Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 24. Kembali ke hutan Maxim.



"Lihat lah putri !, itu rumah kita !", seru Shein menunjuk ke arah hutan Maxim yang sudah berjarak tak jauh lagi dari mereka.


Shenna tersenyum bahagia sembari menghirup udara sekitar hutan yang telah lama ia tak rasakan.


"Akhir nya kita pulang", ucap Shenna menatap wajah Shein yang saat itu terus memanggul ia di bahu nya, berjalan tanpa henti menuju ke arah hutan Maxim.


Lambat laun senyuman Shenna memudar, dan pandangan nya kembali mengarah ke arah hutan Maxim.


Jadi ini akhir nya ?, keluh Shenna dalam hati sembari menghela nafas panjang, seakan ada rasa berat dalam hati nya saat itu.


Memori otak Shenna kembali mengingat masa kebersamaan nya dengan Shein beberapa bulan terakhir ini.


Bagaimana akhir nya ia bisa banyak belajar tentang banyak hal yang tak ia dapatkan selama di istana nya.


Dan ia tak akan pernah melupakan bagiamana cinta yang ia cari akhir nya ia temukan dalam diri seorang Troll bernama Shein.


"Kau sangat licik dewa", keluh lirih Shenna.


"Kau bicara apa putri ?", seru Shein membuyarkan lamunan Shein.


"Bukan apa apa, bisa kau turunkan aku Shein !, aku ingin berjalan sendiri dari sini", seru Shenna membuat Shein perlahan menurunkan Shenna dari bahu nya.


"Putri yakin ?, aku takut masih ada ancaman untuk kita di sana ?", seru Shein mencoba waspada dengan sekitar nya.


"Ancaman dari siapa Shein ?, ayah ku ?, aku akan segera jelaskan kepada nya tentang semua ini, dan ia peri yang baik serta bijaksana, ia akan mengerti setelah aku menjelaskan semua ini pada nya", seru Shenna membuat Shein hanya mengangguk untuk sekedar membuat Shenna senang.


Aku tak yakin putri, karna meskipun yang kau ucapkan itu benar, namun Rot pasti sudah memiliki rencana baru untuk kita, gumam Shein dalam hati sembari mengamati keadaan sekitar saat mereka mulai menginjakkan kaki ke dalam wilayah hutan Maxim.


"Aku pulang !" ucap Shenna menangis dengan haru sembari memandang ke sekeliling hutan Maxim yang sudah lama ia tinggalkan.


Membuat sang ayah, yaitu Raja Fozt yang telah lama mengamati dan menunggu mereka dari balik semak semak mengartikan bahwa air mata yang keluar dari mata sang putri adalah air mata kesedihan.


Raja Fozt segera membuang pandangan nya saat mengamati rupa dan penampilan putri nya kini.


"Putri Shenna ku yang cantik jelita, idaman semua peri, kini harus buruk rupa karna ulah Troll itu !", ucap lirih Raja Fozt amat geram melihat penampilan sang putri yang tak karuan.


Penampilan putri Shenna memang berubah 180 derajat dari diri nya yang dulu.


Wajah yang dulu cerah berseri kini bahkan terdapat bercak lumpur di sana.


Baju yang indah dan berkilau, kini sangat nampak kotor dan sobek di sana sini.


Rambut yang dulu terjuntai panjang, harum dan halus, kini nampak kusut dan tak karuan ada nya.


"Apa benar itu putri kita ?", ucap lirih seorang prajurit peri Raja Fozt di telinga rekan nya.


"Apa mata mu juling ?, seburuk apapun dia sekarang tapi baju dan perawakan itu telah menunjukkan bahwa itu adalah benar putri Shenna !", sahut rekan nya.


"Siapkan semua nya !, kita akan binasakan Troll biadab itu !", titah Raja Fozt tak bisa membendung amarah nya lagi.


Sementara di sisi lain, kelompok Rot dan beberapa Troll lain nya juga sudah bersiap melakukan penyerangan terhadap Shein dan Shenna.


"Mau apa kita kemari Rot ?", ucap lirih Ken takut keberadaan mereka di ketahui oleh Raja Fozt dan juga Shein.


"Aku berubah pikiran lagi Ken, setelah kesusahan kita karna mereka, kita diam saja saat tidak mendapatkan apa apa ?, tidak !, aku bukan pecundang !, aku akan membuat Shein terbunuh dan aku sandera lagi peri Shenna itu langsung di hadapan Raja Fozt", ucap Rot mengutarakan ide nya yang berhasil membuat kawanan nya lagi lagi ketakutan.


"Kau mau kita di bantai habis oleh ras peri ?, apa kau tak ingat dengan ancaman mereka ?", timpal Ken.


"Apa kau yakin ?", tanya Ken masih merasa takut dengan rencana Rot.


"Jika kalian tak mau membantu ku, dan rencana ku ini ternyata berhasil, jangan harap kalian akan hidup aman di hutan manapun juga", ketus Rot mengancam.


Membuat semua kawanan nya hanya bisa menurut saja.


Bersamaan dengan itu, langkah Shein semakin melambat.


"Kenapa Shein ?", tanya Shenna heran.


"Ada yang mengawasi kita ?", sahut Shein menambah kewaspadaan nya.


"Mungkin itu ayah ku !, ayah !, ayah !, aku pulang !", seru putri Shenna membuat Raja Fozt segera melepas pasukan nya untuk mengepung dan menyerang Shein.


"Hati hati !", seru Shein mencoba menggenggam tubuh Shenna di tangan nya dengan niat melindungi nya.


Namun niat baik nya itu lagi lagi malah memicu salah paham dan amarah Raja Fozt.


"Lepaskan putri ku Troll kotor !", teriak Raja Fozt melepaskan isyarat agar pasukan peri nya segera menyerang Shein.


"Hentikan Ayah !", teriak Shenna namun tak di hiraukan oleh sang ayah.


Serangan senjata bahkan ilmu sihir peri terus menyerang tubuh besar Shein.


Dengan cekatan ia mencoba menghindar dari segala serangan yang terus tertuju pada nya.


Namun beberapa anak panah juga telah berhasil menembus kulit Shein.


Saat melihat Shein telah di kepung oleh ras peri, Rot segera masuk ke medan pertempuran bersama kawan nan nya yang lain.


Mereka semua dengan membabi buta menyerang ras peri dan juga Shein, tanpa memihak ke salah satu kubu.


Sontak membuat Raja Fozt geram.


"Troll bodoh !, sebenarnya kalian ada di pihak siapa ?", teriak Raja Fozt sembari terus menyerang Rot dengan kekuatan peri nya.


Membuat Rot hanya membalas nya dengan sebuah senyuman licik dan erangan khas Troll.


"Turunkan aku Shein !, tak apa, aku harus bicara dengan ayah ku !", seru Shenna membuat Shein semakin erat menggenggam nya.


"Tolonglah Shein !, aku mohon, ini semua harus di luruskan segera", ucap Shenna sembari meneteskan air mata.


"Tapi berjanjilah, kau akan baik baik saja putri, atau aku tak akan memaafkan diri ku sendiri", ucap Shein menurunkan Shenna tak jauh dari


tempat ayah nya yang sedang melawan Rot.


"Ayah !", seru Shenna berlari secepat yang ia bisa.


Raja Fozt yang melihat kedatangan sang putri menjadi lengah dan membuat lengan nya berhasil di lukai oleh Rot.


Melihat Shenna, Rot segera bergegas ingin menerkam nya dengan tangan besar nya itu.


"Jangan coba macam macam !", teriak Shein menjadi teriakan pertama nya yang berhasil mengejutkan Rot dan Troll lain nya sejak mereka mengenal Shein.