
"Shenna?, kau?," seru Ratu Faya tak menyangka, peri yang telah mengetuk pintu kamar nya ialah Shenna, putri dari peri Priya.
Mendengar nama Shenna di sebut, pangeran Rot segera bangkit dan bergegas memeriksa nya sendiri.
"Salam Ratu, maaf menganggu. Karna tidak ada penjaga satu pun di depan kamar ini, jadi hamba memberanikan diri mengetuk pintu kamar Ratu. Hamba harap, hamba tak mengganggu," ucap Shenna sembari memberi hormat di hadapan Ratu nya.
Kau tak tahu betapa bersyukur nya aku dengan kedatangan mu kali ini, batin Ratu Faya sembari mengangkat dagu Shenna dan bergegas memeluk nya.
"Kau!, lancang sekali diri mu yang rendah itu masuk ke kamar sang Ratu tanpa izin!," sentak pangeran Rot mendorong Shenna untuk menjauh dari sisi ibunda nya.
"Tenanglah pangeran, apa seperti ini sikap mu pada seorang teman?, ini lingkungan peri pangeran, bukan lingkungan Troll!, bersikaplah seperti kaum peri," seru Shenna selalu bicara sesuka hati nya meskipun masih ada Ratu Faya di hadapan nya.
"Tutup mulut mu!, terserah diri ku ingin bersikap seperti apa pada bawahan ku!, aku ini seorang pangeran!, dan aku camkan sekali lagi, aku bukan teman mu!," sentak pangeran Rot naik pitan.
"Sudah!, sudah!, jangan berdebat!. Dan kau pangeran, ibunda lah yang mengundang mereka datang kesini, dan ibunda akui undangan itu di peruntukkan untuk esok hari, tapi entah kenapa mereka menemui ibu sore ini?," ucap Ratu Faya mencoba meredam amarah sang putra.
"Ibunda masih berani mengundang mereka!, padahal ibunda sangat tahu aku tak menyukai mereka sedikitpun!. Penjaga!, penjaga!, kemana semua prajurit tolol itu!," teriak pangeran Rot bahkan tak bisa di kendalikan oleh sang Ratu sendiri.
"Cukup pangeran!, jaga lisan mu!, itu ibunda mu sendiri," sentak Shenna terus berdebat dengan pangeran angkuh yang terus berkacak pinggang sembari terus menatap nya.
"Katakan sekarang juga, kenapa ibu berani memanggil mereka kemari?," seru pangeran Rot sembari mengepal kedua tinju nya.
Seakan bersiap memukul siapa saja yang sengaja mencoba memancing amarah nya.
"I- ibu memanggil mereka untuk..," ucap Ratu Faya begitu ketakutan walaupun sedang berhadapan dengan anak kandung nya sendiri.
"Untuk mengajari mu ilmu pedang," sahut Shenna seketika membuat pangeran Rot begitu merasa di rendah kan.
"Ilmu pedang kata mu!, segelintir ilmu ku saja tak akan kalian miliki," ucap pangeran Rot memandang rendah Shenna yang berada di hadapan nya.
"Oh ya?, lalu kenapa Raja Zio dan Ratu meminta kami untuk mengajari mu pangeran?," seru Shenna tak mau kalah berdebat dengan sang pangeran.
Mendengar nama sang ayah di sebut semakin membuat pangeran Rot semakin murka.
Karna selama ini, Raja Zio juga tak suka dengan Shein dan Shenna, terutama pada orang tua mereka.
"Itu benar nak, ayah mu juga sudah setuju memberitahukan semua itu langsung kepada orang tua Shenna dan Shein, karna seperti yang kita tahu, Shein dan Shenna lah ahli pedang terbaik tuk sekarang ini, jika kau hanya menguasai ilmu gada bagaimana kamu akan melawan para musuh kita nanti nya pangeran?, terlebih sudah banyak desas desus bahwa ada pergerakan liar dan brutal yang menuju ke arah kita," seru Ratu Faya terus berusaha meyakinkan sang putra.
"Omong kosong macam apa ini!, kekonyolan ayah harus segera di hentikan," seru pangeran Rot sembari bergegas keluar dari ke kediaman sang ibunda meninggalkan sang ibunda yang tak bisa berbuat apa apa akan sikap keras kepala sang pangeran.
Saat sampai di luar gerbang Ratu, langkah pangeran seketika berhenti saat melihat Shein sudah berdiri di hadapan nya dan menghadang jalan nya.
"Menyingkir dari jalan ku!," sentak pangeran Rot seketika.
"Kenapa pangeran?, apa kau masih marah dengan kejadian bertahun tahun lalu?, ayolah pangeran, kita sudah beranjak dewasa, dan kita akan jadi teman berlatih esok hari," ucap Shein dengan nada meledek.
"Tutup mulut mu!, aku akan buat ayah ku berubah pikiran tentang ide konyol nya itu, aku bukan seseorang yang mau di atur!, paham!," sentak pangeran Rot sembari mendorong Shein hingga mundur beberapa langkah dari hadapan sang pangeran.
"Sebaik nya urung kan niat mu itu pangeran," ucap Shein seakan tahu apa yang akan di hadapi sang Raja beserta peri Max saat ia benar benar berkunjung ke rumah Shenna nanti nya.
"Kau berbicara seakan kau tahu segala nya. Aku jadi curiga, apa kau memang seseorang yang ku kenal dahulu?," ucap pangeran Rot semakin yakin dengan tebakan nya itu.
"Jangan terlalu banyak berfikir pangeran, kepala mu bisa sakit nanti nya," sahut Shein seketika membuat sang pangeran bergegas meninggalkan nya.
Persetan dengan pembual itu!, aku harus mencari Raja itu secepat nya, batin pangeran Rot segera memacu kuda nya dan dengan cepat melesat jauh meninggalkan istana.
"Kau tak apa?," seru Shenna tiba tiba telah berdiri tepat di belakang Shein.
"Aku tak apa, bagaimana keadaan Ratu?," tanya Shein penasaran.
"Tenanglah Shein, kita datang tepat waktu," ucap Shenna membuat Shein seketika merasa lega.
"Ratu semakin terancam saja, kita tak bisa terus diam seperti ini," ucap Shein semakin kehilangan kesabaran nya.
"Bersabarlah, kita ikuti dulu permainan nya, jika sudah saat nya kita akan bertindak bersama sama, untuk sekarang ini, biarlah satu kebenaran terkuak dulu, kita tidak harus terlalu ikut campur dengan urusan masa kini Shein," ucap Shenna sembari mengajak Shein bertemu dengan sang Ratu yang sudah siap bertemu dengan mereka berdua.