Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 28.



Hampir saja pedang peri Max menebas leher peri Gigo.


Namun teriakan keras dari seseorang membuat eksekusi itu tertunda.


"T- Troll!", teriak seorang peri sembari bergegas pergi tunggang langgang meninggalkan tempat itu.


Membuat semua yang ada di sana langsung histeris dan dengan cepat mencoba menyelamatkan diri mereka masing masing.


Sementara peri Max langsung gugup saat melihat kedatangan bangsa Troll di wilayah hutan Maxim.


Pasal nya, yang ia tahu, hubungan pangeran Rot dan mereka sudah retak.


Itu bisa menjadi alasan kuat pengkhianatan yang telah ia lakukan selama ini akan terkuak hari itu juga.


"Jangan coba coba lari!, cepat buat benteng dan aman kan Raja mu ini!," sentak Raja Zio saat bangsa Troll sudah semakin dekat ke arah mereka.


Melihat sikap peri Max yang begitu terlihat ketakutan.


Peri Gigo segera melepaskan belenggu peri Max bahkan tanpa kesulitan sedikitpun.


"Kenapa kau begitu terlihat ketakutan Max?, apa kau takut kebusukan mu itu terbongkar?," seru peri Gigo membuat Raja Zio kini menatap tajam ke arah peri Max.


Membuat peri Max semakin terpojok di kedua sisi.


"K- kenapa Raja melihat hamba seperti itu?," tanya peri Max mencoba mengatasi kegugupan nya.


"Ku harap aku tidak salah percaya pada mu Max, jangan sampai semua ucapan nya itu benar tentang mu!, kau tahu kan konsekuensi nya?" seru Raja Zio hingga membuat peri Max tak bisa berucap apa apa lagi.


"Sekarang bagaimana?," ucap peri Priya yang telah lepas dari cengkraman para prajurit yang kini lebih fokus menjadi benteng hidup bagi sang Raja.


"Kita lihat saja perkembangan nya Priya, mereka lah yang akan membongkar kebusukan Max nanti nya," ucap peri Gigo sembari menatap bangsa Troll yang tinggi besar kian mendekati tempat mereka.


"Salam Raja, apa kau merindukan kami?," seru Troll Yun saat diri nya telah berada tepat di hadapan sang Raja.


Bahkan saat itu, tidak ada satu prajurit pun yang berani menatap langsung para kaum Troll yang perkasa.


"Langsung ke inti nya saja!, kenapa kalian kembali ke sini setelah sekian lama?, kalian tidak akan datang tanpa sebuh alasan bukan?," seru Raja Zio berusaha berani walau ketakutan dalam diri nya juga sebenar nya begitu tak terbendung lagi.


"Kami ingin mengambil alih tempat tinggal leluhur kami lagi di sini," ucap Troll Yun sembari menyandarkan gada andalan nya di bahu nya.


"Tidak!, kalian sudah memutuskan pergi dari sini, sekarang dengan seenak nya kalian datang dan meminta itu semua!," seru Raja Zio keberatan.


"Baiklah jika kau merasa keberatan. Begini saja, kini aku akan buat penawaran untuk kalian, kalian mau aku bantai kaum kalian sampai habis, atau menyerahkan bagian dari kami yang masih ada di sini," ucap Troll Yun membuat Raja begitu tak mengerti maksud dari ucapan Troll di hadapan nya.


"Jangan berbelit belit Troll!," seru Raja Zio begitu penasaran tentang bagian yang mereka maksud.


"Sebaik nya kita beri pelajaran saja kepada mereka Raja!, mereka tidak berhak ada di sini lagi dan mengacaukan hidup kita," seru peri Max mencoba bertindak sebelum kebusukan nya terbongkar.


"Wah, wah, wah!, lidah mu itu begitu beracun rupa nya Max," ucap Troll Foz membuat Raja tercengang mendengar nya.


"Kau mengenal Max?," tanya Raja Zio merasa begitu heran, harus nya bangsa Troll akan mengenali peri Gigo lebih dulu jika ia benar benar melakukan pengkhianatan.


"Bagaimana kami bisa tak mengenal seorang peri yang sering mengunjungi kami," seru Troll Yun membuat Raja Zio terbelalak tak percaya.


"Hentikan omong kosong itu!, kalian pasti sudah bersekongkol dengan Gigo untuk menjatuhkan ku bukan!," sentak peri Max mencoba kembali mengkambing hitam kan peri Gigo.


"Tutup mulut mu itu Max!, kau berani menyangkal itu semua!, hah!" sentak Troll Sean sembari berusaha berjalan mendekat tanpa bantuan Troll Foz walaupun tenaga nya sudah lemah dan penglihatan nya sudah begitu kabur.


Sementara di istana, Shenna sudah semakin geram menyaksikan sang ayah terus di fitnah oleh peri Max.


Dia memang ikut andil dalam pembantaian ras peri murni, tapi dia juga ayah ku, aku tumbuh dengan kasih sayang nya, dan dia juga sudah menyadari kesalahan nya, itu sudah cukup bagi ku, batin Shenna segera bergegas keluar dari istana tanpa bisa di tahan lagi oleh Shein.


"Shenna!, tunggu!," seru Shein seketika mengejar Shenna yang sudah hilang kesabaran nya itu.


Sementara sang Ratu yang semakin di buat penasaran melihat tingkah aneh dari Shenna dan Shein hari itu, memutuskan mengikuti mereka tanpa seorang pengawal satu pun.