Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB. 52



'' Terima kasih sudah mengantarku pulang. '' ucap Sheina senang.


''Hem. Kamu masuk sana. Istirahat,nanti pulang kerja aku kesini lagi,ajak kamu makan malam. ''


'' Iya. Ya sudah,aku masuk ya. '' pamit Sheina hendak keluar dari mobil,tapi di hentikan lagi sama Leon.


''Tunggu. '' cegah Leon.


''Iya? ''


Leon mendekatkan wajahnya ke arah Sheina. ''Cup..?? '' Leon mengecup dahi Sheina.


''I love you. ''


Pipi Sheina merona merah seketika saat Leon mengucapkan kata itu.Dengan malu-malu Sheina menjawabnya. '' I Love you too. ''


Leon tersenyum mendengar jawaban dari Sheina. Dengan perasaan tak karuan Sheina keluar dari mobil. Dadanya masih berdebar,detak jantungnya berdetak begitu cepat. Wajahnya terasa panas,tapi ada sebesit rasa bahagia di dalam hatinya. Alah kasmaran dia 😂😂.


Setelah Sheina turun dan say bye, Leon langsung tancap gas menuju kantor menyelesaikan pekerjaannya yang sempat ditinggalkannya.


Sheina yang masih berdiri mematung memegangi kedua pipinya yang masih terasa panas,lalu meraba dahinya dan mengingat kata-kata Leon barusan.


''I love you? I love you too. '' begitu Sheina mengulang kata-kata Leon dan dirinya. Terkekeh geli tapi senang,Sheina lari masuk ke dalam rumah.


''Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan semuanya? '' tanya Willy pada ajudannya yang telah kembali dari tugas yang di berikan padanya.


''Sudah tuan Willy. Ini adalah hasil rekaman Cctv di restauran tadi siang. '' jawab ajudan itu menyerahkan usb kepada Willy.


Willy menerima usb itu dan segera menyambungkannya ke laptopnya. Dengan tenang Willy menunggu pemutaran video,hingga seketika matanya membulat saat mendapati adegan saat Hana di datangi seorang wanita dan mengobrol dengannya,meski video itu tanpa suara dan tidak tau apa yang mereka bicarakan.


''Sial...!! Kenapa wanita itu masih berkeliaran di sini?! Bukankah dia sudah kembali ke Paris! " gerutu Willy.


"Ok? Baiklah kalian boleh pergi sekarang. " ucapnya pada ajudan.


"Baik tuan Willy,saya permisi. " ajudan itu meninggalkan ruangan Willy.


Willy tampak begitu kesal setelah melihat video itu. Kenapa Hana mesti berbohong padanya. Atau mungkin Hana ada alasan lain. Entahlah.


Jam kerja telah usai,semua karyawan Adt.Group bersiap pulang ke rumahnya masing-masing untuk berkumpul dengan keluarga.


Leon tampak sedang membereskan berkas-berkasnya dan bersiap untuk pulang. Pintu ruangannya di ketuk dari luar,lalu masuklah Willy dengan raut muka kesalnya.


" Ada apa denganmu? " tanya Leon heran.


" Tuan muda tau,mantan tuan muda itu masih berada di ibu kota? " tanya Willy.


"Apa maksud kamu? " balik tanya Leon.


"Iya. Nona Vallery masih ada di ibu kota. Dia tidak pergi kembali ke Paris. " jawab Willy.


" Tidak mungkin. Aku sendiri yang menyuruh orang ku membuntuti dia sampai bandara. "


"Ya mana tahu. Karena tadi siang,tepatnya selesai makan siang,dia menemui Hana di restauran. Tapi Hana tidak bilang padaku,dia merahasiakannya. "


" Bagaimana kalau dia sedang merencanakan sesuatu? " tanya Willy lagi.


" Merencanakan apa? " Leon menyatukan alisnya.


Willy mengangkat bahu,tak ingin salah menebak.


"Entahlah. "


"Sudah tidak perlu mengurusi dia. Aku hanya mau fokus dengan gadis ku. " jawab Leon yang sudah selesai membereskan berkas-berkasnya.


"Hei?! Dia juga sweety ku tuan muda?! " sahut Willy tak mau kalah.


"Berhenti memanggilnya dengan sebutan yang menjijikan itu. " jawab Leon ketus.


"Menjijikan? Itu sangat manis kawan? Ayolah. Itu panggilan kesayangan. " Willy merangkul pundak Leon.


" Turunkan tanganmu?! " seru Leon geram.


"Ya,ya tuan muda,maaf. " jawab Willy selengekan.


"Aku ingin menjemputnya untuk makan malam. Kau pulanglah. "


"Astaga! Aku lupa! " ucap Willy menepuk jidatnya.


"Kenapa? " Leon menatap Willy heran.


"Aku di suruh antar Hana ke rumah Sheina. Oh ya bukankah tadi kamu bilang ingin menjemputnya. Bolehkah kita bersama-sama ke sana. Tuan muda. "


"Cih?! " Leon berjalan meninggalkan Willy.


Jika tak melarang berarti Leon setuju meskipun terpaksa dan Willy hanya tersenyum menyusul Leon menuju lift.


Setelah memberitahu Hana untuk menunggunya di loby,mereka berdua pun turun ke lantai dasar.


"Sore,Leon. " sapa Hana sesaat setelah mereka keluar dari lift.


"Sore. " jawab Leon lirih.


Ketiganya menaiki mobil Leon dengan Willy sebagai sopirnya,menuju rumah Sheina.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


Maaf di bab ini cuma sedikit karena tangan aku lagi sakit.


Moga bisa cepat sembuh,biar bisa lanjutin ceritanya.


HAPPY READING.....


JANGAN LUPA VOTE, LIKE dan KOMEN yaa....


TERIMA KASIH☺️☺️☺️