Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB 27



Akhir pekan yang di nanti telah tiba. Hari ini Via,Hana dan Sheina yang sudah janjian bertemu sejak seminggu yang lalu. Mereka bertemu dan sedang berada di sebuah foodcourt di mall ibu kota.


''Vi gimana keadaan Zein? '' tanya Sheina menyuapkan kentang goreng ke mulutnya.


'' Dia udah keluar dari rumah sakit,sudah sembuh. '' jawab Via yang duduk tepat di depannya.


'' Memang Zein sakit apa? '' tanya Hana.


''Cuma demam biasa kata dokter. Mungkin karena sering lembur dan juga dia suka main game online sampai larut malam makanya kecapekan. '' jawab Via.


'' Anak itu dari dulu memang tidak pernah berubah. Sejak dari pertama kenal di kantor sampai sekarang masih saja seperti itu. '' ucap Hana.


''Shei? Kamu kenapa? Kok diam aja. '' tanya Via,yang melihat Sheina tampak tak bersemangat.


''Hah? Nggak. Nggak apa-apa. Lagi kepikiran film tadi yang kita tonton sedih banget ceritanya. ''


Hana dan Via saling pandang. '' Dasar baper...?! Hahaha...?!"


...****************...


" Tuan muda ada telpon dari tuan besar. " pak Kim memberikan telpon rumah pada Leon yang sedang bersantai di taman samping rumahnya.


"Ya halo pa? Bagaimana kabarnya di sana? " tanya Leon sesaat setelah menerima telpon itu.


"Papa dan mama baik-baik saja Leon. Bagaimana di sana? "


''Ya pa. Semua baik-baik saja. '' jawab Leon lesu.


''Nak? Apakah ada masalah denganmu? Sepertinya kamu sedang tidak bersemangat hari ini? "


"Ah,tidak pa. Leon hanya kecapekan saja. Mama bagaimana pa? Kapan kalian akan kembali ke sini lagi. ''


''Belum tahu Leon. "


" Mama akan pulang jika kamu sudah bersedia memberi mama cucu yang lucu buat mama. " tiba-tiba mama Leon mengambil alih obrolan.


'' Omong kosong apa itu?! Sebaiknya mama tidak usah pulang karena aku belum mau punya anak,merepotkan saja. '' jawab Leon ketus.


''Kau ini benar-benar anak yang tidak berbakti!? Pa,,,?? Kenapa anak mu ini menjengkelkan sekali. " rengek mama Leon.


'' Sudah ya ma? Leon mau istirahat dulu. ''


''Kamu tuh selalu begitu. Mama kan masih kangen sama anak mama ini. Gimana di sana sayang,apakah kamu tidak ingin kembali ke Amerika bertemu dengan mama? ''


'' Leon akan ke sana nanti kalau sudah tidak sibuk di perusahaan,ma. Karena di perusahaan masih banyak hal yang Leon harus kerjakan. Bukankah papa sudah mempercayakan semuanya pada Leon?! ''


''Uum,,,?? Baiklah sayang,mama bakal menunggu hari baik itu.Ok? Bye sayang,jaga diri kamu baik-baik di sana. Miss you. "


''Bye ma,miss you too. '' Leon mengakhiri telponnya.


Mama Leon memang tak pernah mengetahui tentang hubungannya dengan Vallery. Hanya papanya yang mengetahuinya. Mama Leon tinggal di Amerika karena kedua orang tuanya yaitu nenek dan kakek Leon sudah lama pindah ke Amerika,bahkan sebelum mama Leon menikah dengan Adinata. Karena bisnis terbesar keluarga ada di sana,sedangkan yang ada di Indonesia ini adalah perusahaan hasil kerja keras Adinata sendiri,saat dia ingin menikahi mamanya.


'' Pak Kim,panggilkan Willy suruh dia kemari sekarang. '' titah Leon menyerahkan telpon.


''Baik,tuan muda. '' jawab pak Kim lalu kembali masuk ke dalam rumah.


'' Aku harus bertanya padamu secara langsung padanya. '' gumam Leon.


Dia kembali masuk ke dalam rumah menuju kamarnya. Saat hendak mandi,Leon melirik ke arah ponselnya yang berada di atas kasur.


Meraihnya menggulir panggilan keluar. Lalu mencari kontak telpon berhenti di sebuah nama yang tiba-tiba membuat hatinya nyeri. Vallery.


Tak ingin mengingat nama itu lagi segera Leon memblokir nomor itu dari ponselnya. Lalu menggulirnya lagi sampai pada nomor seseorang yang entah sejak kapan dia save di ponselnya. Gadis Bodoh. Yaitu nomor Sheina yang dia dapat dari dokumen karyawan.


''Sedang apa dia sekarang? Pasti sedang nonton drakor. Heeh?! '' gumam Leon lagi terlihat lengkungan bibir membentuk senyum.


Lalu bergegas masuk ke kamar mandi melemparkan ponselnya kembali ke atas kasur.


''Selamat pagi pak Kim. '' sapa Willy sesaat setelah tiba di kediaman Adinata.


''Memangnya ada apa pak Kim? Tumben hari minggu aku di suruh kemari? ''


''Aku tidak tau tuan. '' pak Kim berbalik hendak pergi ke belakang.


''Pak Kim? Tolong buatkan kopi yah. '' ucap Willy tersenyum ramah.


''Siap tuan. '' jawab pak Kim,lalu berjalan ke arah dapur.


Pak Kim kembali dengan secangkir kopi panas pesanan Willy. '' Silahkan tuan. ''


''Terima kasih pak Kim. Oh ya,kenapa Leon belum juga turun? ''


''Apakah kamu sedang buru-buru. '' ucap Leon menuruni anak tangga berjalan menuju sofa willy duduk.


''Saya permisi ke belakang tuan muda. '' pamit pak Kim meninggalkan mereka berdua.


''Ada apa menyuruhku kemari? '' tanya Willy menyruput kopi yang tadi d buat pak Kim.


''Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. ''


''Apa? '' Willy mengerutkan keningnya.


''Tentang Vallery. '' Leon menatap tajam ke arah Willy.


''Bukannya semua sudah berakhir? ''


'' Tidak semudah itu. Masih ada sesuatu yang menggajal dalam pikiranku. '' ucap Leon menatap serius ke arah Willy.


''Maka katakanlah. '' jawab santai Willy.


''Apakah kamu sebelumnya sudah pernah memata-matai Vallery? '' tanya Leon to the point.


'' Aku? Bukan aku,tepatnya papamu sendiri. ''


''Apa?! Papa? Maksud kamu,papa tahu tentang Vallery?! '' tanya Leon kaget.


Willy menghembuskan napasnya kasar. '' Karena kamu sudah menyadari bagaimana wanita yang kau cintai seperti apa, aku akan menceritakan semua padamu. ''


Leon menatap Willy serius,berusaha mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan Willy.


'' Om Adinata pernah bilang pada ku,tak boleh menceritakan semua keburukan wanita mu itu,sebelum kamu tahu sendiri bagaimana sifat aslinya. Karena om tau bagaimana emosi mu,jika berhubungan dengan apa yang sudah kamu anggap baik. ''


''Sudahlah jangan bertele-tele. Jelaskan saja semua tentang dia dan penyelidikan mu. '' ucap Leon tak sabar.


''Kamu tahu kenapa dia bisa menjadi model terkenal di Perancis? Dan bisa mendapat job nya dengan sangat mudah dan lancar? '' Willy melempar pertanyaan kepada Leon yang tentu saja hanya mendapat jawaban gelengan kepala.


''Selain berhubungan denganmu, dia juga menjalin hubungan dengan pengusaha yang cukup kaya di Perancis. Bahkan dia juga mau melakukan hubungan terlarang dengan siapa saja yang bisa mewujudkan keinginannya. '' Willy mengakhiri penjelasannya.


''Dasar wanita murahan!! Jadi selama ini dia membohongiku!! '' geram Leon.


'' Bahkan sebelum dia menjadi model pun dia sudah menduakan kamu,tepatnya waktu masih kuliah. Bukankah Hana adalah temannya? ''


''Oh,****!! '' gerutu Leon. ''Lalu apa hubungannya dengan Hana? ''


''Kamu tidak pernah mencari tahu kenapa sahabat baiknya pun meninggalkan dia? '' tanya Willy heran.


Leon menggeleng. '' Karena dulu aku pernah bertanya pada Hana,dia bilang ayahnya sedang kesulitan keuangan oleh sebab itu dia kembali ke Indonesia dan meneruskan kuliahnya di sini. ''


''Bukan itu alasan sebenarnya. '' sanggah Willy.


''Sepertinya memang begitu. Karena dia seperti menyembunyikan sesuatu padaku. ''


''Yang sebenarnya,Hana pernah memergoki Vallery dengan cowok lain,karena itu dia marah dan memutuskan untuk menjauh dari dia. ''


Leon terdiam. Dadanya kembali sesak saat mengetahui Hana,yang dulu pernah menjadi teman baiknya juga menyembunyikan rahasia ini begitu lama darinya. Tapi Leon tidak pernah tahu yang Hana lakukan dulu hanya karena tidak ingin merusak hubungan Leon dengan Vallery,meskipun akhirnya terbongkar juga.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️