
Sudah berbulan bulan mereka terperangkap dalam persembunyian dan pelarian demi menghindar dari rencana jahat Rot.
Suatu ketika Shenna mengalami sakit di tengah perjalanan.
Tak bisa dielak kan.
Sakit yang Shenna alami karna ia terlalu sering menggunakan kekuatan peri nya.
Dan karna ia sudah cukup lama hidup jauh dari kenyamanan istana.
Saat Shenna sakit, Shein terus memanggul Shenna untuk mencari tempat ternyaman untuk mereka dan sebagai tempat untuk merawat Shenna selama sakit, ia juga menyuapi nya makan sampai Shenna berangsur angsur membaik.
Shein mencoba memberikan ramuan obat khas dari ras Troll untuk membuat Shenna pulih kembali.
Shenna awal nya merasa aneh dengan obat obatan yang di berikan oleh Shein.
Di samping tampilan obat nya yang aneh, rasa nya pun sangat membuat perut Shenna terasa mual.
"Kamu tak apa ?", tanya Shein.
"Tidak apa, aku akan habiskan dengan sekali teguk", ucap Shenna hanya ingin menghargai perhatian Shein pada nya sembari meneguk obat itu dengan cepat.
"Cepatlah sehat putri !", seru Shein mencoba menyuapi Shenna dengan sup buatan nya dengan tangan nya yang besar.
Karna tangan nya yang besar, Shein kesulitan memegang sendok seukuran milik Shenna.
"Biar aku saja", ucap Shenna mencoba membuat Shein tak merasa clingukan karna tak bisa memegang sendok untuk ukuran seorang peri.
"Bagaimana rasa ramuan buatan ku putri Shenna ?", tanya Shein.
"Enak", ucap Shenna sembari mengingat seberapa keras ia berusaha menelan obat itu.
"Padahal aku sendiri tidak tahan dengan rasa nya", ucap Shein membuat Shenna tersedak.
"Kau tak apa ?", seru Shein mengelus punggung Shenna.
"Aku tak apa", ucap lirih Shenna sembari menyantap sup di mangkuk nya kembali sebagai penetralisir rasa aneh dari obat buatan Shein.
"Tapi setiap aku meminum obat itu, tubuh ku akan kembali segar kembali", ucap Shein.
Perlahan Shenna terdiam, ia juga merasakan apa yang di ucapkan Shein itu benar.
Tubuh nya berangsur angsur membaik dan kembali segar.
"Benar kata mu, apa kau bisa mengajari ku cara membuat nya ?", seru Shenna bersemangat.
"Esok aku pasti ajarkan pada mu putri", timpal Shein.
"Selesaikan makan mu sebelum sup itu dingin", seru Shein membuat Shenna langsung kembali menyantap sup buatan Shein yang sangat enak menurut nya.
Sejak mereka berada di tempat persembunyian, sup buatan Shein adalah makanan favorit baru Shenna.
Shenna selalu menghabiskan nya dengan sekejap saja.
"Sederhana tapi luar biasa !", seru Shenna memuji sup buatan Shein sembari terus menikmati sup itu.
"Kamu selalu bicara seperti itu putri", ucap Shein dengan pipi nya yang memerah.
Membuat Shein juga ikut tertawa di buat nya.
"Aku akan mencari buah untuk mu", seru Shein beranjak dari duduk nya.
"Aku sudah makan ber mangkok mangkok sup, kau masih ingin membuat ku makan buah ?", seru Shenna.
"Makan mu saja tidak ada setengah dari makanan ku putri", seru Shein berjalan keluar dari dalam gua.
"Tapi, itu berbeda Shein !", ketus Shenna dengan wajah cemberut lalu seketika berubah menjadi sebuah senyuman.
Berangsur angsur, kebaikan Shein membuat hati Shenna luluh dan merasa bahwa Shein pantas ia cintai.
"Biarlah dunia berkata apa, yang penting aku benar benar mencintai nya, fisik kami boleh berbeda, tapi kami tetap lah berhak mencintai dan di cintai", ucap Shenna mencoba memulihkan tenaga dalam nya akhibat sihir peri yang sering ia gunakan.
Sementara jauh di sisi hutan yang lain, Rot dan Ken merasa kesal dan mengamuk.
Pasal nya, sejauh ia berlari dan mengejar Shein, ia tetap tak bisa mengejar nya.
Berkat kekuatan Shenna, Shein bisa berlari cepat berkali kali lipat dari Rot dan Ken.
Membuat nya bisa lolos dengan mudah dari kejaran Rot dan Ken.
"Aku tak percaya bisa di permainkan oleh Troll tak berguna itu !", sentak Ken melampiaskan amarah nya pada pepohonan yang ada.
"Dia tak akan bisa mempermainkan kita kalau bukan karna bantuan peri itu, untuk memikirkan nya saja ia tak akan berani", seru Rot sembari mematahkan leher seorang rusa buruan nya dengan sekali gerakan.
"Jika peri wanita itu sebegitu kuat nya, bagaimana jadi nya jika semua ras peri tahu kita lah dalang dari penculikan itu Rot ?", tanya Ken mulai merasa takut.
"Dasar tak punya otak !, menurut mu kenapa aku ajak kau memburu dia sampai sekeras ini ", sentak Rot mulai nampak emosi.
Membuat Ken terdiam dan tak berani bertanya yang hanya akan membuat Rot bisa saja menyerang nya karna marah.
Sementara di tempat persembunyian Shein dan Shenna.
Shenna terus memikirkan apa yang harus ia lakukan.
Antara mengutarakan perasaan nya atau tidak.
Dalam fikiran Shenna, mereka tak akan mungkin selalu dalam persembunyian seperti itu.
Mereka akhirnya harus kembali hidup normal cepat atau pun lambat.
Walaupun Shenna sama sekali tak bisa membayangkan apa yang menanti nya dan Shein nanti.
"Shein, jika masalah kita selesai, apa aku akan bertemu dengan mu lagi ?, apa kita masih akan bersama ?", tanya Shenna mencoba mengutarakan kegundahan hati nya.
Seorang Troll mana mungkin akan di terima di lingkungan ras peri, begitu pun sebalik nya, gumam Shein dalam hati.
"Pasti putri, aku akan menjadi teman mu selalu", ucap Shein mencoba tersenyum di hadapan Shenna.
"Teman ya, apa kita tidak bisa lebih dekat lagi ?", tanya Shenna membuat pipi Shein kembali memerah, tapi dengan cepat ia memalingkan wajah nya agar pipi merah nya tak terlihat oleh Shenna.
"Cepatlah tidur !, besok kita akan meneruskan perjalanan", ucap Shein keluar dari gua dan meringkuk lalu tertidur di mulut gua.
"Apa kau merasa takut seperti yang ku rasakan kini ?, tolong bicaralah, beri aku petunjuk !, aku harus jujur atau tidak pada mu tentang perasaan ini", ucap lirih Shenna berusaha memejamkan mata di malam yang canggung itu.