Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 13. Memasuki wilayah Goblin.



Perdebatan antara Rot dan Pio yang berakhir dengan binasa nya Pio, menjadi sebuah peluang bagi Shenna dan Shein untuk lari semakin jauh dari mereka.


Mereka terus berlari dan berlari hingga sampai di sebuah kawasan goblin.


"Ini tempat apa Shein ?", tanya Shenna turun dari bahu Shein dan mengamati tempat baru yang belum pernah ia lihat sebelum nya.


"Goblin", ucap Shein sontak membuat Shenna mendekap tangan Shein dengan erat nya.


"Go, go, goblin !, tapi mereka makhluk ganas !", ucap Shenna sembari menelan ludah.


"Itu kan yang kau dengar di luar sana, tapi tunggu sampai kau bertemu teman ku, tapi ku saran kan putri Shenna melepas kalung dan anting putri", ucap Shein membantu Shenna melepas perhiasan nya.


Tapi karna jari jemari nya yang terlalu besar, membuat Shein kesulitan melepas perhiasan di leher dan telinga Shenna.


Bagi Shein, perhiasan itu seperti seukuran tusuk gigi nya.


"Biar aku saja", ucap Shenna melepas perhiasan nya dan menyembunyikan nya di dalam balutan baju nya.


"Aku baru tahu fungsi lain dari baju", seru Shein.


"Yap, aku pernah melihat trik ini dari manusia", ucap Shenna tertawa.


Tiba tiba sebuah suara yang muncul dari semak semak membuat Shenna kembali mendekat ke arah Shein dan langsung mengeluarkan pedang sihir nya untuk berjaga jaga.


"Tenanglah putri Shenna, mereka tak akan jadi seperti yang kau dengar di luar sana jika kau bersikap baik dan sopan pada mereka", ucap Shein mencoba membuang rasa takut Shenna.


"Benarkah ?", tanya Shenna penasaran sembari menyimpan kembali pedang sihir nya.


"Berhenti", ucap lirih Shein menghentikan langkah kaki nya.


"Ada apa ?, apakah ada goblin ?, mana mereka ?", ucap lirih Shenna bersemangat.


Tiba tiba, ada beberapa pasang mata yang mengintip mereka dari balik pepohonan.


Mengintip dan hanya menampakkan sebagian kecil dari wajah mereka.


"Zee ?, kau kah itu ?, apakah kau akan tetap bersembunyi di sana ?, lihat lah aku membawa putri cantik yang ingin berkenalan dengan mu", seru Shein membuat beberapa pasang goblin mulai berjalan perlahan mendekati mereka.


Saat itu juga Shenna melihat dengan takjub makhluk bernama goblin yang hanya ia kenal dalam cerita saja.


Pasal nya ia merupakan peri muda yang belum pernah menjelajah dunia luas.


Bahkan lingkup hidup nya masih sebatas istana dan hutan Maxim saja.


"Mereka pemalu", ucap Shenna tak berpaling memperhatikan goblin yang berjalan ke arah nya.


Shenna langsung memberi hormat dan senyum pada para goblin di hadapan nya.


Membuat mereka berbalik memberi hormat, para Goblin merasa di hargai menjadi seorang makhluk yang memang nyata keberadaan nya.


Meskipun memang mereka jarang nampak di hadapan ras lain, karna sebuah interaksi terkadang bisa memicu sifat ganas dan serakah yang merupakan kelemahan mereka.


"Shein ?, sahabat ku ?", seru seorang goblin bernama Zee.


"Apa kabar sobat !, seru Shein mengulurkan tangan nya untuk menjadi pijakan sang goblin supaya Zee bisa lebih mendekat ke arah Shein.


"Aku baik, lihatlah !, berkat diri mu di masa lalu, kini tempat kami penuh dengan kebahagiaan", seru Zee.


"Apa yang Troll besar ini lakukan untuk kalian ?", sahut Shenna penasaran.


"Troll besar mu ini sangat baik putri, dia berbeda dari kebanyakan Troll lain nya, ia menghargai kami dan membantu kami membangun hidup kami jauh lebih baik", ucap Zee memeluk goblin wanita yang seperti nya ialah pasangan nya.


"Benarkah ?, tentang apa itu ?", tanya Shenna lagi.


"Dia berusaha membuat kami tak gelap mata lagi dengan kelap kelip benda benda manusia, kami di ajarkan untuk hidup tanpa di perbudak orang lain", ucap Zee membuat Shenna mengerti alasan di balik perhiasan nya yang di sembunyikan.


"Kami kesini ingin berlindung untuk sementara waktu, apakah boleh ?", tanya Shein.


Shein dan Shenna di ajak memasuki wilayah ras Goblin yang sesungguh nya.


Melewati sebuah portal yang membawa mereka masuk hanya dengan mantra seorang goblin.


"Apa yang terjadi jika mereka melihat perhiasan Shein ?", bisik Shenna saat duduk kembali di bahu Shein sembari menikmati pemandangan wilayah tempat tinggal para goblin.


"Putri tak akan ingin menyaksikan nya", ucap Shein membuat Shenna lebih berhati hati dengan perhiasan yang ia sembunyikan.


Sementara di kejauhan.


Rot dan Ken mencoba beristirahat di tepi sungai.


Mereka terlihat begitu lelah karna tak berhenti berlari.


"Mustahil Shein yang lemah itu bisa berlari lebih lama melebihi kita Rot", seru Ken membasuh muka nya di aliran sungai.


"Pasti ini karna bantuan peri itu, sial !", ketus Rot memukul mukul kan gada nya ke arah sungai berulang ulang kali.


"Lalu, apa selanjut nya ?", tanya Ken.


"Kita ikuti saja permainan mereka, mereka tak akan terus berlari, kalau pun kaki Shein masih kuat, tapi perut nya pasti masih butuh makan, terlebih perut kecil peri itu", seru Rot kembali beranjak dari duduk nya dan kembali mengendus aroma tubuh Shein yang masih bisa ia rasakan untuk mempermudah pencarian terhadap Shein.


Sementara itu, Shenna masih agak khawatir dengan cerita cerita buruk tentang ras goblin yang sering ia dengar dari ayah nya.


"Shein, boleh aku bicara ?", seru Shenna saat semua goblin sudah tertidur di tempat nya masing masing.


"Apakah kamu mempercayai mereka sepenuh nya ?", tanya Shenna.


"Tentu, hanya Zee sahabat Shein", sahut Shein yakin.


"Baiklah, aku tanya satu hal lagi pada mu", seru Shenna.


"Silahkan", sahut Shein.


"Apakah benar Goblin mudah tergiur dengan sebuah penawaran ?, bagaimana jika mereka gelap mata dan menukar kita untuk kepentingan mereka?", seru Shenna membuat Shein berfikir sejenak.


"Putri tak usah khawatir !, sahabat ku sudah lama berubah", ucap Shein masih dengan penilaian nya.


Melihat kerisauan di wajah Shenna tak hilang.


Shein pun memikirkan sebuah cara agar Shenna kembali tenang.


"Begini saja, Shein akan menyelidiki nya esok, sebaik nya kita tidur", seru Shein menyelimuti Shenna kembali dan menunggu nya sampai ia benar benar tertidur.


Semoga ke khawatiran ku salah, mungkin ucapan Shein benar tentang mereka, ya dewa lindungi kami, kami sudah lelah dengan persembunyian ini, seakan semua ras berbondong bondong memburu kami, biarkan aku pulang dan mengutarakan isi hati ku ini pada ayah ku, gumam Shenna dalam hati sembari mencoba untuk tidur.


Sementara di lain tempat.


Penciuman Rot mengatakan bahwa bau tajam dari Shein sangat dekat dengan mereka.


Tapi sudah berulang ulang kali mereka memeriksa sekeliling wilayah itu, tak ada tanda tanda keberadaan Shein maupun Shenna di sana.


"Kurang aj*r !, kemana sebenar nya mereka ?", keluh Rot tak sadar kalau ada sebuah portal tersembunyi di sana.


"Sebaik nya kita gunakan ilmu berburu kita Rot", seru Ken.


"Tak usah bertele tele !", keluh Rot kesal.


"Kita bersembunyi agar mangsa kita muncul dengan sendiri nya", ucap Ken.


"Maksud mu kita harus menunggu ?", seru Rot.


"Benar, itu lah pilihan terbaik untuk sekarang", ucap Ken mengajak Rot mencari tempat bersembunyi yang tepat di sekitar wilayah itu.