Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB. 34



Leon melangkah memasuki sebuah restauran mewah. Semua yang menatap ke arahnya begitu sangat mengaguminya,wajah tampan serta perawakan yang tinggi dan gagah itu dengan balutan stelan jas berwarna navy,mampu menghipnotis siapa saja yang menatapnya terutama para wanita.


Tampak seseorang berlari ke arahnya dan menyapa penuh hormat.


''Tuan muda selamat datang. '' salam orang itu sedikit membungkukkan badannya.


''Hem. '' jawab Leon datar.


''Mari saya antar ke ruangan tuan. '' pria itu menunjukan arah ke sebuah ruangan yang cukup luas dengan beberapa kursi mengitari meja bundar tertutup taplak meja warna putih dan juga peralatan makan yang tampak begitu mewah.


Di salah satu kursi itu duduk seorang wanita dengan rambut curly di gerai,mengenakan Midi Dress warna putih tulang dengan pita besar di satu pundaknya. Terlihat begitu cantik dan anggun. Tersenyum melihat kedatangan orang yang telah lama di nantinya.


''Leon? Akhirnya kamu datang juga,aku sudah lama menunggumu. '' Vallery memeluk Leon senang.


Leon hanya mematung tanpa ekspresi,tanpa membalas pelukan Vallery. Tak ada kehangatan,tak ada sikap mesra dan manja seperti dulu lagi,hanya sikap dingin dan cuek yang di rasakan Vallery pada Leon.


''Lepas! Singkirkan tangan tubuh kotor u itu dari ku. '' ucap Leon kasar.


Menarik kursi dan mendudukinya. Melihat Vallery yang masih berdiri mematung tak bergeming dengan wajah terkejutnya.


Pria yang selama ini memanjakannya,menuruti semua keinginannya. Pria yang tidak pernah bersikap dingin padanya,sekarang berubah bak monster pendendam yang siap menerkam dan mengoyak hatinya.


''Katakan apa yang kamu inginkan?! Waktu ku sangat terbatas untuk berada di sini!! ''


''Leon? Aku mohon maafkan aku. Aku benar-benar telah menyesali semua perbuatan ku selama ini sama kamu. ''


'' Apakah saat melakukan itu semua,kamu pernah memikirkan aku dan saat sekarang ini?! Hah!! "


"Maafkan aku Leon? Aku memang bodoh saat itu. Aku hanya memikirkan bagaimana aku bisa mendapatkan pekerjaan yang berarti itu buatku. Aku salah Leon. Aku mohon maafkan aku. "


" Hahaha...!! Maaf! Kenapa kamu begitu percaya diri sekali,kalau aku bisa memaafkan mu!! " tawa Leon terdengar mengejek.


"Karena aku yakin kamu masih sayang sama aku. Kamu nggak akan ninggalin aku,Leon. "


"Aku? Masih sayang sama kamu?! Hahaha...!! " tawa Leon pecah,serasa geli di telinganya ucapan yang di katakan Vallery.


Vallery tercekat dengan reaksi Leon,bukankah dia benar-benar mencintainya dulu. Bukankah dia juga ingin menjadikannya pasangan hidupnya.


"Leon? Bukankah kamu menginginkan ku menjadi teman hidupmu? " air mata yang tadi di tahannya jatuh juga,isak tangisnya mulai terdengar jelas.


Leon menghentikan tawanya lalu melihat ke arah Vallery yang mulai berjalan mendekat dan menarik kursi yang ada tepat di hadapannya. Terlihat sorot kemarahan di matanya.


" Apa kau lupa! Aku mengatakan itu karena aku tidak tau kalau kamu sebenarnya adalah wanita murahan! " seru Leon,marah.


Seperti disambar petir di siang bolong,kata-kata kasar Leon seakan menghancurkan hatinya berkeping-keping.Vallery tak pernah melihat Leon berbicara kasar seperti itu pada wanita.Memang benar dia bersalah dan dia mencoba untuk meminta maaf padanya. Tapi ternyata sikapnya selama ini telah menghancurkan cinta kasih yang di bangunnya sejak SMA.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️