
''Hei kamu!! Bisa bawa mobil, tidak! '' bentak pria yang sedari tadi hanya mendengus kesal dan memarahi sopirnya.
"Maaf tuan muda,saya akan berusaha membawa anda ke kantor tepat waktu. " jawab sang sopir hormat.
Karena terjebak macet jalanan ibu kota di pagi hari, mobil yang di tumpangi tuan muda yang tak lain dan tak bukan adalah Leon hanya berjalan pelan, sedangkan jam tangan sudah hampir menunjukkan pukul 9.
Saat ada celah di depan sang sopir memanfaatkannya. Dengan lihai dia mendahului mobil mobil yang lain. Karena kelihaiannya menyelip itu, membuat Leon merasakan jantungnya seakan ingin lompat dari tempatnya berdetak.
"Kau ingin membunuhku ya!! " bentaknya sekali lagi.
" Maaf tuan muda, hanya dengan cara ini kita bisa sampai kantor lebih cepat. '' jawab sang sopir.
"Salah sendiri kenapa tadi bangunnya telat. '' batin sang sopir.
Dan tak berapa lama mobilpun memasuki area kantor.
''Sudah sampai tuan muda. '' sang sopir beranjak keluar mobil hendak membukakan pintu penumpang yang di duduki sang bos besar.
''Dimana sekertaris Willy? Kenapa dia tidak menjemputku! '' tanya Leon dengan nada datarnya.
'' Saya di sini tuan muda. '' jawab Willy berlari mendekati Leon. '' Selamat pagi tuan. Maaf tuan muda saya tidak bisa menjemput tuan muda karena ada sedikit masalah tadi, mari tuan muda. '' Willy mempersilahkan.
'' Hm! '' Leon menjawab hanya dengan deheman.
"Kenapa tiba-tiba sikapnya jadi dingin begini?? Apakah ini yang om Adinata bilang ,kalau sifatnya mudah sekali emosi?? Ini mah kekanakan, hihihi. " batin Willy yang berjalan di belakang Leon.
Saat memasuki lobi kantor, tiba-tiba saja karyawan wanita semua menatap kedatangan Leon dan Willy dengan takjub, mereka seperti melihat sang idola yang akan tampil ke panggung seperti di TV. Bak seperti terhipnotis mereka memandang dengan mulut menganga tanpa mereka sadari.
Leon terus berjalan melewati lobi dan menuju lift khususnya, di dampingi Willy.
''Siapa pria tampan tadi, sepertinya di kantor kita ini tidak ada karyawan seperti mereka?'' tanya salah satu resepsionis yang bernama Vina.
''Tidak tau. Mungkin rekan bisnis pak Adinata. '' jawab resepsionis yang satu lagi bernama Mia.
''Aah,, sudahlah, sebaiknya kembali bekerja kalau tidak mau bonus kita di potong. '' ucap Mia.
Ya, selain orang kantor dalam tak ada yang tau kalau hari mereka kedatangan sang CEO baru.
Leon dan Willy menuju ke ruangan CEO yang berada di lantai 20 yang masih di tempati papanya Adinata.
''Tok,,, Tok,,, Tok!! '' suara ketukan pintu.
''Ya masuk!'' seru Adinata dari dalam.
Segera Willy mendorong pintu yang terbuat dari kaca tebal itu dan mempersilahkan Leon masuk.
'' Selamat pagi pa,,, om?! '' salam Leon dan Willy bergantian.
''Kau sudah sampai rupanya. Baiklah Leon apa kamu sudah siap,mengumumkan diri sebagai pengganti papa menjadi CEO ADT.Group?? '' tanya Adinata berjalan mendekati putranya.
''Iya pa, Leon siap. '' jawab Leon tanpa ragu.
''Bagus. Kalau begitu mari kita ke ruang pertemuan, menemui semua direksi perusahaan dan karyawan untuk menyambutmu. '' ajak Adinata.
Sejak di umumkan untuk berkumpul di ruang pertemuan barusan, para direksi, karyawan dan humas pun sudah ada di sana. Meski tidak semua berkumpul disana. Namun karyawan lain tetap bisa menyaksikan perkenalan bos besar mereka melalui layar monitor dan TV yang ada di dalam perusahaan itu.
''Sheina?! Bagaimana apakah semua sudah siap? '' tanya pak Indra.
'' Siap pak. '' jawab Sheina yakin.
''Baiklah segera kita ke ruang pertemuan. '' pak Indra berjalan menuju lift di ikuti Shiena dan 2 karyawan lain yaitu Zein dan Via. Mereka menuju lantai bawah, yaitu lantai 2 ruang pertemuan.
Ceklek
Pintu ruang pertemuan terbuka dan masuklah seorang pria paruh baya dan dua orang pria rupawan yang sangat di kagumi karyawan wanita disana.
Sheina yang di beri kepercayaan untuk penyambutan sang bos baru pun maju ke depan menuju panggung kecil yang telah di siapkan.
'' Apakah tuan muda menyukai gadis itu? Dia terlihat cantik natural. '' Willy menaik turunkan alisnya.
''Cih!! Dari mana kau melihat kalau dia cantik. '' sanggah Leon.
''Ow? Saya lupa kalau tuan muda sudah punya pacar, jadi tak akan ada wanita lain yang terlihat cantik di mata tuan muda selain nona Vallery. '' Willy tersenyum sinis.
''That right!'' jawab Leon singkat. Tapi tatapannya masih menuju Sheina yang telah selesai memberi sambutan.
''Aku nervous banget tadi. Tapi untung tidak salah ucap. '' ucap Sheina saat kembali ke tempat duduknya yang ada di belakang.
''Tapi tetap keren kok Shei. '' jawab Via.
''Baiklah semua, saya akan perkenalkan putra saya yang akan meneruskan posisi saya menjalankan perusahaan ini. Leon Axell Adinata!! '' Adinata mempersilahkan Leon naik ke podium.
''Selamat pagi semuanya?! '' sambut Leon yang di tanggapi dengan tepuk tangan karyawan yang ada di sana. Senyum yang di paksakan terlihat jelas di mukanya, karena dia tak menyukai hal rame.
Setelah menyelesaikan acara penyambutan sang bos baru,semua kembali ke tugas serta pekerjaan masing-masing.
Leon dan Willy juga sudah berada di ruangan papanya, yang sekarang menjadi ruangannya.
''Baiklah nak, urusan kantor papa serahkan padamu sekarang. Willy yang akan memberitahu agendamu selama di perusahaan. Dan dia juga yang akan membantumu semua kebutuhanmu. '' ucap Adinata, menepuk bahu putra semata wayangnya.
''Apakah papa akan kembali ke Amerika dalam waktu dekat ini? '' tanya Leon.
'' Yah, papa akan menyusul mamamu ke sana. '' jawab Adinata, lalu melangkah pergi meninggalkan ruangannya yang kini menjadi ruangan kerja putranya.
Willy mempersilahkan Leon untuk duduk di kursi kebesaran papanya, yang kini telah menjadi kursi kebesarnya. Ya, Leon sang CEO ADT Group.
'' Tuan? Untuk hari ini jadwal rapat anda kosong. Anda hanya harus menanda tangani berkas berkas ini. '' Willy menunjuk 2 tumpukan berkas yang ada di hadapan Leon.
''Apa kau mengerjaiku! Bagaimana bisa aku yang baru menggantikan papa langsung mendapatkan tugas yang begitu banyak!! '' pekik Leon.
Willy hanya tersenyum dengan ucapan Leon. ''Kamu pikir menjadi bos besar itu hanya nongkrong dan main hp. '' batin Willy.
''Iya tuan. Berkas ini sudah di periksa papa anda tadi. Jadi tuan muda hanya menanda tangani saja. ''
''Huh! Ya,, ya. Aku akan kerjakan. Kamu kembalilah bekerja. '' usir Leon.
''Baik tuan muda. Saya permisi?! '' Willy meninggalkan Leon dengan berkas berkasnya yang menggunung untuk di tanda tangani.
Sementara itu Sheina yang bersiap siap untuk pergi makan siangnya. Segera turun menemui sahabatnya, Hana.
''Zein, Via kalian nggak makan siang? '' tanya Sheina saat melewati meja rekan kerjanya yang masih berkutik dengan komputernya.
''Oke, kamu duluan aja Shei. Sebentar lagi aku selesai. '' jawab Zein.
''Aku bareng kamu Shei? Kita makan di kantin kantor aja yuk? Ada menu baru hari ini. '' Via berdiri menggandeng tangan Sheina.
''Boleh juga tuh.Ayo! Zein kita duluan ya! '' pamit Sheina, meninggalkan Zein yang masih fokus dengan kertas kertas.
Zein hanya mengangguk dan melambaikan tangan ke arah dua rekan kerjanya yang menghilang di balik pintu lift yang menutup pelan.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Terlalu sibuk dengan kerjaan. Jadi lama deh upnya.
JANGAN LUPA :
👉LIKE
👉KOMEN
👉VOTE
Ya teman,,,, beri dukungan agar author tetap semangat nge halunya. 😘😘😘😘