
Semakin hari, banyak masalah yang terjadi di masa persembunyian mereka.
Mereka harus lebih jeli mencari tempat persembunyian.
Karna ras Troll sudah menyebarkan berita tentang Shein yang sudah berani membawa kabur seorang peri hutan di seluruh penjuru ras Troll di berbagai hutan lain nya.
Dalam perjalanan, mereka harus lebih berhati hati, agar tidak terlihat oleh siapapun juga, karna saat itu, semua yang mereka temui bisa saja menjadi ancaman bagi mereka.
Dan salah satu permasalahan lain nya adalah muncul nya seorang pemburu dari bangsa manusia yang sengaja berkelana keliling dunia hanya untuk bertujuan mencari ras peri yang sulit sekali di cari keberadaan nya.
Dan secara tak sengaja, bangsa manusia itu melihat Shenna beserta Shein dalam perjalanan nya.
Membuat nyawa mereka lagi lagi terancam.
Segera Shein dan Shenna berlari menghindari kejaran manusia itu.
"Apa mata ku tak salah lihat ?", seru manusia itu sembari tertawa bangga dengan penemuan nya.
"Bukan hanya peri, tapi ras Troll pun bisa aku temukan, brillian !", seru manusia itu terus memacu kuda nya berlari mengejar Shein dan Shenna.
"Bisa kamu pakai sihir mu ?", seru Shein saat melihat manusia itu sudah bersiap dengan anak panah dan busur nya.
"Kenapa aku tak berfikir", seru Shenna segera memegang tangan Shein dan seketika mereka menghilang dari sana.
Membuat manusia itu terkejut dan marah.
"Sial !, kemana mereka ?", teriak manusia itu memukul dan menendang pohon di samping nya untuk meluapkan amarah nya.
Cukup lama manusia itu mencari di sekeliling kawasan itu.
Tapi pencarian nya berakhir dengan mengecewakan.
Saat manusia itu menunggang kuda nya dan pergi menjauh dari tempat itu.
Shenna dan Shein kembali muncul di tempat nya yang semula.
"Luar biasa !, kita menghilang dan muncul lagi, Troll tidak mungkin bisa melakukan itu, kenapa tak kau pergunakan sejak kemarin putri Shenna, sehingga kita tak mudah ditemukan", ucap Shein panjang lebar mengagumi kekuatan seorang peri.
Sementara Shenna terlihat menahan sakit saat itu, membuat Shein menjadi khawatir.
"Putri Shenna kenapa ?", seru Shein memapah tubuh Shenna dan menyandarkan nya di sebuah pohon.
"Aku, aku belum menguasai sihir itu, dada ku sakit", rintih Shenna sebelum ia benar benar pingsan.
Shein begitu kebingungan saat melihat Shenna pingsan.
Segera ia panggul tubuh Shenna dan berlari mencari sebuah gua untuk menolong Shenna dan juga untuk berlindung dari manusia yang coba memburu mereka.
Tubuh Shenna menggigil kedinginan, suhu tubuh nya naik begitu tinggi.
Membuat Shein bergegas mencari sumber air untuk menurunkan panas tubuh Shenna.
"Sihir nya ternyata juga bisa mencelakai nya", ucap Shein terus menempelkan kain basah pada kening Shenna.
Semalaman Shein tak tidur untuk merawat Shenna.
"Shein memang bodoh !", seru Shein menyalahkan diri nya atas kondisi yang di alami Shenna.
___
Pagi itu, Shenna sudah nampak lebih baik dan tenang, tubuh nya tak menggigil dan suhu tubuh nya sudah kembali normal.
Bahkan Shenna nampak terlelap pagi itu.
"Shein harus mencari makanan", ucap Shein bergegas memanjat pohon kelapa dan memetik beberapa buah buahan dari hutan.
Saat Shenna bangun.
Ia melihat Shein sudah menanti nya bangun di samping ia berbaring.
"Terima kasih", ucap Shenna mulai bangkit dari pembaringan dan menyantap buah dan meminum air kelapa yang disiapkan Shein untuk nya.
Melihat mata Shein yang sayu, Shenna segera tahu bahwa Shein tidak tidur semalam karna mengkhawatirkan nya.
Ia juga mungkin tidak makan apapun sejak kemarin sore.
"Makanlah juga", seru Shenna mencoba menyuapi Shein.
Shein memakan buah dari tangan Shenna dengan perasaan bahagia.
Ada rasa cinta yang mulai tumbuh di hati kedua nya.
Tapi tak ada yang menyadari nya saat itu.
"Tidurlah sejenak, aku sudah baik baik saja", ucap Shenna.
"Shein kuat", timpal Shein.
Lalu, Shenna mencari sebuah cara bagaimana membuat Shein beristirahat.
"Kamu mau mendengar sebuah lagu dari kaum ku Shein ?", seru Shenna mendapatkan sebuah ide.
"Apa itu bisa membuat mu pingsan kembali ?", ucap Shein membuat Shenna tertawa.
"Tidak semua hal bisa membuat ku pingsan Shein ", seru Shenna sambil terus tertawa.
"Apakah aku boleh bertanya ?", seru Shein.
"Boleh", ucap Shenna.
"Lagu itu apa ?", tanya Shein membuat Shenna kali ini tak tertawa mendengar nya.
Apakah orang tua dan kelompok nya tak pernah bersenandung untuk nya ?, gumam Shenna dalam hati merasa iba kepada sosok Troll dihadapan nya.
"Lagu itu sebuah senandung suara yang bisa membuat kita tenang", ucap Shenna menjelaskan.
"Jika begitu, suara mu saja sudah bisa membuat ku tenang", ucap Shein membuat Shenna tercengang.
Kenapa perasaan ku jadi tak karuan begini ?, gumam Shenna dalam hati.
Shenna segera mulai bersenandung di samping Shein, sembari menyandarkan kepala nya di lengan Shein.
🎶Hemm....
🎶Rusa besar hidup di keras nya dunia
🎶Ku berdoa agar dunia memberi dia bahagia
🎶Lelah letih nya menjadi suka cita
🎶Yang mengajarkan dunia suatu hal istimewa
Perlahan Shein mulai tertidur.
Shenna terus bersenandung sembari menyandarkan tubuh nya di tubuh Shein.
Hingga ia juga berangsur angsur ikut tertidur bersamaan dengan berakhir nya lagu ciptaan nya.
Ada kenyamanan tersendiri saat dirinya kini berada di dekat Shein.
Menimbulkan beragam tanya yang bergejolak di hati nya.
"Apakah ini cinta yang ku impikan ?, apa reaksi dunia jika itu benar cinta ?".
Sebuah bentuk pertanyaan yang terus terngiang ngiang di pikiran Shenna saat itu.