Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 39.



"Tidak!," teriak ibu Shenna seketika saat ia telah kembali tiba di medan pertempuran.


Keheningan seketika langsung terjadi setelah nya.


Bapa Shein juga tanpa sadar langsung meneteskan air mata saat menatap apa yang tengah terjadi saat itu.


"Ke- kenapa?," ucap Troll Rot terbata bata bersamaan dengan gada nya yang tiba tiba terlepas dari tangan nya.


"Ratu?, kau?," ucap Raja Zio begitu tak percaya saat kini kedua tangan nya tengah memegang tubuh Ratu Faya yang dengan begitu berani nya langsung menjadi tameng hidup bagi diri nya.


Darah segar mulai mengucur dari bagian tubuh Ratu Faya yang telah terkena pukulan keras dari gada Troll Rot, saat melihat keselamatan Raja Zio terancam, Ratu Faya segera berlari untuk melindungi dan menjadi tameng hidup bagi sang suami.


Kini tubuh indah itu ambruk di pelukan Raja Zio dengan bersimbah darah di sekujur tubuh nya.


Dengan nafas yang tersengal sengal serta tubuh yang gemetar menahan sakit, Ratu Faya masih mencoba tuk tersenyum ke arah Raja Zio tuk terakhir kali nya.


Meskipun hubungan mereka tak harmonis, namun dalam hati Ratu Faya hanya ada Raja Zio, suami yang begitu ia cintai walaupun dalam kenyataan nya Ratu Faya hanya di pandang sebelah mata oleh Raja Zio, bahkan Raja Zio masih akan bersikap dan berkata kasar meskipun mereka sedang bercumbu sekalipun.


"Titip, titip putra kita, jadikan dia Raja yang baik di masa depan," ucap lirih Ratu Faya di sisa nafas nya.


"Jangan!, jangan bicara omong kosong!, ku perintahkan kau untuk bertahan dan tetaplah hidup bersama ku dan putra kita!, apa kau dengar itu!, hah!," seru Raja Zio dengan berderai air mata.


Sementara Troll Rot ikut lemas menyaksikan wanita yang ia cintai harus sekarat karna serangan dari diri nya.


Bodoh!, kenapa setiap wanita selalu sulit sekali di atur!, mereka begitu suka bertindak tanpa bisa di tebak!," batin Troll Rot menatap darah Ratu Faya yang menempel di gada nya.


"Ma- maafkan aku Raja, ini di luar kuasa kita, aku tak berdaya melawan takdir," ucap Ratu Faya semakin sulit untuk bernafas.


"Mau kemana Shein?," tanya ibu Shenna saat melihat bapa Shein begitu terlihat tak terima dengan apa yang tengah terjadi.


"Ini di luar kuasa kita, biarkan dewa yang menentukan nasib nya," ucap ibu Shenna mencoba tegar walaupun ia adalah orang pertama yang begitu marah saat melihat semua itu terjadi.


"Tabib!, tabib!, tolong istri ku!," teriak Raja Zio semakin histeris sembari menekan luka menganga di dada Ratu Faya.


"Tidak ada guna nya Raja. Tolong, waktu ku tidak banyak, berjanjilah kau akan mendidik nya dengan baik," ucap Ratu Faya sembari memegang erat tangan Raja Zio.


Dengan berat hati, hanya anggukan yang bisa Raja Zio berikan saat itu.


Membuat sekali lagi, senyum indah nan cantik dari Ratu Faya kembali timbul.


Namun, senyuman itu adalah senyum terakhir dari nya.


Perlahan, mata nya mulai terpejam dan genggaman tangan nya mulai terlepas dari tangan Raja Zio dengan sendiri nya.


"Ratu?, bangun Ratu!, Ratu!," teriak Raja Zio begitu histeris nya.


"Tidak berguna," keluh Troll Rot sembari kembali mengambil gada nya.


Seakan hanya dalam waktu sekejap ia bisa melupakan rasa sedih nya dengan begitu mudah nya.


Ucapan nya begitu membuat ibu Shenna semakin geram di buat nya.


Dengan tatapan yang begitu menakutkan, ibu Shenna dengan cepat melesat menuju ke arah Troll Rot.


"Kau begitu hina untuk hidup Rot!," teriak ibu Shenna semakin melesat dengan cepat nya sembari menodongkan sebuah senjata ke arah Troll Rot