Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 22. Fitnah Fitnah Rot.



Rot yang sudah yakin untuk mengubah rencana nya yang semula, kini telah sampai di hutan Maxim.


"Jaga bicara mu !, jangan sampai kau dengan sengaja membongkar aib kita", ucap lirih Rot mencoba memperingatkan Ken saat mereka mulai memasuki wilayah hutan Maxim.


Seorang peri yang tak sengaja melintas begitu terkejut melihat kemunculan Rot dan Ken secara mengejutkan.


Sudah berbulan bulan lama nya mereka tak kembali untuk mencari peri Shenna, tuan putri mereka.


"Raja pasti sangat senang mendengar kabar kemunculan mereka !, tapi kenapa aku tak melihat kepulangan putri Shenna ?", ucap peri itu segera bergegas kembali ke wilayah peri dan mengabarkan berita itu pada sang Raja dan seluruh kaum peri hutan Maxim.


Sementara Rot dan Ken terus berjalan menuju ke wilayah tempat tinggal mereka.


Sebelum Shein tiba dan mengatakan yang sebenarnya pada semua nya.


Rot akan melancarkan rencana nya yang baru demi menyelamatkan nama nya sendiri.


Gemuruh kaum Troll terdengar saat Rot dan Ken memasuki rawa tempat tinggal mereka.


Hanya orang tua Shein yang tak menyambut kepulangan mereka.


Nama mereka sudah tercoreng sejak kabar Shein menculik peri Shenna tersebar di seluruh penjuru hutan.


"Rot !, kebanggaan kita telah kembali !", seru tetua Troll segera menyambut kedatangan Rot dan Ken.


"Salam untuk mu tetua", sahut Rot memberi hormat.


Bersamaan dengan itu, tetua melirik ke arah belakang Rot dan Ken.


Ia mengeryitkan kening saat tak melihat tanda tanda kembali nya peri Shenna.


"Kamu tak membawa pulang peri itu ?", tanya tetua sedikit merasa kecewa.


"Itulah masalah nya tetua, Shein sangat bersikeras menyandranya, sehingga kami berulang kali kehilangan mereka", keluh Rot memulai rencana nya.


"Benar tetua, Shein tidak se lugu yang kita lihat , bahkan dia berani berulang kali ingin meniduri peri itu, ia juga mengaku telah mencintai peri itu", seru Rot dengan fitnah nya.


Sontak ucapan nya membuat semua Troll terkejut.


Bahkan orang tua Shein langsung tercengang mendengar nya dan seketika saling pandang satu sama lain.


Mereka merasa ada banyak kebohongan yang terucap dari mulut Rot dan Ken.


Meskipun mereka tak menyukai Shein, yang merupakan anak mereka sendiri.


Tapi mata mereka tak akan menipu mereka.


Jelas terlihat saat mereka bertemu dengan Shein dan Shenna waktu itu, nampak jelas terlihat peri Shenna seakan tak merasa terancam dengan kehadiran Shein.


Bahkan Shenna malah sempat memarahi mereka karna perkataan dan sikap mereka pada Shein.


"Ada yang tak beres di sini", ucap lirih ibu dari Shein.


Sementara tetua dan semua orang segera mengarahkan pandangan tak suka mereka terhadap orang tua Shein.


"Yart !, katakan padaku, anak macam apa yang telah kalian miliki, apa dia buta dengan ukuran tubuh nya sendiri, sepanjang garis hidup ras Troll, tidak ada Troll yang berani berfikiran untuk memiliki bahkan mencintai gadis dari ras peri !", sentak tetua marah.


"Dari segi ukuran saja, dewa sudah membuat kedua ras kita tak mungkin bersatu, kita sebagai Troll suka menculik dan mempermainkan bangsa manusia, itu sudah sifat alami kita, tapi kita tak pernah berfikir untuk mencintai mereka, dan semua yang dilakukan Shein adalah kebalikan dari semua itu, bahkan yang ia culik bukan manusia, melainkan seorang peri, ia tidak hanya menculik seseorang dari ras peri yang tidak pernah kita usik sekalipun, bahkan ia berniat memiliki nya dan mengakui telah mencintai nya !", seru salah seorang dari kaum Troll.


"Benar benar memalukan !, cerca seseorang troll lain membuat Yart geram namun memilih untuk diam karna memang dirinya sudah sangat tersudut saat itu.


Sementara Rot dan Ken tersenyum senang saat rencana nya telah berjalan sesuai rencana mereka.


Bagus !, teruslah luapkan amarah kalian, jadi ketika Shein tiba di sini kalian akan meletus bagai gunung yang siap memuntahkan lahar panas nya pada Shein, gumam Rot dalam hati.


"Tapi bukan seperti itu yang mata kami lihat !", seru Yua ibu dari Shein membela harga diri keluarga nya.


"Berarti mata mu lah yang telah rusak !", teriak tetua amat sangat marah dan bahkan ia segera memalingkan wajah nya dari kedua orang tua Shein, seakan ia sudah muak melihat wajah kedua nya.


"Tapi !", seru Yua segera di hentikan oleh Yart.


Yart mencoba menenangkan Yua agar tak terbawa emosi dan membuat mereka di usir dari kawanan.


Melihat sikap Yart, semua orang kembali mencemoh mereka.


"Baguslah jika kamu masih mau membungkam mulut busuk istri mu itu Yart !, itu berarti kamu masih mau tetap di sini dan tak mau kami usir dari kawanan", cerca seseorang Troll lain membuat semua Troll segera membubarkan diri.


Namun begitu terkejut nya mereka saat melihat di belakang mereka sudah berdiri rombongan para peri yang di pimpin oleh sang Raja sendiri yang nampak terlihat menatap penuh amarah kepada semua kawanan Troll.


"Apa aku tak salah dengar !", teriak Raja Fozt amat murka dengan wajah yang nampak merah padam.


"Lancang sekali seorang Troll berani mencintai dan mencoba menyentuh putri peri kami !", sentak seorang peri lain nya.


"Apa dia tak sadar dengan buruk nya dia dan besar nya ukuran tubuh nya itu !", sentak seorang pengawal Raja ikut tak terima mendengar cerita itu.


"Putri ku peri yang terhormat !, bahkan tangan nya saja belum pernah di pegang seorang pemuda pun, tapi seorang dari ras kalian sangat lancang melakukan nya, bahkan jika aku membinasakan kalian kali ini dewa pasti akan mendukung ku !", teriak Raja Fozt naik pitan.


"Maaf Raja, hanya karna kesalahan satu Troll bodoh itu, kau akan melampiaskan amarah mu pada kami", ucap tetua Troll.


"Menurut mu !, aku akan melakukan apapun demi putri ku !, jika aku tak berbuat apapun untuk kesalahan fatal yang Troll itu lakukan, di masa depan ras Troll mungkin akan menduduki singgah sana kami dengan kaki di atas kepala kami !", sentak Raja Fozt.


Itulah yang sebenarnya aku inginkan, tapi karna kebodohan Shein semua rencana ku gagal !, gumam Rot dalam hati.


"Tenang lah Raja, ada kabar baik juga yang kami bawa, putri akan pulang sebentar lagi, ku dengar si Troll bodoh itu ingin mengajukan penawaran tebusan untuk nyawa sang putri, jadi aku sarankan, kau dan seluruh kaum mu bidik saja dia saat memasuki hutan ini, hancurkan dia !, dengan begitu putri Shenna akan terbebas dari Troll itu selama nya", ucap Rot melancarkan taktik berikut nya.


"Putri ku akan pulang ?, apa ucapan mu itu bisa ku pegang !", seru Raja Fotz kembali mengurungkan niat nya yang akan menyerang ras Troll.


"Jangan percaya kata kata nya lagi Raja", seru seorang peri lain nya.


"Diam kau !, pasukan mu saja tak bisa melacak keberadaan putri ku sampai sekarang !", sentak Raja Fozt kesal.


"Baiklah, aku ikuti saran mu !, tapi ingat, ini kesempatan mu yang terakhir, kalau kau menipu ku aku akan binasakan kelompok Troll mu ini", ancam Raja Fozt bergegas pergi dari wilayah Troll untuk mempersiapkan penyerangan kepada Shein saat ia datang nanti.