Sorry, I Love You...

Sorry, I Love You...
BAB. 33



" Ya halo? " Sheina mengangkat panggilan.


"Kembali ke ruangan ku. '' jawab seseorang di seberang.


''Baik tuan. '' Sheina mengakhiri panggilannya.


''Siapa?? '' tanya Willy sesaat setelah Sheina menutup telponnya.


'' Tuan muda menyuruhku kembali ke ruangannya. Aku kembali ke sana ya Will. '' jawab Sheina melangkah keluar ruangan Willy.


'' Baiklah. '' sahut Willy. Setelah melihat Sheina menghilang di balik pintu,barulah Willy kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tok...!!


Tok....!!


Tok...!!


Sheina mengetuk pintu ruangan Leon. Setelah mendapat jawaban dari dalam,barulah dia masuk. Sheina mengedarkan pandangan ke semua arah dalam ruangan.


"Apa yang kamu cari?! " Leon menautkan alisnya. Heran melihat Sheina yang masih berdiri di depan pintu.


"Apakah Hana sudah kembali? Kalian sudah selesai berbicara? "


"Kalau belum selesai kenapa aku menyuruhmu kembali ke sini?! " Nada suara Leon datar.


"Maaf. "


Sheina kembali ke mejanya,kembali meneruskan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda. Hening. Ruangan itu seperti tak berpenghuni,hanya suara jarum jam yang berjalan dan suara keyboard komputer yang di ketuk.


Sheina menemui Hana saat jam makan siang di coffee shop dekat kantor. Setelah memesan latte dan beberapa potong cake,Sheina memilih kursi yang ada di pojok. Hana membawa nampan yang berisi dua cangkir latte dan satu piring ukuran sedang berisi 4 potong cake dengan beda rasa,menuju ke arah Sheina yang tengah melambai ke arahnya.


"Maaf Hana kalau aku terlalu lancang menanyakan hubungan mu dan Leon sebelumnya. " ucap Sheina.


"Iya. Nggak apa-apa Shei? Lagian aku juga yang tidak pernah cerita ke kamu. " jawab Hana menyruput latte nya.


"Heemm. Aku juga baru tahu dari Willy kalau kalian sebenarnya teman baik dulu. " Sheina memotong cake coklat kesukaannya.


"Itu sudah lama,sudah hampir 3 tahun lamanya. "


"Jadi bagaimana kalian bisa saling mengenal??" tanya Sheina penasaran.


"Kamu ingat kekasih Leon yang model itu? Beberapa bulan yang lalu dia pernah ke kantor kita juga. "


"Nona Vallery? " tebak Sheina tepat.


"Iya. " Hana mengambil cake dan menyuapkan ke mulutnya. "Dulu dia adalah sahabat ku,sewaktu di Amerika. Aku mengenal Leon juga karena dia yang mengenalkannya padaku. "


''Lalu kenapa kalian berpisah? ''


''Aku ingin melanjutkan kuliah ku di sini karena aku sudah muak dengan sikap Vallery yang sering kali gonta ganti cowok,meskipun dia sudah bersama Leon. '' jawab Hana.


''Hah? Serius Han,nona Vallery seperti itu? Tapi dia kan model terkenal. ''


''Tidak semua sifat baik itu di lihat dari profesinya ya sayang...?!! '' Hana memencet hidung Sheina.


''Aduh,,,duh?! Kebiasaan deh,kan kasian hidung mancung aku. " Sheina manyun mengelus hidungnya yang tampah memerah.


Eemm?! Tunggu aku habiskan kue ku dulu. " ucap Sheina menyuapkan suapan terakhir cake nya.


"Willy. Hari ini kamu yang ambil alih kunjungan ke beberapa anak perusahaan. Aku ada urusan. " ucap Leon saat kembali dari makan siang.


"Aku sendiri? Apa dengan gadis manis mu itu?! " Willy lagi-lagi menggodanya.


"Terserah,kau bisa membawanya kalau kamu mau. ''


Willy menyatukan alisnya,heran.


'' Hari ini kau ada urusan apa? Apa kau ingin menemui perempuan itu lagi?! ''


'' Aku hanya ingin semuanya terselesaikan dan tidak akan ada masalah lagi. '' Leon melempar tubuhnya ke sofa,memijat kepalanya yang sedikit pusing.


''Baiklah. Sebaiknya kau benar-benar menyelesaikannya. '' Willy menepuk pundak Leon.


''Eh. Selamat siang tuan? Willy? '' tiba-tiba saja Sheina masuk tanpa mengetuk pintu,karena mengira mereka berdua belum kembali.


''Sheina hari ini kamu ikut Willy melakukan kunjungan ke anak perusahaan. '' titah Leon.


Sheina menatap Willy yang berdiri di sebelah Leon dengan senyum yang aneh dan menaik turunkan alisnya.


''Oh?! Siap tuan. ''jawab Sheina malas.


''Jika dia macam-macam padamu segera hubungi aku?! '' ucap Leon melirik Willy yang langsung merubah raut mukanya.


''Hihihi..?! Siap tuan. '' jawab Sheina senang.


''Kenapa kalian begitu curiga padaku?! Hei,,hei,,,? Lihatlah dengan baik-baik apakah aku terlihat seperti seorang bajingan. '' Willy menepuk dadanya sendiri.


''Kurang lebih? '' seru Leon dan Sheina bersamaan.


Willy menatap Leon dan Sheina bergantian,heran karena jawaban mereka sama.


''Kalian berdua jahat sekali...?! '' teriak Willy,kesal. Melipat kedua tangannya bersedekap,bibirnya manyun,persis anak kecil yang sedang merajuk. Lalu membuang mukanya ke sembarang arah.


''Willy,,,?? Kau itu lucu sekali kalau sedang marah. Bagaimana kalau aku merekamnya dan memperlihatkan pada Hana? '' goda Sheina mengarahkan ponselnya pada Willy.


Willy panik dan dengan cepat merubah mimik mukanya. Tersenyum dan mendekat pada Sheina. Setelah mendekat Willy menarik telinga Sheina.


''Kau itu nakal sekali ya?! ''


''Aduh,,,aduh!! Tuan tolong. '' rengek Sheina,memelas.


''Willy! Hentikan?! '' seru Leon.


''Apa? Kau membelanya? Ck?! '' Willy melepaskan tangannya dari telinga Sheina yang langsung cekikikan karena mendapat pembelaan.


''Sudah?! Kalian berdua cepatlah berangkat. '' titah Leon.


''Yes,big boss?! '' jawab Willy lalu mengajak Sheina segera berangkat ke kunjungan anak perusahaan yang berada di wilayah ibu kota juga.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️