Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 9.



"Kemana pergi nya peramal sialan itu!," keluh peri Max terus mempercepat langkah nya menyusuri jejak sang peramal.


Ia semakin mempercepat langkah nya saat melihat bayangan mirip sang peramal keluar dari gerbang kerajaan.


"Tunggu!," seru peri Max mencoba menghentikan langkah kaki sang peramal.


"Max?, siapa yang sedang kamu kejar?," seru peri Bin saat berpapasan dengan sahabat nya itu.


"Dia!,", sahut peri Max kembali berlari mengejar sang peramal.


Namun nampak nya sang peramal tak mendengar atau mungkin ia berusaha mengacuhkan seruan dari peri Max.


Dengan langkah kaki peramal yang nampak santai, peri Max bahkan tak bisa mengejar nya dengan berlari.


"Apa ini ilusi?," seru peri Max mencoba memahami apa yang tengah terjadi.


Pasal nya, seberapa cepat ia berlari, ia tetap tak bisa mengejar langkah kaki dari sang peramal.


Hingga tak berselang lama, peri Max tiba di sebuah pemukiman kecil.


"Kemana dia pergi?," ucap peri Max kehilangan jejak.


"Sial!," seru peri Max dengan kesal nya.


"Prajurit Max?, ada apa gerangan kamu bisa sampai ke desa kami?," tanya seorang peri hewan yang sedang melintas.


"Apa kamu melihat peri peramal wanita lewat sini?," tanya peri Max sembari terus mencari jejak ke arah mana gerangan sang peramal pergi.


"Peramal?," sahut peri hewan kebingungan.


"Kenapa wajah mu bingung?, apa kamu tak tahu artinya peri peramal?, apa yang kamu tahu hanya merawat hewan hewan ini?, seru peri Max membuat peri hewan menjadi ketakutan.


"Sejak saya tinggal di desa ini, tidak ada yang nama nya peri peramal di sini, dan sekalipun saya tak pernah berpapasan dengan nya. Sebaik nya saya pergi," sahut peri hewan bergegas pergi dari hadapan peri Max yang nampak semakin menakutkan saja.


"Keluarlah Bin!, kamu tahu sendiri kan nasib Gigo saat ia berani mengikuti ku diam diam," seru peri Max membuat peri Bin keluar dari persembunyian nya.


"Maaf Max, aku hanya memastikan kamu tak berbuat nekat lagi," seru peri Bin membuat peri Max menatap tajam ke arah nya.


"Nekat kata mu?, hidup itu butuh keberanian Bin," seru peri Max memukul sebuah pohon di depan nya.


"Lalu apa hubungan nya dengan peramal yang kamu cari itu?," tanya peri Bin penasaran.


"Ramalan nya membuat risau Raja dan Ratu, dan aku di perintahkan untuk mengejarnya dan membawa nya kembali ke hadapan sang Raja," sahut peri Max sembari melanjutkan perjalanan nya.


"Kalau begitu aku akan membantu mu!, aku akan ikut dengan mu untuk membawa peramal itu kembali ke hadapan Raja," sahut peri Bin mengikuti peri Max dengan sukarela.


"Lalu?," tanya peri Bin.


"Aku akan melenyapkan nya dan membuat itu seperti sebuah kecelakaan," ucap peri Max dengan mantap nya.


"Apa salah nya Max?, kamu tak boleh membunuh orang seenak nya saja," seru peri Bin membuat peri Max juga menghentikan langkah kaki nya.


"Apa salah nya!, dia itu ancaman bagi kita Bin!, dia bisa saja menjadi penghalang antara kita dan bayi Rot!, dan keberadaan nya akan mengancam nyawa kita!," sentak peri Max


"Tapi cara itu tidak benar!," sahut peri Bin menentang rencana peri Max


"Sudahlah!, pergi sana!," sentak peri Max berjalan meninggalkan sahabat nya itu.


 


"Kemana dia pergi?, ahh! sial," sentak peri Max kesal.


Namun saat ia telah putus asa.


Nampak sosok yang ia cari terlihat tak jauh dari diri nya berada.


"Di sana kamu rupa nya," ucap peri Max secara perlahan mengikuti langkah sang peramal.


Namun saat ia hampir mendekati nya lagi, ia kembali kehilangan jejak sang peramal.


"Sial!, padahal aku yakin ia berbelok di jalanan ini!," sentak peri Max kesal.


Tiba tiba terdengar samar suara seseorang di sekitar sana.


"Anak pintar, gak sabar ya nunggu ayah pulang," seru sebuah suara membuat peri Max tertarik untuk mencari asal suara.


Saat ia menemukan nya, nampak dua orang wanita sedang asyik menimang sang anak di gubuk nya.


"Sang peramal itu tak mungkin bersembunyi di rumah kecil itu," ucap peri Max mengamati keadaan sekitar rumah dari balik semak semak.


"Shein semakin lucu sekali ya Gee, mirip seperti mu," ucap seorang peri wanita yang tak lain ialah peri Priya.


"Apalagi Shenna, dia semakin cantik saja," sahut peri Gee mencoba menggendong bayi Shenna yang baru terbangun dari tidur nya.


"Sayang, tidur mu lama sekali, seperti pingsan saja, apa kamu berkelana dalam tidur mu?, hemm!," seru peri Gee lagi.


"Hem!, sok menamai bayi mereka Shein dan Shenna, apa yang ingin mereka wujudkan dengan nama itu?," ucap peri Max berniat pergi dari sana saat tak mendapati tanda tanda keberadaan sang peramal di rumah itu.