
Perlahan sebuah senyuman muncul dari balik tubuh peri Priya.
Sosok mungil itu kini berjalan menuju ke arah Ratu Faya yang menatap nya dengan penuh rasa penasaran.
"Ini..," ucap peri Priya segera di hentikan oleh sosok mungil di hadapan nya.
"Biarkan aku memperkenal kan diri ku sendiri ibu, aku kan berani," celoteh peri kecil itu membuat Ratu Faya menahan tawa nya.
"Baiklah, sekarang beri tahu aku, siapa nama peri tampan di hadapan ku ini?," seru Ratu Faya menantang.
"Aku Shein, putra peri Gee dan peri Hill, aku adalah anak asuh ibu Priya yang paling tampan," sahut Shein membuat semua orang tertawa.
"Jangan dengarkan dia Ratu, dia suka berkhayal tak karuan," ketus peri Shenna.
"Hei Shenna!, jujur lah kali ini, apa kau mengelak nya karna kau menyukai ku?," sahut peri Shein meledek Shenna.
Seruan Shein seketika membuat semua yang ada di sana tertawa begitu lepas nya.
"Sudah, sudah!, kenapa kalian selalu bertengkar setiap hari, ibu jadi pusing," seru peri Priya melerai.
"Biarlah Priya, Ibu Shenna dan Bapa Shein kita juga tidak akan bersatu tanpa sebuah pertengkaran seperti mereka," seru Ratu Faya membuat peri Priya tersenyum.
Mereka memang bukan orang lain Ratu, hanya ingatan mereka saja yang baru, kelak aku berharap mereka bisa memperbaiki keseimbangan yang telah rusak, batin peri Priya penuh harap.
------
Sedangkan di wilayah Troll, peri Max sudah mulai gelisah saat sang pangeran tak kunjung keluar dari gubuk.
Karna merasa sudah kehabisan waktu, ia berusaha untuk memaksa masuk ke dalam gubuk Troll Sean.
"Jangan coba coba!," seru Troll Foz memperingatkan.
"Aku sudah muak menunggu lagi!," keluh peri Max tak menghiraukan peringatan dari Troll Foz.
Hingga peri Max dengan cepat menerobos pintu masuk.
Begitu ia masuk, ia begitu tercengang melihat Troll Sean dan pangeran Rot sedang bercengkrama dengan akrab nya.
"Maaf Tetua, pangeran harus segera saya bawa kembali ke istana, mengingat jarak tempuh yang harus kami lalui cukup jauh," ucap peri Max membuat perbincangan di hadapan nya terhenti.
"Emmm, waktu memang begitu cepat berlalu," keluh Troll Sean.
"Tenanglah Sean, kita akan bertemu lagi dalam beberapa hari ke depan, untuk sekarang aku harus mengurus yang belum aku selesaikan," ucap pangeran Rot membuat peri Max menatap nya dengan aneh.
Ucapan nya begitu dewasa untuk seusia nya, batin peri Max semakin heran.
"Jangan melamun saja!, ayo kita pulang ke istana," seru pangeran Rot membuat peri Max agak takut dengan tatapan nya.
"Baik. Kami pamit tetua, salam," ucap peri Max berjalan keluar dari gubuk Troll Sean.
"Apa semua nya berjalan sesuai rencana Tetua?," tanya Troll Foz begitu penasaran.
"Lebih dari yang kita inginkan," sahut Troll Sean sembari tertawa dengan bahagia nya.
Saat perjalanan keluar dari wilayah Troll, semua pasang mata terus saja menatap mereka.
Membuat peri Max sesekali memandang ke arah pangeran Rot yang begitu nampak tenang dan terus menghadap lurus ke depan.
"Ada apa Max?," seru pangeran Rot membuat peri Max terkejut.
"Apa yang sedang ku pikirkan ini benar?," tanya peri Max agak ketakutan.
"Tergantung apa yang ada di pikiran mu itu?, aku bukan dewa yang bisa membaca pikiran mu Max!," seru pangeran Rot semakin membuat peri Max tercengang dengan setiap ucapan ucapan yang keluar dari mulut seorang anak yang bahkan belum berusia 5 tahun itu.
Dengan segera, pangeran Rot menghentikan langkah kaki nya dan menatap tajam ke arah peri Max.
"Kau bertanya atau bagaimana?, jelas dari raut wajah mu kau sudah tahu siapa aku," sahut pangeran Rot semakin membuat peri Max tercengang.
Jadi, Troll Rot sudah berhasil bangkit, batin peri Max kembali melanjutkan perjalanan nya tanpa berani menatap pangeran Rot lagi.
------
"Hem, harum tempat ini masih sama seperti dulu, ucap pangeran Rot saat telah memasuki wilayah hutan Maxim.
Kenapa aku jadi penakut seperti ini, batin peri Max begitu bingung dengan rasa takut yang muncul saat ia bersama pangeran Rot.
"Tidak usah bingung Max, lebih baik kamu ingat kesetiaan mu pada ku, dan pikirkan hal terburuk yang akan menimpa mu saat berani mengkhianati aku!," seru pangeran Rot membuat peri Max lagi lagi di buat terkejut dengan ucapan nya.
Tanpa berucap apapun lagi mereka terus memacu kuda nya semakin cepat ke arah istana.
Sementara Ratu Faya mulai gelisah saat sang putra tak kunjung kembali dari berburu.
Ia semakin tak fokus dengan tamu tamu nya dan selalu mencuri pandang ke arah gerbang masuk istana.
Oh dewa, lindungilah putra ku, batin Ratu Faya gelisah.
"Ratu, itukah pangeran?," seru peri Priya membuat Ratu Faya langsung menatap ke arah gerbang istana.
"Putra ku pulang," seru Ratu Faya sembari bergegas menuju ke arah sang putra.
Ia langsung memeluk sang pangeran tanpa memberi nya ruang untuk berucap sepatah kata pun.
Dengan wajah kesal, pangeran Rot berniat ingin melepaskan pelukan dari sang Ratu.
"Pangeran, Ratu sangat rindu kepada mu, apa pangeran tak mau mencium nya?," seru peri Max mencoba memberi tahu siapa sosok wanita yang berani memeluk nya.
"Rot pulang ibunda," ucap pangeran Rot sembari mencium pipi sang Ratu setelah mengerti apa yang coba peri Max sampaikan pada nya.
"Baguslah kau pulang di saat yang tepat anak ku, ibunda akan perkenalkan kau dengan tamu tamu ibunda," seru Ratu Faya segera mengajak sang pangeran menemui rombongan peri Priya.
Saat menatap ke arah Shein dan Shenna, pangeran Rot seakan sudah membenci mereka hanya dengan menatap mereka tuk yang pertama kali.
"Salam pangeran," sapa peri Priya.
"Salam," seru pangeran Rot singkat.
"Lihatlah!, banyak anak anak seusia pangeran di sini, pangeran senang bukan?," seru Ratu Faya bersemangat.
"Aku lelah ibunda, boleh aku ke kamar ku?," ucap pangeran Rot membuat semua yang ada di sana begitu tercengang mendengar nya.
"Tapi, bukan nya pangeran ingin sekali bermain dengan mereka?, itu kan yang pangeran ucapkan pada ibunda kemarin?," seru Ratu Faya heran.
"Tapi aku lelah ibunda," keluh pangeran Rot lagi.
"Sudahlah Ratu, wajar jika pangeran lelah, mereka bisa bermain bersama lain kali" ucap peri Priya menghibur sang Ratu.
"Baiklah, mari ibunda antar," seru Ratu Faya meraih tangan sang putra.
"Tidak usah ibunda, ada paman Max yang akan mengantar ku," ucap pangeran Rot lebih membuat Ratu Faya semakin terkejut dengan permintaan nya.
Apa yang diperbuat Max hingga membuat pangeran Rot tidak lagi takut pada nya?, batin Ratu Faya sedikit khawatir.
"Ya sudah, beri hormat pada Ratu dan kita segera pulang," seru peri Priya membuat semua anak anak asuh nya segera menunduk hormat pada sang Ratu.
"Sebentar!, di mana Shein dan Shenna?," seru Ratu Faya membuat peri Priya tersadar bahwa Shein dan Shenna sudah tidak ada lagi di samping nya.