
Pertarungan sengit antara mereka terus berlangsung.
Meskipun Troll Rot berada di raga peri Max yang ukuran nya jauh lebih kecil dari ras Troll, namun kekuatan nya masih sekuat identitas asli nya, yaitu Troll Rot yang perkasa.
Hingga membuat kubu ras Troll begitu kesulitan hanya untuk menghadapi satu musuh nya saja.
Namun semua ras Troll tak terkecuali Troll Sean terus saja mengupayakan serangan serangan nya yang terbaik, meskipun terlihat sulit untuk mereka mengalahkan Troll Rot yang perkasa.
Dengan usia nya yang sudah begitu tua, Troll Sean terus saja berjuang mengangkat gada nya demi menebus kesalahan nya karna telah membangkitkan Troll Rot kembali.
Aku tidak hanya berhutang maaf pada leluhur ras Peri, namun aku juga berhutang maaf pada dunia, batin Troll Sean terus berusaha menyerang Troll Rot dengan sisa kekuatan nya.
"Sean!, aku sudah begitu muak melihat kekonyolan mu ini!," teriak peri Max sembari menyerang Troll Sean dengan tenaga dalam nya.
Serangan itu begitu cepat hingga tanpa sadar telah berhasil mengenai tubuh Troll Sean hingga membuat nya terhuyung huyung.
Maafkan aku, tolong maafkan aku, batin Troll Sean perlahan tersungkur ke tanah, membuat pertarungan itu sejenak terhentikan.
Troll Yun dengan cepat segera berusaha menolong Troll Sean sekuat yang ia bisa.
"Kau tak apa?," tanya Troll Yun meninggalkan area pertarungan.
Perlahan tangan Troll Sean mencoba meraih dan menggenggam tangan Troll Yun.
Troll Sean begitu nampak lemah dengan tatapan mata yang kosong di saat itu.
Bapa Shein, ibu Shenna, sekali lagi aku minta maaf atas semua kesalahan ku. Aku sudah berusaha, tapi aku gagal memperbaiki nya, batin Troll Sean dengan nafas yang mulai terengah engah.
"Lihatlah!, itu yang akan kalian dapat jika berani menentang ku!, sebaik nya kalian mendukung ku dan kita sama sama hancurkan semua ras peri bodoh itu!," seru peri Max yang kini masih di kuasai oleh jiwa Troll Rot.
Sementara di sisi lain.
Langkah Bapa Shein seketika berhenti saat merasa ada penyesalan yang tulus dari Troll Sean saat itu.
Kau Troll baik, ibu mu telah menanti mu Sean, batin Bapa Shein sembari kembali berupaya mengejar ibu Shenna yang seperti nya telah pergi menuju tempat yang tak asing lagi bagi mereka.
Perlahan, ada sebuah senyuman kecil terukir di bibir Troll Sean saat itu.
Hingga membuat Troll Yun heran dengan keadaan Troll Sean yang masih bisa tersenyum dalam kondisi nya yang sedang tidak baik baik saja.
Troll Sean nampak tersenyum melihat sesuatu yang bahkan mata nya saja sudah tak berfungsi sejak lama.
"Ibu?," ucap Troll Sean seketika, membuat Troll Yun begitu terkejut mendengar nya.
Troll Yun lebih di buat terkejut lagi saat melihat hidung dan mulut Troll Sean mulai mengeluarkan darah segar.
"Bertahanlah Tetua!," seru Troll Yun mencoba menyelamatkan Troll Sean di saat saat pertarungan antara ras Troll dan peri Max kembali berlangsung dengan lebih sengit nya.
"Ibu ku datang Yun," ucap Troll Sean sembari terbatuk batuk hingga mengeluarkan banyak darah.
"Sadarlah tetua!, itu hanya ilusi," seru Troll Yun sembari terus menyalurkan tenaga dalam nya demi menyelamatkan nyawa sang tetua.
Sementara di tempat lain, ibu Shenna nyata nya juga bisa merasakan kemalangan yang terjadi pada Troll Sean dengan begitu jelas nya.
Namun ibu Shenna lebih memilih terus melanjutkan perjalanan nya menuju ke tempat harta leluhur nya yang paling berharga berada.
Semoga kau tenang Sean, ada tempat indah yang sudah di persiapkan untuk kau dan ibu mu di sana, batin ibu Shenna bertepatan dengan Troll Sean yang perlahan mulai menutup mata nya.