
Sementara di istana peri, semua kaum peri sangat mengkhawatirkan keselamatan Shenna.
Terlebih sang ayah, bagi nya Shenna adalah segala nya bagi nya , ia begitu menjaga Shenna terlebih setelah istrinya meninggal dunia beberapa tahun silam.
"Bagaimana selanjut nya Raja ?", ucap seorang peri bernama Laksa, ia merupakan kaki tangan Raja Fozt sejak Raja Fozt menjadi Raja peri di wilayah hutan Maxim.
"Kita harus temui dalang nya", seru Raja Fozt mengepal kedua tangan nya, seakan sudah tak sabar ingin memberi pelajaran pada ras Troll yang berani bermain main dengan nyawa putri nya.
"Maksud Raja ?", tanya peri Laksa penasaran.
"Siapkan para peri petarung !, kita berangkat ke wilayah ras Troll", titah Raja Fozt mengambil pedang sihir nya.
"Sesuai titah Raja", sahut peri Laksa bergegas mempersiapkan semua.
___
Hentakan kaki kuda terdengar menelusuri lebat nya hutan.
Raja Fozt memacu kuda nya dengan cepat menuju ke perbatasan wilayah mereka dengan wilayah Troll rawa.
Dengan wajah penuh amarah, Raja Fozt berharap ada titik terang di mana putri nya kini berada.
Tak berselang lama, kuda kuda mereka melesat melewati pohon beringin besar, yang menandakan bahwa mereka telah melewati batas wilayah mereka.
Dan kini mereka telah berada di wilayah Troll rawa.
"Hia, hia, ha !", sentak Raja Fozt mempercepat laju kuda nya sembari menyihir semak semak di depan nya agar membuka jalan untuk ia dan rombongan nya.
Tak terasa, mereka sudah berkuda selama seharian tanpa berhenti.
Sudah berulang kali peri Laksa memperingatkan Raja Fozt agar menepi dan beristirahat sejenak.
"Kuda kita sudah kelelahan Raja, sebaiknya kita menepi", seru peri Laksa mendekati Raja Fozt.
"Kita tak boleh buang buang waktu !", seru Raja Fozt terus melajukan kuda nya.
Hingga tiba tiba, kuda nya tersungkur ke tanah dan kehilangan tenaga nya untuk berdiri.
"Raja !", teriak peri Laksa mencoba menolong Raja Fozt secepat mungkin.
"Kamu benar, sebaiknya kita berhenti sejenak, kuda kita sudah kehabisan tenaga", ucap nya sembari di bantu bangkit oleh peri Laksa.
Malam itu, mereka bermalam di tengah hutan tanpa alas apapun.
Mereka makan dari alam dan mencoba tak memancing binatang buas untuk mendekat.
"Beruntung nya tak ada Troll yang berkeliaran malam ini Raja", ucap peri Laksa.
"Malah bagus jika aku bertemu dengan mereka, aku akan beri mereka pelajaran sampai mereka mengakui di mana putri ku berada", ujar Raja Fozt kembali geram.
"Sabar paduka, sesuai perkiraan ku, sarang mereka masih cukup jauh dari sini, belum ada anak rawa di sekeliling daerah ini, berarti Rawa masih jauh dari sini", ucap peri Laksa memberikan sebuah jubah hangat yang akan menghangatkan tubuh sang Raja.
__
Pagi pagi sekali.
Ternyata, Raja Fozt sudah bangun terlebih dulu dan mencoba memadamkan sisa bara yang terbakar.
"Ayo !, jangan buang buang waktu", seru Raja Fozt melemparkan beberapa buah ke masing masing peri yang ikut bersama nya.
"Apa paduka bisa tidur semalam ?", tanya peri Laksa.
"Bagaimana aku bisa tidur jika putri ku sedang dalam bahaya, cepat kalian makan buah itu, aku sengaja petik kan untuk kalian agar tenaga kalian terisi kembali", ucap Raja Fozt kembali naik ke atas kuda nya.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama.
Akhir nya mereka telah sampai di tempat yang penuh akan Rawa seperti yang di maksud oleh peri Laksa.
Dan ternyata dugaan peri Laksa benar, tempat tinggal Troll tak jauh dari Rawa rawa itu berada.
Saat Raja Fozt dan rombongan nya memasuki wilayah tempat tinggal mereka.
Para Troll di buat tercengang, ada pula yang ketakutan di buat nya.
Karna baru pertama kali ini ada ras peri datang ke wilayah mereka.
Terlebih setelah desas desus tak mengenakkan tentang kelancangan seorang Troll yang menculik putri peri hutan Maxim.
Seorang tetua Troll berjalan mendekati Raja Fozt dan peri Laksa yang telah turun dari kuda nya.
"Salam untuk bangsa peri, aku tidak mau berburuk sangka terlebih dahulu pada kalian karna masuk ke wilayah kami tanpa izin, tapi bolehkah aku tau kenapa kalian berani masuk ke wilayah kami ?", tanya tetua Troll bernama Yuka pada Raja Fozt dan rombongan nya.
"Langsung ke inti nya saja, pasti kalian sudah mendengar tentang desas desus penculikan putri peri ku yang dilakukan oleh salah satu dari ras Troll bukan ?", seru Raja Fozt mencoba menahan amarah nya.
"Benar, dan kami akui itu adalah sebuah kesalahan, jadi tolong maafkan kami", seru tetua Yuka mencoba menekan sifat nya yang keras di depan para ras peri karna masalah itu.
"Kembalikan anak ku dan aku akan anggap ini tak pernah terjadi !", ucap Raja Fozt dengan lantang nya.
"Maafkan kami, putri mu tidak ada di sini", ucap tetua Yuka membuat rombongan Raja Fozt segera mengangkat senjata nya.
Membuat para Troll juga langsung geram dan reflek melindungi kaum nya dengan mengangkat senjata mereka.
"Kau jangan main main !, Ras mu sudah bertindak keterlaluan dengan melanggar ketentuan alam, dan sebaik nya kau perbaiki semua nya dengan mengembalikan anak ku", seru Raja Fozt mengayuhkan senjata nya dan mencoba memberi sebuah kesepakatan pada kaum Troll.
"Kami akan mengirim segerombol Troll untuk menemukan anak mu, dan aku pastikan aku akan hukum seberat berat nya Troll yang membuat kekacauan ini terjadi", tegas tetua Troll merasa geram, karna masalah ini, harga diri nya sebagai Troll tidak lagi ada di hadapan peri hutan.
"Benar Raja, aku akan memburu Shein sampai ketemu, karna dia yang telah menculik putri mu, aku akan kembalikan putri mu secara utuh", ucap Rot bergabung dengan mereka.
"Bukan nya kau juga menyerang kami kemarin , sebenar nya ada di pihak siapa kau ?", tanya peri Laksa penasaran.
"Aku menyerang kalian karna ingin melindungi diri kami dari serangan kalian, tapi percayalah, sebenar nya niat kami adalah meringkus Troll Shein yang sedang menculik putri peri kalian", ucap Rot memutar balik kan cerita dan mengkambing hitam kan Shein atas rencana yang sebenar nya ia lah yang membuat nya.
Ia melakukan nya agar tak di usir dari wilayah Troll dan tak di bantai oleh kaum peri hutan.
"Aku pegang kata kata mu !, tapi ingat !, jika putri ku tak kembali aku akan binasakan semua kaum mu dan wilayah mu ini tanpa tersisa sedikit pun, camkan itu !, peri hutan bisa berkekuatan melindungi alam dan isi nya, tapi jika ada yang mengusik kami, dia juga harus merasakan ke brutalan kami yang jarang di ketahui oleh dunia sekalipun", ancam Raja Fozt.
Kemudian, rombongan Raja Fozt bergegas memacu kuda nya dan pergi kembali menuju wilayah peri mereka.
"Aku percayakan hidup ras Troll pada mu Rot !, temukan Troll tak tahu diri itu dan kembalikan putri dari peri hutan Maxim", ucap tetua Yura bergegas membubarkan kerumunan dan ketegangan yang ada di sana.