
Leon melemparkan ponselnya ke ranjang,rahangnya mengerat tangannya mengepal kuat. Wajahnya berubah merah padam menahan amarah.
''Brengsek,,,!!! Jadi selama ini dia membohongi aku!! Keterlaluan sekali kamu,Val,,,?!! " teriak Leon di dalam kamar.
Leon melemparkan tubuhnya ke kasur dan terdiam meredam amarahnya. Memejamkan mata tapi tak bisa tertidur,pikirannya kacau,dadanya terasa sesak dan jantungnya berdetak tak beraturan.
Menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan kasar. Sungguh dia tidak percaya pujaan hati yang sangat dicintainya sepenuh hati tega mengkhianati cintanya selama ini.
Padahal Leon selalu menjaga perasaannya untuk dia,tapi dengan mudahnya dia menduakannya dengan laki-laki lain.
Ponsel Leon kembali bergetar. Ada panggilan lagi dari nomor ajudan yang di perintahkan mengikuti Vallery. Dengan cepat Leon mengangkat panggilan itu.
"Halo?!! Bagaimana ada kabar apa lagi? "
"Maaf tuan Leon,kami mengikuti nona Vallery lagi. Dan sekarang kami berada di sebuah hotel mewah tidak jauh dari restauran tadi. Nona Vallery dan seorang pria yang mengajaknya makan malam tadi,sepertinya sedang memesan kamar. "
''Sial,,,!! Beritahu aku lokasi hotel itu! Dan cari tahu mereka berada di kamar nomor berapa? Biar aku sendiri yang ke sana?! '' titah Leon,lalu menutup panggilan telponnya.
''Tunggu saja,kau akan mendapatkan balasan yang setimpal dariku perempuan j****g!!" geram Leon.
Leon mengambil jaket serta topi berwarna hitam dan keluar kamar berjalan menuruni anak tangga dengan amarah yang tak terbendung lagi.
"Tuan muda mau kemana? " tanya pak Kim yang baru saja mematikan lampu ruang tamu. Karena sudah hampir tengah malam.
Leon tak menjawab. Langkahnya semakin cepat menuju pintu keluar. Pak Kim yang begitu terkejut dengan sikap tuan mudanya berlari mengikuti dari belakang. Terlihat Leon membuka dan menutup pintu dengan kasar.
"Tuan muda mau kemana? Ini sudah hampir larut malam,biarkan sopir yang mengantar tuan muda. "
"Aku ada perlu yang harus segera aku selesaikan pak Kim?! Suruh satpam bukakan pintu gerbang untukku?! "ucap Leon dengan nada dingin.
"Tapi tuan? "
"Atau aku tabrak gerbang itu jika kau tak segera membukanya?! " seru Leon kesal.
"Baik tuan. " pak Kim segera berlari ke arah pos satpam dan segera menyuruhnya membuka pintu gerbang.
Saat pintu gerbang terbuka,Leon segera melesatkan mobilnya dengan cepat. Hingga tak terlihat lagi oleh mata pak Kim.
Pak Kim yang begitu khawatir dengan tuan mudanya segera merogoh ponsel yang ada di saku celananya.
"Halo sekretaris Willy? Maaf mengganggumu? Tuan muda pergi mengendarai mobilnya dengan amarahnya. Saya takut terjadi apa-apa padanya. ''
''........? ''
''Saya tidak tau pasti kenapa,tapi dia terlihat begitu marah dan pergi dengan mobilnya. '' jawab pak Kim.
''..... ''
''Baiklah. '' pak Kim mengakhiri panggilannya dan menyuruh satpam kembali mengunci pintu gerbangnya.
Sementara Willy yang sudah siap-siap untuk tidur,terpaksa mengganti pakaiannya lagi dan segera pergi menyusul Leon. Willy tau dimana Leon sekarang karena mobil Leon telah di lengkapi dengan sistem pelacak yang hanya orang tertentu saja yang tau pelacak itu termasuk Willy.
''Ada apa sebenarnya. Apakah Leon tau semua tentang wanita itu? '' gumam Willy sambil terus mengemudikan mobilnya.
Leon memasuki hotel itu dengan amarah yang di tahannya. Saat masuk dia sebisa mungkin bersikap biasa saja,karena telah di beritahu ajudannya dimana kamar dan lantai berapa kekasihnya masuk.
Dia berjalan ke arah resepsionis dengan tenang meskipun amarahnya hampir meledak di dadanya.
''Selamat malam tuan ada yang bisa kami bantu? '' tanya salah satu pegawai bagian resepsionis.
''Malam. Maaf aku ke sini hanya ingin mengambil barang dari temanku. ''jawab Leon datar.
''Siapakah teman tuan? '' tanya resepsionis itu lagi.
''Reyan Antonio. Aku sudah tau dimana dia menginap. ''
''Baiklah tuan,silahkan. '' ucap resepsionis mengizinkan Leon.
Leon dengan segera menuju lift dan memencet lantai 5. Amarahnya mulai meledak kembali,dadanya sakit dan sesak penuh dengan perasaan kecewa.
Sementara Willy bergegas menuju hotel,setelah memarkir mobilnya dia pun berlari menuju lift hotel,namun di halangi seorang laki-laki berseragam.
''Maaf tuan anda harus melapor ke resepsionis terlebih dahulu untuk menjaga keamanan hotel kami.
''Ck,,,merepotkan saja. '' Willy bergegas menuju resepsionis.
''Aku di suruh tuanku yang baru saja masuk untuk memberikan kunci mobil ini. ''
''Baiklah silahkan tuan. '' jawab resepsionis itu.
Willy pun masuk lift dan menuju lantai serta kamar yang di beritahukan ajudan suruhan Leon.
Leon keluar lift dengan mata yang nyalang,marah melihat satu persatu nomor pintu yang di lewatinya,hingga dia melihat dua orang melambaikan tangan ke arahnya.
''Di sini tuan? '' panggil orang itu yang ternyata adalah ajudan suruhannya.
Dengan sangat kesalnya Leon hampir saja mendobrak pintu itu tapi berhasil di hentikan Willy yang datang tiba-tiba.
''Kenapa kau kesini?! '' seru Leon yang semakin kesal.
''Tenang Leon?! Bukan begini caranya jika kamu ingin mengetahui apa yang mereka lakukan di dalam sana. Dan juga jika kau membuat keributan tanpa ada bukti,kau bisa di laporkan ke polisi oleh pihak hotel dengan tuduhan mengganggu privasi orang. '' ucap Willy tegas.
Leon memicingkan matanya. '' Aku tidak peduli. ''
'' Dasar bodoh. Tahan dia?! '' seru Willy menyuruh kedua ajudannya.
Dengan sigap ajudan itu memegangi kedua lengan Leon kuat.Dan membawanya sedikit menjauh dari pintu kamar hotel itu.
''Apa-apaan kau Willy! Suruh ajudan mu ini melepaskan aku! '' bentak Leon.
''Sstt!! Berisik. Diamlah dan lihat bagaimana aku memergoki mereka. '' ucap Willy.
'' Ini adalah urusanku sebaiknya kamu tidak usah ikut campur. '' seru Leon.
'' Kau lupa om Adinata sudah menitipkanmu padaku? '' Willy tersenyum lembut.
''Jadi tenanglah sedikit lihat dan dengarkan caraku memberinya pelajaran.
Masih dengan perasaan kesalnya Leon menuruti apa yang di katakan Willy,dia juga ingin tau rencana apa yang ingin di lakukannya.
Willy mulai mendekati pintu kamar hotel itu dan mengetuknya. Tak ada yang membuka,lalu mencobanya sekali lagi. Terdengar kuncian pintu di buka. Seorang laki-laki keluar dari dalam dengan jubah kimono putih hotel di pakainya.
''Siapa kamu? '' tanya laki-laki itu,yang tak lain adalah Rey.
''Maaf aku sedang mencari kekasih ku? '' jawab Willy tenang.
''Maaf mungkin kau salah kamar. '' jawab Rey.
''Tidak mungkin,aku mendapat kabar dia berada di kamar hotel ini. ''
Terdengar dari dalam seorang wanita yang sepertinya baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Dia memeluk tubuh Rey dari belakang menenggelamkan kepala di punggung Rey tanpa menoleh ke luar pintu.
''Siapa sayang? Suruh dia segera pergi,aku sudah sangat menginginkanmu. '' ucap Vallery yang terdengar jelas di telinga Leon yang berdiri di samping pintu.
'' Selamat malam nona Vallery? Apakah aku mengganggu waktu bersenang-senang mu? '' ucap Willy ramah.
Vallery yang mendengar itu langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Rey dan maju ke arah pintu melihat siapa yang berdiri di depan pintu.
''Kamu?! Sedang apa kamu di sini? ''kata Vallery terkejut.
''Maaf nona Vallery aku ke sini mengantar seseorang untuk menemuimu karena ponselmu jarang sekali aktif. '' Willy mengedipkan matanya ke arah Vallery dan menjentikkan jarinya.
Leon berjalan ke arah Willy,berdiri tepat di hadapan Vallery dengan jubah mandi yang sedikit terbuka di bagian dadanya yang menampakkan kesan sexynya. Melihat Leon berdiri di hadapannya dengan seorang laki-laki lain,Vallery merasa sangat terkejut dan hampir tak bisa berkata apapun.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️