
Air mata Shenna kembali menetes saat tangan nya di tepis oleh ayah nya sendiri.
"Apa begitu hina nya dia di mata ayah ?", ucap lirih Shenna sembari menangis tersedu sedu.
"Bukan hanya ayah yang memandang nya hina !, tanya kepada semua kelompok kita !, ras kita !, apa yang mata mereka lihat !, seorang pangeran kah atau Troll yang hina dan kurang aj*r itu !", teriak Raja Fozt membuat pandangan Shenna perlahan menatap ke arah semua ras peri yang saat itu sedang menatap nya dengan tatapan antara iba dan juga kecewa.
Seketika itu juga, Shenna memalingkan wajah nya.
Ia tak sanggup menerima kenyataan bahwa memang dunia tidak membenarkan tentang perasaan nya pada Shein.
"Kau lihat !, bahkan kau tak mampu memandang mereka nak !", sentak Raja Fozt sembari memegangi dada nya yang masih teramat sakit akibat kekuatan besar yang telah ia keluarkan.
Sementara di sisi lain.
Rot terus saja menatap geram ke arah Shein.
"Ini semua karna ulah mu !, kawanan ku mati karna mu !, sentak Rot tak terima.
"Ini karna ulah mu sendiri Rot !, aku sudah peringatkan ini semua sebelum nya bukan !", sahut Shein.
"Argggg !, kau dan dia harus membayar kematian kawanan ku Shein !", teriak Rot kembali melakukan serangan demi serangan ke arah Shein.
"Lihatlah !, bahkan sesama nya pun tak segan segan mereka hajar !, itu lelaki idaman mu putri ku ?, bunuh saja ayah jika itu memang benar !", seru sang ayah masih merasa amat kesal dengan cinta putri nya yang jatuh pada seorang Troll, ras terbawah di dunia.
"Ayah ", ucap Shenna sembari menunduk dan menangis.
"Ku pikir saat semua peri putra kerajaan sebrang yang ku jodohkan pada mu kau tolak mentah mentah, kau memiliki standar lelaki jauh melebihi pilihan ayah, nyata nya !", keluh Raja Fozt merintih kesakitan.
"Biar aku obati luka dalam ayah", seru Shenna bergegas memapah sang ayah.
Namun saat itu juga, lagi lagi tangan nya di tepis oleh sang ayah.
"Biarkan aku seperti ini, ini lah yang kau inginkan !", sentak Raja Fozt membuat perasaan Shenna semakin hancur.
Sementara Rot semakin brutal saja menyerang Shein.
Ia begitu marah akan binasa nya anggota kawanan nya.
Dari arah tak terduga, tiba tiba kedua orang tua Shein muncul dan menghadang serangan Rot.
Sontak semua itu membuat Shein terbelalak tak percaya.
"Ayah ?, ibu ?", seru Shein tak percaya dengan apa yang mata nya lihat kala itu.
Dengan sebuah senyuman, mereka menatap ke arah Shein saat itu, bahkan mungkin sebuah senyuman tuk pertama kali nya yang bisa Shein ingat.
Ayah dan ibu nya terus membantu nya melawan Rot yang sudah hilang kendali.
Tepat pada saat itu, tuk pertama kali nya mereka bertiga bekerja sama dalam menyelesaikan sesuatu.
Ternyata salah satu serangan mereka berhasil melumpuhkan Rot dan membuat nya tersungkur di tanah.
"Apa dia mati Yart ?", seru istri nya.
"Mungkin dia hanya pingsan", sahut Yart sembari mengalihkan pandangan nya pada Shein.
Kini kedua orang tua Shein menatap nya tanpa amarah tuk yang pertama kali nya.
Membuat Shein merasakan memiliki orang tua pada saat itu.
Membuat Shein tanpa sadar menangis dengan haru.
"Maafkan kami Shein, kami baru tau semua kebenaran nya hari ini", seru sang ayah menepuk kedua bahu putra nya yang selalu ia hina.
"Ibu terlalu membanding bandingkan kau dengan Troll lain Shein, maafkan ibu", seru sang ibu menyesali perilaku nya selama ini.
"Sudahlah bu, yang terpenting bagi Shein adalah senyum kalian", sahut Shein.
"Kami seharusnya memandang kelebihan mu yang lain Shein, saat kau berniat menolong kaum mu dan menolong putri peri dari niat jahat Rot, sebaiknya kami memahami nya sejak awal", ucap Yart tulus dari hati nya.
"Shein tak apa ayah", sahut Shein mendapatkan sebuah pelukan dari kedua orang tua nya.
Saat mereka lengah, tiba tiba Rot bangkit dan langsung menyerang mereka dengan brutal nya.
"Menyingkir !", teriak Yart mendorong Shein dan menangkis serangan Rot dengan dibantu sang istri.
"Binasalah kalian !", teriak Rot tertawa dengan kencang nya saat kedua batang pohon besar yang ia bawa berhasil menembus tubuh kedua orang tua Shein.
"Tidak !", teriak Shein mendorong Rot dan menghantamkan nya berulang ulang kali.
Shein segera berlari kembali ke arah kedua orang tua nya.
Ia menangis menatap kedua orang tua nya yang kini terkapar tak berdaya.
"Shein, ibu dan ayah tak apa, berhentilah menangis", ucap sang ibu sembari meringis kesakitan.
Saat Shein ingin mencoba mengobati tubuh kedua orang tua nya dengan mantra yang di ajarkan Shenna pada nya.
Ia begitu syok dan histeris saat melihat bercak ungu di luka orang tua nya.
"Kau memberi orang tua ku racun Rot !", teriak Shein hanya di jawab sebuah senyuman licik dari Rot.
Sembari menangis tersedu sedu, Shein mencoba membersihkan racun itu dengan kekuatan nya.
"Kau ingin mengobati nya ?, itu hanya sia sia, kau dengar !", seru Rot tertawa.
"Tenanglah bu, ayah, kalian akan selamat", seru Shein bergegas mencari ramuan obat, namun seketika tangan nya di tarik oleh sang ayah.
"Kemarilah nak, ayah tahu racun ini, racun Troll yang paling ganas, lebih baik kau menemani kami di saat saat terakhir kami nak, itu lebih kami butuhkan sekarang ini", ucap Yart terbata bata sembari sesekali memuntahkan darah.
"Tuk pertama dan yang terakhir Shein, kami bangga memiliki anak seperti mu", ucap sang ibu sembari menghembuskan nafas nya yang terakhir.
Shein mencoba menghentikan tangis nya dan merangkul kedua orang tua nya hingga ajal benar benar menjemput mereka.
Shenna yang melihat itu nampak ikut bersedih dengan apa yang tengah di alami Shein bahkan saat masalah nya sendiri dengan sang ayah sebenar nya belum terselesaikan.
"Ayo kita pulang !, ayah akan urus Troll itu nanti", sentak sang ayah.
"Tapi ayah", seru Shenna mencoba tetap berada di sana.
Tak puas jika aku hanya menghancurkan Shein melalui orang tua nya, aku akan binasakan juga peri yang ia cintai, dengan begitu ia akan hancur perlahan lahan tanpa aku harus bersusah payah, terlebih jika Raja itu ikut mati di sini, itu akan lebih menguntungkan bagi ku untuk menguasai wilayah peri hutan, batin Rot mulai mengatur rencana licik nya yang baru.
Saat menatap Rot yang tengah memperhatikan Shenna, Shein semakin berani berdiri tegap kembali.
"Keterlaluan kau Rot !, setelah kau bunuh orang tua ku, sekarang apa lagi yang kau mau dengan menatap putri Shenna serta Raja Fozt ?", seru Shein dengan wajah geram dan nafas yang menggebu gebu.
"Kenapa kau sangat memperdulikan mereka ?, bahkan mereka saja ingin sekali membinasakan mu !", seru Rot membuat Shein segera berlari dan menubruk nya kembali dengan amat kencang nya.