
Shein dan Rot terus bergulat tanpa henti.
Luka di tubuh mereka sudah tak mereka rasakan lagi sakit nya.
Mereka saling beradu untuk mempertahankan apa yang menjadi pendirian mereka.
"Menyerahlah !", seru Rot sembari mendorong Shein sekuat tenaga nya.
"Tidak mungkin, kau sudah membangunkan sisi lain dari diri ku, jadi jangan harap Shein yang ada di hadapan mu kini akan melepaskan mu begitu saja", sahut Shein terus menahan tubuh nya agar tetap berdiri di tempat nya.
"Kurang aj*r !", teriak Rot mengeluarkan sebuah pedang dan berusaha menyerang Shein lagi dan lagi.
"Matilah Troll tak berguna !", teriak Rot berada di puncak amarah nya.
Sedangkan Shein yang tak memiliki senjata apapun, berusaha memanfaatkan alam dan pepohonan untuk menghindar dan membalas serangan serangan brutal Rot.
Aku sudah muak dengan semua ini !, batin Rot segera mengalihkan pandangan nya ke arah Shenna dan Raja Fozt.
Segera ia berlari menuju ke arah Shenna yang nampak masih belum selesai berdebat dengan sang ayah.
"Lihatlah ini Shein !", teriak Rot mengarahkan pedang nya ke arah Shenna dan sang ayah.
Membuat Shein seketika berlari tunggang langgang mencoba memperingatkan Shenna.
"Hai Raja tak tahu diri !, ini untuk semua kawanan ku yang kau bantai !, rasakan ini !", teriak Rot membuat Shenna dan Raja Fozt begitu terkejut dengan serangan Rot yang tiba tiba tertuju pada mereka.
"Awas ayah !", teriak Shenna mencoba melindungi ayah nya dengan segera berdiri di depan tubuh ayah nya dan menjadi tameng hidup untuk sang ayah.
"Shenna ", ucap lirih Raja Fozt amat tertegun dengan keberanian sang putri demi diri nya, meskipun mereka sedang berdebat hebat saat itu.
"Rasakan ini !", teriak Rot segera menghunus pedang nya.
Bersamaan dengan itu, Shein mengambil pedang dari jasad Ken dan segera menolong Shenna.
Tak ada yang ia pikirkan lagi saat itu.
Ketakutan dalam diri nya telah musnah dan digantinkan dengan kekuatan dan keberanian yang tak pernah ia miliki sebelum nya.
Cassss !!!!!
Tusukan pedang Rot kini telah berganti sasaran.
Pedang besar dan kokoh itu kini telah menusuk tepat di perut Shein.
Tepat di depan tubuh Shenna, Shein mencoba mengorbankan diri untuk Shenna dan sang Raja Fozt.
Membuat semua ras peri terutama sang Raja Fozt tercengang dan membisu menatap Shein.
"Shein !", teriak Shenna histeris sembari mencoba memegang tubuh Shein yang terhuyung dan kemudian jatuh tersungkur di hadapan nya.
"Kita impas Rot !", ucap lirih Shein sebelum diri nya benar benar tersungkur ke tanah.
Nampak Rot terdiam dengan pandangan mata yang kosong.
Tiba tiba, dari mulut nya menyemburkan darah.
Ia menatap ke arah perut nya, yang tak ia duga bahwa pedang Shein juga berhasil menusuk nya.
"A, a, aku tak percaya ini", seru Rot seketika ikut tersungkur ke tanah dan binasa di saat itu juga.
"Shein !, kau harus kuat !, aku akan mengobati mu, percayalah !, jangan tinggalkan aku !", seru Shenna menangis sembari mendekap ke arah wajah Shein yang hampir kehilangan kesadaran nya.
Sementara Raja Fozt masih tercengang dan terdiam di tempat nya berdiri.
Troll yang ku anggap hina itu, menolongku dan anak ku ?, Troll yang ku rendahkan itu ternyata berjiwa lebih mulia dari ku !, gumam Raja Fozt yang terus menatap tubuh Shein yang telah terkapar tak berdaya.
Putri ku sangat mencintai nya, sudah berulang kali ia katakan itu, tapi apa yang telah ku lakukan ?, batin Raja Fozt bergejolak.
Ada rasa penyesalan dan malu saat melihat pengorbanan Shein yang begitu besar pada dirinya.
Membuat semua peri yang melihat nya segera memalingkan pandangan nya.
Mereka tak tega melihat semua yang ada di hadapan mereka.
Mereka memang ras tertinggi di masa itu, tapi tepat pada saat itu, mereka merasa tidak ada apa apa nya di banding kan Troll bernama Shein yang saat ini telah terkapar demi menyelamatkan bagian penting dari ras Peri.
Raja Fozt hanya terdiam menangis memeluk sang putri.
Membuat Shenna kembali mendekati dan memeluk Shein sembari terus menangis tanpa henti.
"Kau sudah ajari aku ramuan ajaib mu, tunggu sebentar !, aku akan membuatkan nya untuk mu !", seru Shenna mencoba beranjak dari duduk nya.
Namun langkah nya terhenti saat Shein mencegah nya.
"Sudahlah putri, Shein baik baik saja", ucap Shein menahan sakit nya.
"Lelucon apa ini !, kau pikir aku sebodoh itu Shein !", sentak Shenna kembali bergegas meramu obat untuk Shein.
Sang ayah yang melihat rasa cinta putri nya yang begitu besar merasa tertampar saat itu juga.
"Aku mencintai mu putri", seru Shein membuat langkah kaki Shenna kembali terhenti.
"Apa harus seperti ini baru kau bisa jujur pada ku ?", keluh Shenna terduduk di tanah dan memandang Shein yang telah terluka parah sambil menangis terisak isak.
"Maafkan aku Raja, sekali lagi, aku mencintai putri Shenna, maafkan aku", ucap lirih Shein bersamaan dengan ia yang akhir nya menutup mata nya.
"Shein !", teriak Shenna begitu histeris saat melihat Shein yang sudah tak bernafas lagi.
"Tolong bangunkan dia ayah !", seru Shenna mencoba mengguncang tubuh Shein.
"Tenanglah nak, biarkan dia tenang", ucap Raja Fozt mencoba menahan tubuh sang putri yang terus saja histeris.
"Aku mencintai nya ayah, aku mencintai nya", ucap lirih Shenna sembari terus menangis di pelukan sang ayah.
Hari itu pengorbanan Shein membuka mata hati semua ras peri agar menghargai semua ras yang ada di dunia.
Baik dari ras atas maupun ras bawah, tidak menjamin bagaimana baik buruk nya hati seseorang.
"Kita bawa Troll berjiwa mulia ini ke pohon suci kita", titah Raja Fozt sembari memapah Shenna yang masih lemas dengan kepergian Shein.
Mereka mengangkat jasad Shein dengan kekuatan peri mereka.
Meletakkan nya di sebuah pohon suci keramat milik leluhur mereka.
Semua yang ada di sana begitu terpukul dengan pertarungan besar hari itu.
Jasad semua peri yang gugur juga di baringkan di samping jasad Shein.
Shenna terus menatap lekat lekat raga Shein yang kini telah tak bernyawa.
Satu satu nya lelaki yang bisa mencuri hati nya di kehidupan ini.
Bagi nya itu adalah pukulan terbesar di hidup nya setelah kepergian sang ibu.
Mencintai seseorang hanya untuk merasakan sebuah kehilangan.
Tangisan Shenna kembali pecah saat itu.
"Maafkan ayah nak", ucap Raja Fozt sangat menyesal dengan semua perbuatan dan
perkataan buruk nya.
"Tak ada yang harus di sesali ayah, semua sudah berakhir, aku sudah pernah berjanji, aku tak akan menikah dan tak akan mencintai lelaki lain di dunia ini sampai kapan pun", ucap Shenna membuat Raja Fozt seketika terdiam.
"Ayah hargai keputusan mu", sahut Raja Fozt tanpa marah ataupun naik pitan dengan semua keputusan sang putri.