju kamarnya,tapi melihat ada banyak orang di rumahnya dia kembali duduk.


'' Ya Tuhan? Bagaimana aku harus hidup berdampingan dengan mereka. " batinnya dalam hati.


'' Lama-lama kamu juga akan terbiasa. Bersikaplah tenang baby. '' seru Willy.


'' Issh...!! '' desis Sheina kesal. '' Lalu sampai kapan mereka di sini? ''


'' Sampai kamu pindah ke rumah besar. '' jawab Willy santai.


'' Apa?! Haah! '' Sheina tak bisa lagi berkutik.


'' Baiklah kalau begitu,tugas ku sudah selesai. Aku harus kembali pulang. Kamu istirahatlah,biar mereka menyiapkan semuanya untukmu. ''


Sheina menatap ke arah dua orang perempuan yang sedari tadi berdiri di belakangnya. Selalu tersenyum ramah padanya. Dan itu membuat Sheina semakin canggung.


'' Willy..?! Apa aku bisa? '' ucap Sheina manja.


'' Why not! Kamu harus bisa sweety ku. Ya,sudah aku pulang yah. Kamu bisa menyuruh mereka apa saja. Mereka akan melayanimu dengan baik. ''


'' Fadil,Fahim? Kalian jaga nona Sheina dengan baik. Mei kamu seumuran dengan nona,kamu bisa menjadi temannya di sini dan lakukan pekerjaanmu. Bi Ana,kamu tahu tugasmu kan. Jadi aku minta tolong perhatikan nona Sheina dengan baik. '' titah Willy.


'' Baik,tuan Willy! '' jawab semuanya serempak.


'' Aku pamit pulang dulu. Jika ada apa-apa,langsung hubungi aku. ''


'' Baik,tuan Willy. ''


Willy meninggalkan rumah Sheina setelah memberikan tugas kepada ajudannya. Tak lupa juga memberikan tempat istirahat kepada Fadil dan Fahim.


'' Nona silahkan membersihkan diri dulu lalu makan malam,saya sudah menyiapkan air untuk nona mandi. '' ucap Mei sopan yang membuat Sheina semakin canggung.


'' Emm. Iya,terima kasih. ''


'' Nona tidak perlu sungkan. Nanti nona juga akan terbiasa dengan kami. '' ucap Mei.


'' Kata Willy kamu seumuran dengan ku kan? Jadi bisakah jangan terlalu formal dengan ku? Anggap saja aku ini teman mu,Mei. '' jawab Sheina.


Mei hanya mengiyakan ucapan Sheina sebagai tanda patuhnya. Sheina pun juga senang jika bisa dekat dengan Mei tanpa harus ada jarak.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


**HAPPY READING....


JANGAN LUPA VOTE , LIKE dan KOMEN ya....


JADIKAN FAVORITE JUGA...


TERIMA KASIH... 😊😊😊**