Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 26. Pertempuran sengit.



Pertempuran antara Shein dan Rot terus berlanjut tanpa henti.


Namun suatu ketika, Shein kehilangan fokus nya dan membuat Rot berhasil melukai nya.


"Shein !", teriak Shenna menjadi yang paling khawatir jika terjadi sesuatu pada Shein.


Melihat sang putri yang sangat mengkhawatirkan Shein, Raja pun mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Putri ku ?, jawab dengan jujur, kenapa kau sangat mengkhawatirkan nya ?", tanya sang ayah sembari menatap mata sang putri yang nampak berbinar.


"Sudah lama semua ini ingin ku ungkapkan pada ayah dan semua nya", ucap Shenna memandang semua ras peri yang berbondong bondong datang untuk melihat pertempuran besar antara kaum peri dan kaum Troll.


"Katakan putri ku !", seru sang ayah penasaran.


"Aku mencintai Shein ayah !", seru Shenna berhasil membuat semua peri terkejut terlebih ayah nya sendiri.


Ia begitu terkejut hingga harus menyandarkan tubuh nya ke sebuah pohon agar tubuh nya tetap kuat berdiri tegap.


Gemuruh lirih dari para peri pun langsung membuat Shenna menundukkan pandangan nya.


Ia sudah tahu kalau pengakuan nya itu akan membuat kegemparan besar di dalam kelompok nya.


"Aku benar benar mencintai nya ayah !, meskipun kami berbeda dan tak bisa bersatu, tapi setidak jangan larang aku mencintai nya ayah !", seru Shenna sembari bersujud di depan Raja Fozt yang masih nampak syok dan terpaku di tempat nya berdiri.


"Aku akan terima hukuman apapun dari ayah, tapi tolong jangan pisahkan aku dengan nya ", seru Shenna semakin membuat wajah Raja Fozt menjadi merah padam.


"Diam !", teriak Raja Fozt membuat semua peri dan Troll menatap nya.


"Apa kau sudah gila !, kau bisa mencintai seluruh peri lelaki manapun yang kamu inginkan !, mengapa bodoh sekali kau !", teriak Raja Fozt segera memalingkan wajah nya dari sang putri, seakan ia tak mau melihat wajah Shenna lagi.


Sementara dari tempat pertempuran, Rot tersenyum licik mendengar pertengkaran antara anak dan ayah itu.


Itu bisa aku gunakan untuk membuat Shein kembali lemah, gumam Rot dalam hati.


"Putri !", ucap lirih Shein ingin sekali menolong nya dari amukan sang ayah.


"Eits !, mau kemana kau !", seru Rot menghentikan Shein yang ingin meninggalkan medan pertempuran begitu saja.


"Tidak ada guna nya kita teruskan Rot", seru Shein berniat untuk mengakhiri pertempuran itu.


"Dasar pecundang !, kau mau tinggalkan pertempuran hanya demi peri satu itu !, cih !, pertolongan mu tidak berguna untuk nya, bahkan keberadaan mu malah membuat ia tertimpa masalah !, lihatlah !, sebentar lagi ia juga akan bernasib sama dengan mu", seru Rot membuat Shein melemah.


"Jadi seperti ku ?", tanya Shein memandang ke arah Shenna yang terus saja mendapat amukan dari Raja Fozt.


"Apa kau tidak lihat ?, hah !, peri itu sebentar lagi akan kehilangan ayah nya, ia tidak akan di akui anak lagi oleh ayah nya seperti diri mu ini, bahkan kemungkinan ia akan kehilangan status nya sebagai bagian dari ras peri hutan Maxim", seru Rot membuat Shein semakin merasa tak karuan.


"Ayah punya harapan besar pada mu Shenna, tapi kenyataan nya kamu malah bertindak tanpa berfikir dengan otak mu itu !", keluh sang ayah kecewa.


"Maafkan aku ayah !, aku hanya mengungkap isi hati ku saja", sahut Shenna merangkul kaki sang ayah sembari menangis tersedu sedu.


Kejadian itu membuat Shein merasa amat bersalah pada Shenna.


Hingga tak ia sadari, Rot kembali melancarkan serangan nya lagi pada nya.


"Arrrgggg !", teriak Shein merasakan pukulan gada Rot yang berhasil mengenai Shein untuk yang pertama kali nya.


"Mampus kau !, ayo serang aku !", sentak Rot tertawa amat kencang nya.


"Jangan Rot !", teriak Shenna ingin berlari menuju ke arah Shein.


Namun dengan sigap sang ayah menarik tangan Shenna hingga Shenna tak bisa berkutik.


"Lepaskan aku ayah !", seru Shenna.


"Biarkan dia binasa !, itu akan jauh lebih baik !, kalian semua !, serang kembali kedua Troll itu tanpa ampun !", seru Raja Fozt memberi perintah kepada pasukan peri nya.


"Dia pantas mati !, terutama Shein !, seru Raja Fozt tanpa ragu sedikitpun.


"Bukankah ayah janji tak akan melukai dia ?", seru Shenna menagih ucapan sang ayah.


"Benar !, ayah memang berjanji tak akan melukai seseorang yang telah menolong mu, tapi ayah akan membunuh seorang Troll yang berani mencintai putri ayah tanpa sadar dengan kedudukan dan rupa nya !", teriak Raja Fozt membuat Shenna tuk pertama kali nya merasa takut pada sosok sang ayah yang ia kenal sebagai orang yang selalu baik hati dan bijaksana.


"A, ayah ?", ucap Shenna terbata bata tak percaya dengan semua itu.


Kini Shein bukan hanya melawan Rot, ia juga melawan serbuan pasukan peri yang ikut menyerang nya.


Namun saat melihat Shenna yang ia cintai menangis tak berdaya.


Seketika kekuatan dan keberanian Shein muncul.


Ia mencoba menepis semua serangan seluruh pasukan peri dengan tangan nya dan ingin berfokus pada pertarungan nya dengan Rot dan segera ingin mengakhiri semua itu.


Namun berbeda dengan Rot.


Merasa pertempuran nya dengan Shein terganggu, ia segera mengangkat kaki nya dan menginjak nginjak pasukan peri dengan seenak nya hingga banyak pasukan peri yang mati mengenaskan.


"Hentikan Rot ", seru Shein mencoba mendorong Rot untuk menghentikan aksi Rot yang brutal itu.


"Tidak !", teriak Raja Fozt geram melihat pasukan nya binasa dengan cara seperti itu.


Sementara Shein segera mengambil sebuah pohon besar tumbang dan menggunakan nya sebagai gada nya.


Ia segera berlari menuju Rot dengan bengis nya dan mendorong tubuh Rot hingga terpental di atas tanah dengan cukup keras nya.


"Kalau kau bisa berfikir jernih sedikit Rot !, ini semua tak akan pernah terjadi !", sentak Shein mulai terpancing emosi nya.


"Apa beda nya dengan mu !, kau berani mencintai gadis dari ras peri yang mustahil sekali kita miliki !", sahut Rot membuat Shein memukul kan gada nya untuk yang pertama kali ke arah Rot.


Namun pukulan pertama nya berhasil di hindari oleh Rot.


Kini kondisi nya telah berbalik.


Kini Shein lah yang menyerang dan Rot lah yang kelabakan menghindar dan menangkis serangan Shein.


"Itu bukan urusan mu Rot !, kenapa kau selalu mengusik ku !", sentak Shein terus menyerang Rot hingga membuat beberapa serangan nya berhasil melukai tubuh Rot.


Ken yang sedang bertempur dengan pasukan peri di sisi lain tempat itu merasa sulit untuk mendekat dan membantu Rot melawan Shein.


Pertempuran di antara kedua nya pun semakin sengit saja.


Pukulan yang bertubi tubi terus di lancarkan dari kedua nya, membuat tubuh mereka penuh luka dan darah.


Nampak tenaga mereka juga sudah mulai terkuras habis dengan suara nafas mereka yang terengah engah.


Sementara Raja Fozt yang ikut marah karna pasukan peri nya yang di bantai oleh Rot, mulai melakukan serangan seorang diri pada Ken dan para Troll lain nya.


Ia mengeluarkan semua kekuatan peri nya dan menyerang mereka tanpa ampun.


Ia melemparkan beberapa pedang, pisau dan membidik mereka dengan sebuah anak panah.


Raja Fozt langsung melepaskan semua senjata nya dan menyihir senjata itu saat melesat di udara, menjadikan semua senjata itu berubah ukuran menjadi amat besar.


Dan sebelum para Troll itu menghindar, semua senjata itu berhasil menembus dada mereka dan membuat mereka langsung binasa di tempat.


"Tidak !", teriak Rot melihat kawanan nya terutama Ken binasa di tangan Raja Fozt dengan sekali serangan.


"Ayah !", teriak Shenna saat melihat ayah nya lemah dan hampir tersungkur ke tanah saat selesai melakukan serangan besar itu.


"Lepaskan !", sentak Raja Fozt menepis tangan sang putri.