
"Kau yakin akan melakukan ini Hill?," tanya Peri Gee berjalan beriringan dengan sang suami menyibak hutan dan semak belukar malam itu.
"Kau mau impian kita jadi nyata bukan?," sahut Peri Hill segera menghentikan langkah kaki nya dan menatap kedua mata sang istri.
"Tapi, kau dengar sendiri bukan!, sejak kejadian pemusnahan ras peri murni, ras peri campuran tidak bisa mendekati pohon suci lagi," seru peri Gee.
"Kita datang dengan niat baik, dan berdoa lah agar pohon suci mau menerima kita," seru peri Hill kembali melanjutkan perjalanan nya walaupun malam itu angin berhembus begitu kencang.
Saat mereka berada di gerbang masuk pohon suci.
Mereka memohon agar gerbang itu kembali terbuka untuk mereka.
Mereka bersujud dan menangis tiada henti.
"Pohon suci, kami kemari dengan niat baik, berkah hilah kami," doa peri Gee dengan begitu tulus nya.
Tak berselang lama.
Gerbang menuju pohon suci pun terbuka.
"Suami ku!," seru peri Gee tak bisa menahan tangis bahagia nya.
Peri Hill langsung menggenggam tangan sang istri, dan bersama sama mereka berjalan mendekat ke arah pohon suci leluhur ras peri.
Tiba tiba, sesuatu yang tak biasa mengejutkan mereka.
Pohon suci kembali mengeluarkan sinar paling terang nya.
Membuat kedua peri itu bersujud ketakutan tepat di akar pohon suci.
Bersamaan dengan itu, suara senandung lagu legenda kisah cinta Shein dan Shenna mulai terdengar di telinga mereka.
"Bangunlah anak anak ku!," seru sebuah suara membuat mereka berdua amat terkejut.
Mata mereka membulat sempurna saat melihat sebuah sosok seperti bayangan terbang di hadapan mereka.
"A, apa kalian dewa dewi?," seru peri Gee dengan terbata bata.
Dengan gugup, mereka mencoba tetap berada pada posisi nya.
"Aku ibu Shenna kalian," ucap roh Shenna membuat kedua peri itu semakin syok.
"Berarti, dia?," seru peri Hill menatap gemetar sosok roh Shein di hadapan nya.
"Kami tahu kegundahan hati kalian", ucap roh Shein.
"Dan kami akan membantu," seru roh Shenna membuat kedua peri itu amat bahagia.
"Terima kasih!, terima kasih!," sembah kedua peri itu dengan tubuh yang masih bergetar hebat.
Tiba tiba, akar pohon suci bergerak dan mengeluarkan seorang bayi lelaki dan mengulurkan nya pada Peri Gee.
"Aku akan berikan bayi ini untuk kalian rawat, itukan yang kalian inginkan?," seru roh Shein membuat peri Gee menangis bahagia menatap bayi mungil di hadapan nya.
"Benar Bapa, sudah berpuluh puluh tahun kami menantikan seorang anak, namun dewa mungkin belum bersedia menitipkan seorang anak pada kami," seru peri Hill ingin sekali membelai bayi lelaki di hadapan nya.
"Aku berikan bayi ini untuk kalian rawat, bisakah aku percaya pada kalian?," seru roh Shenna seketika mendapat sebuah anggukan dari kedua peri itu.
"Kelak, dia akan menjadi penolong bagi kaum peri", ucap roh Shein tersenyum begitu damai ke arah kedua peri di hadapan nya.
"Kami begitu beruntung bisa merawat nya ibu," sahut peri Gee segera menggendong sang bayi lelaki dan menciumi nya tanpa henti.
Saat mereka larut dalam kebahagiaan, tanpa sadar roh Shein dan Shenna sudah menghilang dari hadapan mereka.
Cahaya pohon suci pun telah meredup kembali.
Bahkan gerbang di belakang mereka sudah terbuka lebar untuk mereka lewati kembali.
"Kita namai siapa bayi tampan ini Hill?," tanya peri Gee.
"Shein!, agar kelak ia berjiwa mulia seperti bapa Shein," sahut peri Hill sembari bergegas pergi dari sana bersama sang istri dengan perasaan yang begitu bahagia.
Penantian mereka setelah sekian lama telah terbayar sudah dengan hadir nya bayi Shein di tengah tengah mereka.
Sementara di sebuah pondok kecil di bagian wilayah kerajaan peri.
Nampak seorang peri ramuan sedang menahan sakit yang teramat hebat.
Perut nya yang besar memperlihatkan bahwa ia sedang mengandung dan akan segera melahirkan.
"Ahhh!," rintih peri itu sembari tertatih tatih masuk ke dalam kamar nya.
Rumah nya nampak terlihat sepi, tak ada tanda tanda bahwa ada seorang peri lagi yang tinggal di sana.
Dengan sisa tenaga nya, ia mencoba berbaring di ranjang nya.
"Mereka tak boleh tahu tentang kelahiran mu," keluh peri itu terus mendorong sang jabang bayi untuk segera lahir.
"Bahkan jika aku mati saat melahirkan reinkarnasi ibu Shenna kali ini, aku siap!," rintih sang peri terus berusaha melahirkan bayi nya.
Tak berselang lama, tangisan bayi terdengar begitu kencang.
Sang peri bernafas dengan lega sembari tersenyum bahagia.
Ia meraih sang bayi dan segera mendekap nya di dada nya.
Dengan masih terbaring lemas, ia mengusap lembut kepala sang bayi berparas cantik itu.
Rambut yang berwarna pirang, menandakan bahwa sang bayi merupakan bagian dari ras peri murni walaupun ibu nya jelas jelas adalah ras peri campuran.
"Aku bangga telah menjadikan rahim ku sebagai tempat kehidupan mu yang kedua ibu," ucap peri itu mencium hangat bayi yang begitu tenang dalam pelukan nya.
Sang peri mencoba menyanyikan lagu kisah hidup antara Shein dan Shenna.
🎶Hemm....
🎶Rusa besar hidup di keras nya dunia
🎶Ku berdoa agar dunia memberi dia bahagia
🎶Lelah letih nya menjadi suka cita
🎶Yang mengajarkan dunia suatu hal istimewa.
🎶Kelinci kecil masuk dalam hidup nya.
🎶Merajut cerita, hari hari bersama.
🎶Namun dunia lah yang mengatur alur nya.
🎶Bagaimana akhir cerita mereka ?.
🎶Bagaimana akhir cerita mereka ?.
Bayi cantik itu nampak senang dan tersenyum saat mendengar senandung lagu dari sang peri.
🎶Dewa telah mengulurkan tangan nya.
🎶Tuk kedua makhluk nya yang saling mencinta.
🎶Entah sihir apa yang dewa turunkan ?
🎶Hingga Rusa dan kelinci bisa bersama.
🎶Entah sihir apa yang dewa turunkan ?
🎶Hingga Rusa dan kelinci bisa bersama.
Saat di akhir lagu, bayi cantik itu langsung tertidur pulas dalam dekapan sang peri.
"Ini akan menjaga mu dari pandangan buruk," seru sang peri mengusap kepala sang bayi hingga rambut sang bayi berubah menjadi hijau seperti nya, layak nya ras peri campuran.
"Anak cantik!, nama mu kini adalah Shenna," ucap sang peri mengecup kening sang bayi sekali lagi.
Entah takdir macam apa yang menanti bayi mungil Shein dan Shenna di masa dewasa mereka.
Bagaimana mereka mempertahankan ras peri murni agar tak punah?.
Lalu, apakah ras peri campuran akan musnah atau menang dalam pertarungan di masa depan?.
Dan kemana pergi nya ras Troll hutan Maxim?.
Apakah mereka juga di bantai terlebih dulu oleh kaum ras campuran?.
Simak terus cerita nya ya?☺️.
Mohon maaf jika ada penulisan dan permasalahan cerita yang tak sesuai dengan harapan kalian.
Tanpa dukungan kalian, othor pun hanya jalan di tempat😣.
Jangan lupa vote, bunga dan hadiah nya🤗.
Othor tunggu😘.
Happy reading.