Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB. 49



'' Akhirnya bisa istirahat di rumah juga. '' ucap Sheina memeluk boneka Rilakkuma kesayangannya.


''Tapi ingat kata dokter Shei,jika kamu merasa tidak enak badan kamu harus kembali ke rumah sakit lagi. '' ucap Willy memperingatkan.


''Hana...? Aku tidak mau kembali ke rumah sakit. Kamu tahu jika aku berada di sana yang ada aku tidak sembuh,tapi malah semakin sakit. '' jawab Sheina memanyunkan bibirnya ke arah Willy.


Willy hanya tertawa melihat tingkah menggemaskan Sheina yang bergelayut pada Hana seperti anak kecil yang sedang merajuk.


'' Makanya rajin minum obat biar nggak masuk rumah sakit lagi. '' seru Hana.


''Oke. '' jawab Sheina menyatukan jari telunjuk dan jempol membentuk huruf O.


''Oh ya Han? Besok kamu masuk kerja saja ya. Biar gadis kecil ini aku yang urus. '' tanya Willy.


''Siapa yang gadis kecil,Willy. Isshh...!! " Sheina melempar bantal ke arah Willy yang berdiri di depan pintu.


"Hahaha...?? Dari kemarin kamu manja terus sama Hana. Memangnya aku nggak pengen?! " jawab Willy.


Sheina terdiam,melepas rangkulannya pada Hana. Memperhatikan Hana lalu kembali pada Willy. Memicingkan matanya pada Willy lalu tersenyum.


"Apa kalian sudah jadian? Kalian sudah resmi pacaran? "tanya Sheina pada Willy.


Hana hanya menunduk tak bisa menjawab kala tebakan Sheina itu benar. Berbeda dengan Willy yang masih cengar cengir di tempatnya berdiri.


"Kapan? Dimana? " desak Sheina.


"Sudahlah,tidak perlu di bahas. Sekarang istirahatlah. " elak Hana.


"Biar kan saja dia tahu. Bukankah itu akan lebih baik? " seru Willy.


"Will,,?! Biarkan Sheina istirahat. " bantah Hana.


"Sudahlah,jika kalian tak ingin memberitahu ku juga nggak apa-apa. Baiklah kalian boleh keluar aku ingin istirahat. '' Sheina merajuk. Menarik selimut hingga menutup seluruh tubuhnya.


Hana dan Willy saling pandang. Willy hanya bisa mengangkat kedua bahunya,tak mengerti.


''Baiklah,aku katakan. Jangan marah ya? '' Hana menyingkap selimut Sheina perlahan.


''Kami baru kemarin di rumah sakit jadian. ''


Sheina kembali duduk dan memeluk Hana. '' Selamat ya? ''


Willy yang melihat itu secara reflek berjalan mendekat dan ikut berpelukan. '' Sama-sama. ''


''WILLY....!! '' teriak Hana dan Sheina bersamaan.


Willy langsung buru-buru melepas pelukannya dan menjauh dari mereka berdua,suara teriakan mereka sungguh sangat memekakkan gendang telinganya.


''Kalian berdua ini,bisa tidak jika tidak berteriak. '' ucap Willy menutup kedua telinganya dan keluar dari kamar Sheina.


************ FLASHBACK ON ************


'' Kamu ingin bicara apa Han? '' tanya Willy saat sudah berada di luar ruang rawat Sheina.


''Tidak ada. Aku hanya ingin memberi mereka berdua waktu untuk berbicara. '' jawab Hana,duduk di deretan kursi koridor rumah sakit.


Willy terdiam,menatap Hana diam-diam yang sedang memainkan ponselnya. Lalu berjalan mendekat dan duduk di sampingnya.


''Han? Soal yang pernah aku tanyakan padamu dulu apakah kamu sudah memikirkannya!? Bisakah kamu memberiku jawaban sekarang? '' tanya Willy.


Hana menghentikan ketikan pesan yang entah untuk siapa dia akan mengirimnya. Matanya menatap Willy yang berada di sampingnya. Sesaat teringat dengan ucapan Sheina yang menyuruhnya mencoba menerima Willy. Hana tersenyum,meraba pipi Willy lembut.


''Apapun jawaban ku,apakah kamu akan tetap mau menerimanya,Will. '' Hana meyakinkan.


''Iya. '' jawab Willy yang seperti terhipnotis memandang wajah Hana yang begitu dekat dengan wajahnya.


''Benarkah? ''


''Hem. Apapun itu jawabannya aku akan menerimanya. '' jawab Willy serius.


Hana tersenyum. '' Baiklah. Aku menerimamu,Will. ''


''Hah? Apa? '' Willy belum yakin Hana mengatakan itu.


''Iya,aku menerimamu sebagai pria ku. '' ulang Hana.


Mata Willy berbinar,guratan senyum di wajahnya semakin lebar. '' Jadi?? Apakah mulai sekarang kita resmi jadian. ''


Hana menganggukkan kepalanya perlahan. Melihat senyum bahagia di bibir Willy,Hana semakin yakin bahwa Sheina memang benar jika Willy benar-benar menunggu jawaban darinya.


jengkel. Terang saja karena ini berada di rumah sakit yang dilarang keras berisik apa lagi bicara keras-keras.


''Hustt!! Willy..? '' Hana memperingati Willy.


''Ups! Sorry. '' Willy langsung membungkam mulutnya sendiri.


Masih sama-sama malu,mereka duduk berdampingan dengan suasana canggung.


******** FLASHBACK OFF **********


"Hahaha...? '' tawa Sheina pun pecah.


''Hei?! Apa yang kau tertawakan? Hah? '' tanya Willy.


''Aku tidak bisa membayangkan betapa malunya Hana ku waktu itu. Willy,kau itu tidak pengertian sama sekali. Harusnya kan kamu membawa dia ke tempat yang romantis,ini malah di koridor rumah sakit. Hahaha...?! Payah? '' ledek Sheina.


'' Sudah-sudah? Jangan begitu Shei,yang penting aku sudah memberi jawaban padanya,sesuai janjiku sama Willy. '' lerai Hana.


''Benar itu. '' Willy mengompori.


''Huh! Iya deh iya yang baru jadian. Jangan lupa makan-makan ya? ''


''Beres! Siap pokoknya. Kamu mau makan dimana? Hayuk...? '' ucap Willy gembira.


Suasana kembali menghangat,kini Sheina tak lagi sendiri seperti saat dia baru pertama kali pindah ke ibu kota. Sampai hari ini dia sangat bersyukur karena di pertemukan dengan orang-orang yang mampu memberinya kasih sayang sejak kepergian kedua orang tuanya.


Leon sedang sibuk dengan pekerjaannya yang dia bawa pulang. Terlalu lama menatap layar komputer membuatnya sedikit pusing.


''Tok,,,tok,,,,,tok!! ''


Pintu di ketuk dari luar. Tanpa pikir panjang Leon berjalan ke arah pintu dan membukanya. Terlihat pak Kim di depan pintu dengan nampan dan segelas orange jus yang di minta Leon tadi.


''Istirahatlah sebentar tuan muda. Sudah dari tadi pagi tuan muda bekerja. Sekarang sudah mau sore.''


''Iya pak Kim. Terima kasih. Oh ya bisa minta tolong panggilkan Willy kemari? ''


''Ada apa kau mencari ku tuan muda. '' sahut Willy tiba-tiba dari belakang pak Kim.


''Sejak kapan kamu di sini. Bagaimana keadaannya??'' tanya Leon,mengambil segelas jus yang di berikan pak Kim padanya dan meminumnya.


''Aku baru saja sampai. Keadaannya sudah membaik sangat baik. '' jawab Willy,masuk ke ruang kerja Leon tanpa di suruh. Melemparkan tubuhnya ke sofa yang ada di ruangan itu.


'' Kapan kamu akan membawanya menemui om dan tante? Apakah mereka akan lama berada di sini? ''


''Sebulan lagi mereka akan kembali ke Amerika. Mungkin besok,aku akan membawa papa menemui Sheina. '' jawab Leon kembali pada komputernya.


''Benarkah? Apa kau akan langsung melamarnya? ''


''Hanya pertemuan perkenalan saja. Aku baru jadian dengannya dan akan mencoba mengenalnya lebih dekat lagi,memahami karakternya. Sampai dia siap untuk di pinang. '' Leon tertawa geli mendengar ucapannya sendiri.


''Kamu kapan jadian? '' seru Willy terkejut. (Alah emang Willy aja yang lebay,,hahaha😆)


''Memang kenapa? Apa kau marah,karena aku duluan yang mendapatkannya?! '' ucap Leon datar.


'' Tidak. Aku juga mendapatkannya. '' gumam Willy cengengesan.


''Apa maksudmu?! '' seru Leon.


''Hana ku. Hehehe...? ''


''Hana? Kamu menyukai Hana? '' Leon mengerutkan alisnya.


''Ya,tuan muda. Kau kira aku suka dengan siapa? Dengan my sweety? Iya aku juga menyukainya. Hehehe...? ''


''Hentikan bualan mu itu?! Menjijikkan. Terserah kamu menyukai siapa. '' Leon terdiam dan kembali dengan pekerjaannya.


Sedangkan Willy mulai mengecek jadwal untuk kegiatannya. Sehari saja tidak bekerja,banyak sekali jadwal yang harus dia selesaikan besok.


Keduanya mulai sibuk dengan benda yang mereka pegang masing-masing.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


HAPPY READING.....


JANGAN LUPA UNTUK 👉 VOTE , LIKE dan KOMEN


TERIMA KASIH😊😊😊😊