Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 12. Binasa nya Pio.



Suatu hari, Rot, Ken, dan Pio berhasil menemukan Shein dan Shenna di sebuah gua di kedalaman hutan yang gelap, hampir belum ada orang yang menjamah tempat itu.


Mereka mencoba bersembunyi untuk mengatur strategi penangkapan terhadap Shein dan Shenna.


"Itu mereka !, apa langsung kita tangkap saja ?", ucap lirih Pio.


"Tidak !, kita bisa kehilangan mereka jika kita tak punya rencana, apa kau tak pernah berburu ?, begitu saja tak mengerti", keluh Rot membuat Pio lagi lagi merasa di hina secara terang terangan.


Dalam diam, baik Rot maupun Pio sedang berfikir cara mengalahkan satu sama lain nya, meskipun di awal, mereka sepakat untuk melakukan kerja sama.


Mereka sama sama menginginkan peri hutan beserta Shein sekaligus.


Bahkan hal itu membuat perdebatan yang berujung saling serang menyerang di antara mereka.


Kalau aku mendapatkan Troll dan peri itu sekaligus, itu akan lebih baik untuk ku, nama ku akan tenar dan aku akan kaya raya, bahkan aku bisa membuka sebuah sirkus, gumam Pio dalam hati memikirkan sebuah rencana licik.


Cih !, jika aku memberikan Shein kepada nya, aku tak akan bisa melihat ia di bantai habis oleh kaum Troll serta kaum peri hutan nanti nya, gumam Rot dalam hati.


"Apa rencana kita kali ini Rot ?", bisik Ken mengetahui sifat Rot yang tak mungkin dengan mudah memberikan buronan nya pada orang lain.


"Kau ikuti saja", timpal Rot.


"Hai Pio, biarkan Ken yang mengawasi mereka sampai mereka keluar dari gua, kita sebaik nya mencari makanan", seru Rot.


"Apa kau yakin ?", tanya Pio merasa curiga dengan ajakan Rot.


"Ayolah, Troll pun butun makan", paksa Rot berjalan lebih dulu menuju aliran sungai.


Apakah seorang Troll sangat mudah meninggalkan buruan nya hanya karna lapar ?, kurasa tidak ?, gumam Pio dalam hati meningkatkan kewaspadaan nya jikalau Rot berniat mengkhianati nya.


Saat sampai di sisi sungai.


Rot segera menangkap ikan dengan mudah nya dan menyantap nya mentah mentah.


Membuat Pio lagi lagi mual di buat nya.


"Ayolah !, ini enak sekali Pio, seru Rot mulai mendekati Pio.


"Sudahlah, aku bahkan malah mual melihat mu makan", keluh Pio.


"Oh ya", seru Rot tertawa.


Sementara Ken telah siap dengan gada nya sembari mengendap ngendap di belakang Pio .


"Hai Pio, aku ingin meminta sesuatu pada mu ", ucap Rot.


"Aku juga, bisakah kau berikan peri itu padaku ?, aku sangat membutuhkan nya", seru Pio.


"Mungkin aku lebih membutuhkan mereka, dan aku pikir pikir, aku tak bisa memberikan mereka pada mu, bahkan meskipun kau meminta salah satu saja dari mereka", seru Rot.


"Tapi bagaimana kesepakatan kerja sama kita ?, aku sudah membawa mu sejauh ini", keluh Pio menghunuskan pedang nya dan mengarahkan nya pada tubuh besar Rot, yang mungkin saja pedang itu bisa langsung patah saat mengenai tubuh kekar Rot.


"Apa beda nya dengan mu ?, kau juga memiliki rencana untuk melanggar kerja sama kita juga bukan ", seru Rot mengangkat Gada nya.


"Hentikan omong kosong ini !, sudah ku putuskan, kau harus memberikan mereka pada ku !", sentak Pio membuat Rot geram dan mencoba memberi aba aba penyerangan pada Ken.


Saat Ken berusaha memukul Pio dari belakang.


Pio berhasil menghindar dan mengetahui pergerakan Ken di belakang nya lebih awal.


"Meleset !", seru Pio tertawa.


"Ayo kita hajar makhluk kecil ini !", seru Rot bersama Ken mengeroyok Pio yang saat itu masih bisa mengelak dari serangan nya.


"Menyerah lah !", seru Ken terus menyerang Pio dengan brutal nya.


"Aku memang kecil, tapi aku lebih gesit di banding kalian !", seru Pio merasa percaya diri.


Tiba tiba, pandangan Rot tertuju pada sebuah Rawa kecil yang tak jauh dari tempat mereka berada.


Mereka pun kemudian tersenyum bersama.


Membuat Pio lebih waspada lagi terhadap mereka.


"Kenapa kalian tertawa ?", seru Pio.


"Entahlah !, kami hanya senang tertawa di depan mangsa kami sebelum ia benar benar dilenyapkan", Seru Rot membuat Pio menelan ludah.


"Aku tidak akan kalah dengan kalian !, beruntung jika aku bisa membawa 3 Troll pulang sekaligus", seru Pio membuat Rot kehilangan tawa nya.


"Lancang sekali manusia ini !, apa ia tak melihat ketakutan nya saat aku angkat dia ke udara ?, mau berlagak menangkap kita", seru Rot murka.


Rot dan Ken terus menyerang Pio hingga Pio tak sadar bahwa diri nya sedang di giring ke genangan air rawa penuh lumpur.


Aku harap ada pasir hisap di rawa itu, gumam Rot dalam hati.


"Ayolah Pio !, mana kekuatan yang kau sombongkan itu !, kenapa kau hanya bisa mengelak dari serangan kami, hah !, rasakan gada kami !", seru Ken semakin brutal menyerang Pio yang terlihat sudah kewalahan.


Jika aku menyerang mereka, bisa patah pedang ku, ini senjata satu satu nya yang bisa ku pakai sekarang, gumam Pio merasa tak ada jalan keluar lagi bagi nya.


Tiba tiba, Byurr...


Tubuh Pio tercebur ke dalam air rawa.


Suara air nya terdengar sampai ke telinga Shein.


Sontak Shein segera bangkit dari duduk nya dan menarik Shenna keluar dari dalam Gua.


"Ada apa ini Shein ?, kenapa kau tergesa gesa begitu ?", seru Shenna merasa heran dengan tingkah Shein.


"Ada yang datang !, kita harus berlari, naik lah ke bahu ku dan aku akan berlari dengan cepat, hanya itu satu satu nya cara untuk kita bisa lolos", pinta Shein segera di turuti oleh Shenna.


Kini Shenna sudah percaya sepenuh nya kepada Troll dihadapan nya.


Sementara di sisi rawa, Rot dan Ken masih menunggu musuh mereka tenggelam.


"Mungkin rawa biasa Rot, tak ada pasir hisap", seru Ken.


"Tunggu lah sebentar !", seru Rot terus mengamati tubuh Pio yang berusaha keras naik ke permukaan.


Tak berselang lama.


Senyum Rot dan Ken merekah.


"Kau lihat itu !, mampus !", seru Rot saat melihat lumpur hisap mulai menelan tubuh Pio hingga tak tersisa.


"Sayang sekali !", ucap Ken melempar dedaunan dan rumput untuk membuat tubuh Pio semakin padat tertelan di dasar Rawa.


"Ayo kita pergi !, mungkin Shein sudah mendengar suara gaduh yang kita ciptakan, kita tak boleh kehilangan dia lagi", seru Rot bergegas menuju gua.


Rot semakin murka saat mengetahui bahwa perkiraan nya tak meleset.


"Sial !", ketus Rot saat melihat gua persembunyian Shein dan Shenna telah kosong.


"Tunggu apa lagi Rot !", seru Ken bergegas mengejar Shein yang mungkin belum terlalu jauh dari tempat mereka berada.


Di kejauhan, Shein terus berlari sekuat tenaga untuk lolos dari kejaran Rot dan Ken.


Melihat Shein yang berusaha keras berlari tanpa henti.


Shenna mencoba menyihir kaki Shein supaya lebih kuat berkali kali lipat dari biasa nya.


Merasa kaki nya tak terasa lelah berlari meskipun sudah berjam jam lama nya ia berlari, membuat Shein tersenyum sembari memandang ke arah Shenna.


"Terima kasih", seru Shein terus berlari tanpa henti.