Shein & Shenna

Shein & Shenna
Bab 7. Mengenal satu sama lain.



Karna sikap Shein yang terus bersikap baik di depan Shenna, Shenna mulai merasa bersalah pada Troll di hadapan nya.


Shenna merasa ia sudah menghakimi Troll dihadapan nya hanya berdasarkan penglihatan nya saja.


Padahal terkadang, apa yang kita lihat tak sama dengan apa yang sebenar nya terjadi.


Terlebih, saat penculikan itu terjadi.


Shenna dalam keadaan tak sadarkan diri.


Bagaimana ia bisa menyalakan Shein hanya karna ia berada di hadapan nya saat ia membuka mata ?.


Memang ia yang ku lihat saat aku terbangun waktu itu, tapi bukan berarti dia yang membawa ku keluar dari istana, gumam Shenna dalam hati.


Shenna kemudian mencoba mengobati luka yang ia gores kan di tangan Shein dengan ilmu sihir dan obat racikan nya.


"Bolehkah ?", seru Shenna menunjukkan obat racikan nya dan meminta persetujuan Shein sebelum ia mengobati luka Shein.


Shein pun hanya mengangguk dan mendekatkan tangan nya ke arah Shenna.


Saat luka Shein di obati, tak ada ekspresi kesakitan atau meronta dari nya.


"Kuat sekali kamu !, dengan luka yang menganga seperti ini kamu tak bergeming atau kesakitan saat aku mengobati nya", gumam Shenna merasa heran.


"Kami kaum yang kuat", ucap Shein.


"Baiklah Troll yang kuat, maafkan aku jika telah melukai mu dan menuduh mu yang bukan bukan, sekarang bolehkan aku tahu nama mu ?", tanya Shenna sembari mengeringkan ramuan nya di luka Shein dengan ilmu sihir nya.


Shein terdiam cukup lama, lalu ia melihat ke arah luka nya yang berangsur angsur mulai mengering.


"Tak apa jika kau masih marah pada ku, nama ku Shenna, putri dari Raja peri Fozt", ucap Shenna sembari membalut luka Shein.


Saat Shenna ingin beranjak dari sana.


Tangan mungil nya di pegang oleh tangan Shein yang besar dan kekar.


"Nama ku Shein", seru Shein seketika melepaskan pegangan tangan nya dari tangan Shenna dan berjalan memasuki gua.


Saat itulah mereka mengetahui nama satu sama lain.


Dengan tersenyum Shenna menatap Shein yang berjalan memasuki gua.


"Apakah Troll memang sedikit bicara dan bisa juga menjadi pemalu ?", ucap Shenna berjalan mencari buah buahan untuk mereka makan.


Biasa nya Shein lah yang mencari makanan untuk mereka, bahkan bukan hanya makanan, semua nya mulai dari tempat berteduh, tempat bersembunyi, mencari kayu untuk api unggun itu semua di lakukan sendiri oleh Shein.


"Shein sudah merawat ku dengan baik selama bersama nya, jadi aku harus membalas kebaikan nya", ucap Shenna menyihir beberapa pohon agar tumbuh dan berbuah lebih cepat.


Membuat Shenna dengan mudah mendapatkan makanan dengan kondisi segar dengan waktu cepat.


Shein yang sedang membuat api unggun di dalam gua.


Amat terkejut karna Shenna telah kembali dengan membawa banyak buah dan makanan untuk mereka makan malam itu.


"Shein bisa mencarikan nya untuk Shenna", ucap Shein.


"Lebih baik kita berbagi tugas mulai dari sekarang, terlebih luka mu masih dalam masa penyembuhan", ucap Shenna menyodorkan setumpuk buah pada Shein.


Mereka pun menyantap makan malam mereka di depan hangat nya api unggun.


Sesekali Shenna melirik pandang ke arah Shein.


Ada banyak pertanyaan yang masih mengganjal di hati nya.


"Shein, boleh aku bertanya pada mu ?", seru Shenna.


Shein lagi lagi hanya mengangguk menimpali pertanyaan Shenna.


"Apakah ras Troll benar benar brutal dan suka menculik dan menyiksa manusia ?", tanya nya meluruskan segala nya.


"Tapi Shein tak suka itu !", seru Shein membuat Shenna tercengang.


Baiklah, satu keraguan ku dan pertanyaan ku sudah terjawab, gumam Shenna dalam hati.


"Lalu, siapa yang menculik ku waktu itu Shein ?", tanya Shenna lagi.


Sejenak, Shein hanya terdiam.


Jika ia mengaku ada kemungkinan keselamatan ras nya akan terancam.


"Shein ?", tegur Shenna penasaran dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Shein.


Lalu tiba tiba Shein menggeleng.


Apakah dia benar benar tidak tahu ?, gumam Shenna dalam hati lalu berniat mengorek informasi lebih banyak lagi.


"Aku ingin tahu Shein, kenapa saat aku tersadar, yang ku lihat pertama kali adalah kamu ?", tanya Shenna lagi.


"Shein hanya menolong, mengembalikan mu ke ayah mu", ucap Shein kembali memakan buah yang ada di tangan nya.


Ia selalu mengaku menolong ku, lalu siapa sebenar nya yang ingin melukai ku ?, gumam Shenna dalam hati.


"Tapi kenapa kamu bawa aku kembali pergi saat itu ?", tanya Shenna lagi dan lagi.


"Shenna masih dalam bahaya, Shenna harus bersembunyi untuk sementara waktu, demi keseimbangan ras peri dan ras Troll", ucap Shein membuat Shenna sempat bingung.


Baiklah, mungkin ada alasan yang tepat kenapa ia masih belum mengungkapkan semua nya, gumam Shenna dalam hati.


Lalu terbesit rasa ingin tahuan nya lagi, tapi itu tentang Troll Shein yang ada di hadapan nya.


"Shein, apa lagi yang kau makan selain buah dan biji bijian ?", tanya Shenna karna sejak ia bersama dengan Shein, Shenna tak pernah melihat pergantian makanan yang di makan Shein.


"Tidak ada", ucap Shein singkat.


Tidak ada ?, gumam Shenna dalam hati merasa semakin di buat penasaran.


"Cerita yang ku tahu, ras Troll sangat suka makan daging dan waktu terbanyak nya mereka habiskan untuk berburu, apakah itu salah ?", tanya Shenna membuat Shein menunduk lesu seakan mengingat sesuatu yang membuat nya merasa lemah.


"Itu benar, tapi Shein tak suka makan daging dan tak suka berburu", seru Shein membuat Shenna heran.


"Kenapa ?", tanya Shenna.


"Seorang peri hutan tidak boleh berburu, kenapa ?", ucap Shein malah balik bertanya.


"Tentu saja !, tugas kami melindungi dan menjaga hutan tetap hijau dan lestari, hewan pun kita lindungi, mereka juga makhluk hidup dan seorang teman, bagaimana ras peri bisa tega memburu nya ?, terlebih memakan daging mereka", seru Shenna membuat Shein tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum ?", seru Shenna merasa di tertawakan dengan jawaban nya.


"Seperti jawaban mu terhadap pertanyaan ku, hewan juga makhluk hidup, bagaimana kita tega memburu nya apa lagi memakan daging nya", ucap Shein membuat Shenna merubah pandangan dan penilaian nya pada Troll dihadapan nya.


Begitukah ?, mungkin aku harus belajar menyaring cerita, bahwa meskipun mereka satu ras bukan berarti cerita masing masing dari mereka itu sama, memang terkadang cerita menggambarkan mayoritas dari suatu ras, tapi kita melupakan minoritas dari mereka, gumam Shenna dalam hati merasa takjub untuk pertama kali nya pada seorang lelaki.


"Bisakah kita menjadi teman ?", seru Shenna menyodorkan jari kelingking nya.


Shein terbelalak seketika mendengar ucapan Shenna dan langsung memalingkan muka nya.


"Shein tak pantas, kaum Shein saja tak mau menjadi teman Shein", keluh nya.


"Tapi aku mau !, kamu Troll yang berbeda, dan aku sangat menghargai pendirian mu itu", ucap Shenna membuat Shein menatap binar peri hutan di hadapan nya.


Lambat laun, Shein mulai mengulurkan jari kelingking nya mendekat ke arah Shenna.


"Terima kasih", ucap Shein saat jari kelingking mereka menyatu.


Untuk pertama kali nya dalam hidup, Shein merasa di lihat dan di anggap ada oleh seseorang.