
Matahari bersinar terik hari ini, menyapa para penghuni ibu kota, terasa panas menyengat.
Hana berjalan dengan santainya saat tiba-tiba tubuhnya di dekap seseorang dari belakang yang sontak membuatnya terlonjak kaget.
''Aahh..!! " seru Hana melepas pelukan orang itu.
"Hahaha,,,? Ta,, daa! Kaget ya? " tawa orang itu.
"Sheina! " teriak Hana menyebut nama teman baik sekaligus adik baginya itu.
"Hana? Aku kangen sama kamu. " Sheina lalu memeluk Hana sayang.
Hana tersenyum melihat Sheina begitu manja dengannya. Lalu membalas pelukan itu dengan erat.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihatnya dari dalam mobil yang terparkir di belakang mereka, ya dia adalah Leon.
"Apa hubungan mereka berdua?" tanya Leon pada Willy yang ikut terharu melihat kedekatan dua gadis itu. Tak mendapat jawaban dari Willy, Leon menoleh ke arah Willy yang tatapannya tak lepas dari kedua gadis yang sedang berpelukan di luar sana.
"Eheem! " Leon berdehem keras.
"Iya tuan? " Willy kembali bertanya.
"Apa kau tau, apa hubungan mereka berdua! " ucap Leon kesal.
"Apa tuan penasaran? " Willy kembali menggoda Leon.
Leon mengepalkan tangannya bersiap meninju sekretarisnya itu.
"Eit,,,? Jangan terlalu gampang marah, nanti cepat tua tuan muda. Hehehe.. ? Hana yang membantu Sheina masuk ke perusahaan. Sheina adalah gadis dari luar kota,setahuku dia sudah tidak punya siapa-siapa termasuk saudara di sini. Dia gadis sebatang kara kalau orang bilang. '' Willy melirik Leon yang tatapannya tak lepas dari dua gadis itu.
''Apakah Hana orang terdekatnya?! '' tanya Leon tanpa mengalihkan pandangannya.
''Sebenarnya mereka dulu juga tak begitu dekat,mungkin karena Sheina yang periang dan apa adanya itu yang membuat Hana menyukainya. Sheina tak seperti gadis lainnya. Dia terlalu apa adanya tapi jujur di banding dengan gadis lain. Apa tuan tak merasa bagaimana saat Brian menggodanya? Kalau gadis lain mungkin akan langsung terlena, tapi Sheina hanya menanggapi dengan sikap ramahnya. '' ucap Willy.
''Benarkah. Sepertinya kamu jauh mengerti semua tentang dia. '' Leon melirik ke arah Willy yang di balas senyuman oleh Willy.
''Apa tuan tahu? Aku juga tau semua tentang karyawan di perusahaan ini. ''
''Hem! Sudah, kita pergi makan siang dulu. '' ucap Leon membetulkan posisi duduknya.
''Baik, tuan muda. Kita ke restoran yang biasa kota pesan. '' jawab Willy menyalakan mesin mobilnya dan pergi mengantar Leon makan siang.
Sementara dua orang gadis itupun juga sudah berencana makan siang di luar kantor.
''Menjadi sekretaris big bos itu sangat melelahkan. '' gerutu Sheina.
''Sabar, kan gajinya gede. '' canda Hana, menggandeng tangan Sheina, lalu menyetop taksi di pinggir jalan.
''Shei? Apakah tuan muda mempersulitmu? ''. tanya Hana.
''Sejauh ini tidak Han. Meskipun kadang sikapnya sangat menyebalkan, tapi masih baik-baik saja. '' jawab Sheina.
''Syukurlah kalau begitu. Kita makan di tempat biasa aja ya Shei, aku lagi pengen makanan berkuah nih. '' ajak Hana.
''Oke deh. '' Sheina menyatukan jempol dan jari telunjuk membentuk huruf O.
Keduanya berhenti di sebuah warung makan sederhana tapi bersih dan asri. Memang lumayan jauh dari kantor tapi makanan di warung yang bertuliskan ''Masakan Ibu '' itu rasanya tidak kalah dengan masakan restauran bintang lima. Ciiaaahh!!
'' Aku pesan nasi Soto minumnya es jeruk nipis aja. Kamu makan apa Shei? '' tanya Hana yang memegang buku menu.
''Sama aja deh Han. '' jawab Sheina.
'' Nasi Soto sama es jeruk nipisnya dua ya mbak. '' Hana memberitahu waiters yang sedari tadi berdiri menunggu pesanan sang pembeli. Setelah mencatat pesanan mereka,waiters itu mengambil buku menu kembali.
Mereka berdua pun makan tanpa suara. Tak butuh waktu lama mereka sudah menghabiskan makan siangnya itu. Dan kini bersiap untuk kembali ke kantor, karena jam makan siang hampir usai.
Willy membukakan pintu mobil untuk Leon yang selesai makan siang dan akan kembali ke kantornya, di kejutkan oleh panggilan seseorang.
''Sayang?! '' panggil orang itu,yang membuat Leon langsung membalikkan tubuhnya.
Leon melihat seorang wanita cantik bertubuh molek dengan balutan dress sexy nya, sedang tersenyum manja ke arahnya.
''Vallery.. ?! '' gumam Leon, terkejut dengan kedatangan kekasih hatinya itu.
''Hai, apa kabar? Maaf kalau aku tidak memberitahumu kalau aku sudah kembali. Karena aku ingin memberimu kejutan. '' ucapnya dengan manja. Vallery mendekat dan memeluk Leon, bergelayut manja.
Willy yang melihat sikap Vallery hanya memutar mata malas, lalu masuk ke dalam mobil. Dia melongokkan kepalanya memberitahu Leon untuk segera kembali ke kantor.
''Tuan muda waktunya kembali ke kantor, karena kita akan ada rapat jam 3 nanti. '' ucap Willy malas.
''Sayang, aku bolehkan ikut ke kantor mu. Aku kangen banget sama kamu, Leon. '' Vallery merayu.
''Baiklah kita kembali ke kantor terlebih dahulu. '' jawab Leon lalu mengajak Vallery masuk ke dalam mobilnya. Suasana yang tadi biasa saja kini berubah menjadi seram, karena Willy tiba-tiba berubah dingin karena kehadiran Vallery.
''Will, kita kembali ke kantor sekarang. '' titah Leon.
Dengan perasaan kesal bercampur marah, Willy hanya menjawab dengan deheman. Leon merasa Willy sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Tapi dia tidak tahu kalau yang membuatnya berubah adalah kekasih di sampingnya itu.
Mobil melaju dengan cepat kembali ke kantor, suasana hening tak ada sepatah katapun. Hanya sesekali terdengar Willy membunyikan klakson dengan tidak sabaran.
Tak lama kemudian, mobil terparkir rapi di tempatnya. Willy keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk Leon.
''Hei! Bukakan pintu untukku juga?! '' seru Vallery. Tapi Willy tak menghiraukannya. Leon berlari mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Vallery.
''Sopirmu itu tidak sopan sekali sayang! Kenapa dia hanya membukakan pintu untukmu saja. Dia tidak tahu kalau aku ini tunanganmu. '' ucap Vallery ketus.
Willy membelalakan mata dan menajamkan pendengarannya.
''Apa? Tunangan? Sejak kapan dia menjadi tunangan Leon. Apa om Adinata tahu?! '' batin Willy.
''Maaf nona, saya hanya bekerja dengan tuan muda, jadi saya harus mendahulukan dia. ''
''Tapi aku tunangan tuan mudamu. Seharusnya kau juga memperlakukanku begitu juga. '' bantah Vallery dengan arogantnya.
''Sudah cukup! Dia Willy sekretaris pribadiku. Dia bukan sopir! '' seru Leon. Lalu berjalan memasuki lobi kantor.
''Selamat siang tuan,sekretaris Willy . '' sapa karyawan dengan hormat. Matanya kemudian menatap ke arah wanita yang bergelayut mesra di lengan big bos nya itu.
Mereka seperti tak asing dengan wajah itu, tapi mereka tak berani berbicara. Setelah Leon, Willy dan Vallery masuk ke dalam lift khususnya, barulah suasana heboh.
''Bukankah itu tadi Vallery Luxia? Model terkenal itu. Apakah dia pacar tuan Leon? Wah beruntung sekali, tuan Leon mendapatkan pasangan yang cantik dan terkenal seperti nona Vallery. '' ucap para karyawan heboh.
π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈ
Hai,,, hai,,,, happy reading teman πππ
Tetap dukung Author ya dengan cara :
πVOTE
πLIKE
πKOMEN
Terima kasih πππ