
'' Sepertinya aku melihat mantan kekasihmu tadi,sayang. '' ucap Justin.
'' Hah? Siapa? '' Vallery mengernyitkan dahinya.
'' Siapa lagi,kalau bukan bos Adt.Group. Leon. '' jawab Justin dengan senyum seringainya.
'' Benarkah? Dimana? Atau kamu salah lihat. ''
'' Di butik terkenal yang ada di jalan xxx?! Tidak tahu.Maybe? Aku yang salah lihat. Tapi mana mungkin aku salah lihat. '' jawab Justin.
'' Dia kan bos besar,mana mungkin dia bisa berada di sana. Dia terlalu sibuk dengan kertas-kertas kantornya. Dan yang aku tahu,meskipun weekend dia juga akan tetap fokus dengan pekerjaannya. '' kenang Vallery kesal.
'' Hahaha...?! Apa kamu sangat kesepian bersamanya? ''
Vallery hanya tersenyum getir mendengar pertanyaan Justin.
'' Aku ingin membeli sesuatu,bisa kamu mengantarku ke sana,sayang? ''
'' Oh, tentu saja,sayang? Kamu butuh apa,beli semuanya. Biarkan aku yang membayarnya,sebagai hadiah karena kamu sudah memberiku sesuatu yang luar biasa hari ini. '' ucap Justin dengan arogan.
'' Terima kasih sayang. '' jawab Vallery.
Justin bagi Vallery hanya sebuah alat untuk mendapatkan apa yang ia mau. Saat mengingat Willy selalu ikut campur dengan hubungannya dengan Leon,Vallery memutuskan mendekati Justin karena dia adalah salah satu partner kerja Adinata yang pernah berurusan dengan Willy.
Willy pernah membuat perusahaannya nyaris bangkrut karena terbukti,Justin melakukan kecurangan dalam kerjasamanya dengan Adt.Group. Dan Willy juga yang telah mengumpulkan bukti kecurangan Justin secara diam-diam.
Namun setelah memutus hubungan kerjasama dengan Adt.Gruop,Justin lantas bergabung dengan perusahaan lain dan membentuk kembali perusahaannya hingga dia berhasil seperti saat ini. Meskipun tak sebesar perusahaannya dulu saat masih bekerjasama dengan Adt. Group.
Dan saat itu Justin mulai menyimpan dendam kepada Willy sang sekertaris Adt.Group. Hingga berencana membalas sakit hatinya dulu pada Willy. Namun dia belum tahu dengan cara apa membalasnya,hingga dia bertemu dan berkenalan dengan Vallery di sebuah club malam pinggiran kota,dia mulai menyusun rencana jahatnya secara diam-diam dan Vallery belum tau apa yang di rencanakan Justin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Will,antar aku ke Gift Shop ya? " ucap Hana merapikan baju saat selesai makan dengan Willy.
"Nggak usah repot-repot sayang. Aku bisa ketemu dan makan bareng kamu saja sudah seneng banget kok. '' jawab Willy dengan gaya sok cute nya.
Hana menatap Willy tak mengerti dengan ucapannya. '' Maksud kamu apa ya,Will? ''
'' Kamu tidak perlu membelikan aku kado atau hadiah apapun kalau hanya untuk berterima kasih padaku. '' jawab Willy dengan PD nya.
Hana memutar mata malasnya. '' Siapa yang ingin membelikan dan memberimu kado? ''
'' Hem? Bukankah tadi kamu bilang ingin ke Gift Shop,berarti ingin memilih kado untuk ku kan? ''
'' Hahaha? Kamu kenapa bisa percaya diri banget gitu sih. Heh? Aku itu ke Gift Shop mau nyari kado buat Via. Hadiah ulang tahunnya dia. ''
'' Hah? Jadi,,jadi tadi itu mau beli buat teman mu itu. Oh god...!! '' Willy mengusap wajahnya kasar.
''Hahaha..? Iya. Lagian kamu juga PD banget. ''
'' Hehehehe. '' Willy cengar cengir.
''Ya udah ayo? Bantu pilihin ya? '' Hana merangkul lengan Willy.
'' Iya. '' senyum Willy.
Meskipun Hana terlihat masih canggung,tapi ini adalah impian Hana memiliki orang yang selalu ada buatnya saat dia butuh. Willy juga demikian,dia berjanji pada dirinya sendiri akan selalu memprioritaskan Hana.
Gift Shop terlihat begitu ramai. Toko itu tidak terlalu besar,tetapi barang-barang yang di jual untuk hadiah atau sekedar koleksi pribadi sangat banyak dalam berbagai pilihan.
'' Aku bingung,Will? Aku belikan Via kado apa ya? '' tanya Hana melihat-lihat beberapa barang.
'' Kamu tahu nggak kesukaannya dia apa? Kalau kamu tahu pasti lebih gampang nyarinya. '' jawab Willy.
'' Oke deh. Aku coba cari lagi. '' Hana kembali melihat-lihat hadiah yang akan di berikan kepada Via.
Tak perlu banyak waktu lama,Hana memilih mug cantik dan lucu sebagai hadiah untuk temannya,Via.
'' Udah,Will. Yuk? '' ucap Hana setelah membayar dan mengajak Willy keluar dari toko.
'' Sekarang kita kemana la...? '' Willy tak melanjutkan kata-katanya karena di tabrak orang.
''Bruukk..!! ''
''Oh,sorry? So... ? '' ucap Willy kembali terputus,saat melihat siapa yang di tabraknya.
'' Justin!! '' Willy terperangah.
'' Oh? Tuan Willy? Apa kabar? Lama sekali tidak berjumpa. Ternyata masih ingat dengan saya?''
'' Kenapa?! Aku bukan tipe orang yang gampang melupakan manusia sampah sepertimu! '' jawab Willy acuh.
'' Kau! " seru Justin memelototkan matanya.
" Oh? Sekertaris Willy? Apakah dia kekasihmu? Sejak kapan anda menyukai seorang perempuan? "
" Apa aku harus melaporkan semua urusan ku padamu! " jawab Willy sinis.
" Hahaha..?! Ternyata dari dulu sampai sekarang sifat tuan Willy tidak pernah berubah. Tegas,angkuh dan mendominasi. "
" Permisi! " Willy melewati Justin begitu saja dengan menggandeng tangan Hana.
Hana yang tidak tahu masalahnya hanya diam saja dan mengimbangi langkah cepat Willy. Sampai tidak terasa kakinya terantuk tangga.
" Aauww..!! " pekik Hana menahan sakit di kakinya.
" Sayang? Kamu kenapa? " tanya Willy iba melihat wajah cantik wanitanya meringis kesakitan.
" Kaki ku tersandung anak tangga. "
" Maaf,sayang. Aku tadi terbawa emosi melihat Justin. Sampai aku tak memikirkan mu. Apakah masih sakit? Perlu aku antar ke rumah sakit? "
" Tidak perlu. Sebentar lagi juga nggak apa-apa. "
" Aku bantu kamu duduk di sofa itu. " Willy menunjuk sebuah sofa yang berada di pinggiran ruang yang biasa di pakai istirahat pengunjung mall kalau capek berjalan-jalan.
Willy membantu melepas flat shoes Hana dan terlihat jempol kakinya memerah. Willy menggosoknya pelan.
" Apakah ini sakit? "
" Ah! Iya,itu sakit sekali. " jawab Hana meringis saat Willy mengusap jempol kakinya.
" Maaf ya? "
" Udah nggak apa - apa. Memangnya tadi itu siapa,Will? " tanya Hana.
" Heh! Dia itu Justin. Dia dulu partner kerja Adt.Group,tapi dia ketahuan menghianati perusahaan. Makanya Adt. Group memutus kerjasama dengan perusahaanya dan membuat perusahaannya bangkrut. Aku juga melaporkannya ke polisi atas kasus penipuan. " cerita Willy.
" Ow? Pantas saja dia mengenalmu. "
" Ah,bagaimana dengan kaki mu? Apakah masih sakit? " Willy mengalihkan percakapannya.
" Masih terasa nyeri. Tapi tidak apa-apa,aku masih bisa berjalan. "
" Perlu aku menggendong mu,sayang? "
" Tidak perlu Will,aku masih bisa jalan. Baiklah kalau begitu antar aku pulang saja. "
" Kamu serius tidak apa-apa? Yakin? Tidak mau aku gendong? Aku kuat loh. " canda Willy.
" Willy! Aku serius. Udah ya? Antar aku pulang saja. "
" OK. Sayang. Beneran nih nggak mau aku gendong?"
" Iya Will,beneran. Aku bisa jalan sendiri. Udah deh nggak usah maksa. "
" Yah,,,padahal aku mau banget loh gendong kamu. "
" Ih,Willy...!! Apa an sih...! " geram Hana,yang di bareng tawa Willy.
Ada seseorang yang memperhatikan adegan itu dari jauh di barengi senyum seringai jahatnya. Siapa lagi kalau bukan,Justin.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
HAPPY READING....
JANGAN LUPA LIKE , VOTE dan KOMEN YA....
TERIMA KASIH....😊😊😊😊😊