
Sheina meninggalkan ruangan Leon dengan buru-buru. Entah kenapa dadanya berdegup kencang saat berhadapan dengan tuan bosnya itu.
''Ya Tuhan?! Kenapa aku jadi gemetar kayak gini ya di tatap tuan muda. Rasanya kaki ku lemas sekali. '' gumamnya.
Lift yang di naiki Sheina berhenti di lantai 10. Dengan langkah beratnya dia menuju ke meja kerjanya.
"Kamu kenapa Shei? Sakit? " tanya Zein sesaat setelah Sheina sampai.
"Enggak Zein. " Sheina menenangkan diri.
"Nggak bagaimana? Orang kamu keringetan gitu?!"
"Hah? Oh ini, tadi aku lari pas balik ke sini. " elak Sheina.
"Memangnya kamu dari mana, bukannya kamu tadi makan siang bareng Via? Dia dah sampai tuh dari tadi. " Zein menunjuk ke arah Via yang sedang menelepon.
"Aku baru dari kantor big bos, bantu antar pesenan makanan. " jawab Sheina.
"Tau nggak Zein,ternyata tuan bos itu orangnya nyeremin banget. " ceplos Sheina.
"Hahaha,,,? Hantu kali, nyeremin. " ledek Zein.
"Maksud aku dingin banget sikapnya, cuek dan sedikit sombong. " ucap Sheina, entah mengapa sejak dari ruangan Leon, dia pasti merasa merinding kalau mengingatnya.
"Ehem! Kalian mau kerja apa mau ngobrol?! " tegur pak Indra tiba-tiba.
Zein dan Sheina spontan balik badan karena kaget.
'"Maaf pak. " ucap keduanya lalu kembali duduk mengerjakan tugasnya.
Pak Indra hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua karyawannya itu.
Willy mengulum melihat Leon yang hampir menghabiskan makanan yang tadi di belinya di kantin kantor.
Merasa di perhatikan, Leon mengangkat kepalanya menatap Willy.
''Apakah kau sudah tidak ada pekerjaan?! Kenapa kau masih di sini menatap ku seperti itu?! ''
'' Em? Apakah itu enak? '' tanya Willy pura-pura.
"Biasa saja! Dari pada aku mati kelaparan karena aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dan pulang. ''
Willy kembali menahan tawanya mendengar ucapan Leon. '' Ya sudahlah kalau begitu, aku tak kan membelinya lagi lain kali. '' ucap Willy membereskan makanan yang tersisa.
''Willy, aku menginginkan laporan keuangan 2 bulan ini. Bawa kesini berikan padaku. '' ucap Leon datar.
'' Baiklah. Aku akan memanggil orang bagian ke keuangan ke sini membawa laporannya untukmu. '' ucap Willy mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
''Tuan muda menginginkan laporan keuangan 2 bulan ini, segera antar kan laporannya kemari. '' Willy mengakhiri panggilannya.
Tak berapa lama permintaan Willy pun tiba.
Tok,,, Tok,,, Tok,,, ?!!
''Masuk! '' jawab Leon.
Pintu kaca itu di dorong dari luar dan muncullah seorang wanita dengan dua map besar di tangannya.
''Selamat siang tuan? ''sapa wanita itu.
''Hana,,, !? '' ucap Leon terkejut. Hana hanya tersenyum sopan menanggapi keterkejutan teman lamanya itu.
''Tuan muda mengenalnya? '' Willy mengerutkan alisnya.
''Apa kabar tuan muda Leon? '' sapa Hana masih dengan senyum ramahnya.
''Ini laporan keuangan 2 bulan ini. Silahkan di periksa. '' Hana menyerahkan dokumen yang di bawanya tadi kepada Leon.
'' Eem. Baiklah, kamu bisa kembali, nanti biar sekertaris Willy yang mengembalikannya padamu setelah aku periksa. '' jawab Leon.
"Baiklah tuan muda, saya permisi. '' pamit Hana, melangkah mendekati pintu, sejenak dia berhenti menoleh ke arah Willy tersenyum, menunduk dan pergi.
Willy kikuk dengan senyuman Hana padanya. Ada sesuatu yang sepertinya merambat ke dadanya.
''Leon?! Siapa dia? Apa kamu mengenalnya? '' cerca Willy.
''Ya dia teman Vallery dulu, sewaktu kuliah. Tapi entah kenapa Vallery sekarang tidak lagi berhubungan lagi dengannya. '' jawab Leon.
''Vallery? Vallery kekasih mu? '' tanya Willy yang memang belum mengenal sosok kekasih bosnya itu.
Karena Willy tau sepertinya wanita tadi adalah wanita baik-baik. Dia mengingat pernah bertemu dengannya di kantin, bersama Sheina dan satu temannya lagi. Dia begitu ceria dan humoris, begitu bersahabat.
''Ya, kita bertiga dulu sangat dekat.Dia wanita yang sangat baik dan bisa di percaya, tapi entah kenapa di semester ke dua dia kembali ke Indonesia dan tidak meneruskan kuliahnya di Amerika sampai lulus. Sejak itu aku maupun Vallery, hilang kontak dengannya. Makanya tadi aku sempat terkejut,saat melihat dia ternyata berada di perusahaan ini juga. ''
Willy hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Leon. Dia merenung sejenak lalu tersenyum sendiri.
''Plaakk!! '' sebuah pukulan mendarat di kepalanya.
''Aaaww,,, !! '' pekik Willy mengusap kepalanya.
'' Heei kenapa kau memukul kepalaku?! Sakit tau?! '' keluh Willy.
''Apa yang kau senyumi! Hem! Apa kamu menyukai wanita itu dan berpikir bagaimana mengejarnya?! Dasar playboy kampung!! '' geram Leon saat menyadari ada yang aneh pada sekertarisnya itu.
''Hehehe,,,,,? Rahasia,,,, ?? '' ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan Leon.
''Ciih,,! Dasar ! '' umpat Leon, kembali melanjutkan pekerjaannya.
...****************...
'' Sekarang dia adalah bos ku, bukan lagi teman baik seperti dulu. Kamu harus sadar diri Hana. '' gumam Hana saat berjalan menuju ke ruangannya.
Hana memang sempat menjadi teman dekat Leon dulu sewaktu masih kuliah di Amerika. Ya,Hana mengenal Leon dari Vallery teman baiknya. Leon memang cuek dan dingin dengan orang yang belum di kenalnya, tapi dia sangat baik dan care bila sudah dekat dengannya.
*flashback on*
"Hana,,?! Tunggu dulu?! Aku bisa jelaskan semuanya padamu?! " ucap seorang gadis pada Hana.
"Kamu mau jelasin apa lagi Vallery?! Aku sudah dengar semuanya tadi. Jadi selama ini kamu diam-diam menjalin hubungan dengan cowok lain! Apa kamu tidak kasihan dengan Leon yang sangat menyayangi kamu, tapi kamu malah menduakan dia di belakang kamu! " ucap Hana kesal.
Gadis yang bersamanya itu Vallery. Hana baru saja memergoki Vallery sedang bercumbu dengan cowok lain, yang artinya dia sudah menduakan kekasihnya yaitu Leon dan itu membuat Hana marah padanya, karena Leon adalah teman baiknya.
"Hana, aku mohon jangan bilang sama Leon. " mohon Vallery.
"Sudah berapa lama kamu berhubungan dengan dia, Val?! " geram Hana.
"Aku,,, aku,,?? Aku sudah 3 bulan sama dia, Han? Karena dia ingin membantuku mewujudkan impianku untuk jadi model internasional. Impian yang selama ini aku berharap bisa terwujud. " Vallery berkaca kaca.
"Dengan kamu mengorbankan perasaan seseorang yang menyayangi kamu! " teriak Hana marah.
"Iya! Asal kamu tidak memberitahukan semua ini padanya, dia tidak akan apa-apa. Biarkan aku yang menjelaskan ini semua padanya nanti. Jadi aku mohon padamu Hana, jangan ikut campur masalah ku ini?! "
"Aku benar-benar kecewa padamu Vall !! Mulai hari ini dan seterusnya jangan pernah menganggapku temanmu lagi. " Hana menangis marah, perasaanya kacau karena sikap Vallery.
Pagi itu Hana tak lagi berangkat dan pulang kuliah dengan Vallery, Leon yang merasa aneh pada teman nya itu mencoba bertanya.
"Hana? " panggil Leon.
"Iya Leon? Ada apa? " jawab Hana.
"Kamu nggak sama Vallery? Dimana dia? "
"Maaf Leon aku tidak tahu. Oh ya mulai besok aku akan meneruskan kuliah ku di Indonesia. Karena sepertinya ayah sedang kesulitan keuangan, jadi aku harus membantunya berhemat dengan balik ke Indonesia dan kuliah di universitas biasa. " jawab Hana berbohong.
"Apakah Vallery tahu kalau kamu akan balik ke Indonesia? " tanya Leon.
Hana dengan cepat menganggukkan kepalanya. "Iya. Aku sudah bilang kemarin. Kalau begitu aku ke kelas dulu, Leon. "
"Maafkan aku Leon, mungkin aku dan Vallery tidak akan bertemu lagi. Dan kamu, semoga kamu tidak terus di butakan dengan perasaanmu. Karena Vallery tidaklah pantas mendapatkan perhatianmu." batin Hana, tatapannya nanar dan sedih.
*flashback off*
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
HAPPY READING TEMAN ☺️☺️☺️
JANGAN LUPA :
👉LIKE
👉KOMEN
👉VOTE
TERIMA KASIH 🙏🙏🙏