
Crasss!!
Dengan sekali serangan, ibu Shenna bahkan bisa melukai tubuh peri Max yang kini di tempati jiwa Troll Rot.
Tepat di lengan nya kini, terlihat kucuran darah segar mengalir dari luka yang berhasil di buat ibu Shenna beberapa saat lalu.
Karna luka itu, kini pergerakan Troll Rot sedikit terhambat.
Sial!, kenapa luka sekecil ini bisa mempengaruhi gerakan ku!, padahal luka yang lebih besar dari ini pun tak mempengaruhi ku saat aku berwujud sebagai Troll, keluh Troll Rot merasa begitu lemah saat diri nya berada dalam wujud seorang peri.
"Menyerah lah sebelum aku melukai bagian tubuh mu yang lain!," sentak ibu Shenna begitu marah saat itu.
"Apa kau bilang?, sebaik nya kau lah yang enyah dari hadapan ku!," seru Troll Rot hingga menggema di seluruh hutan Maxim.
"Jaga ucapan mu di depan istri ku!," sentak bapa Shein sembari menghempaskan sebuah gada tepat ke arah Troll Rot hingga tepat mengenai kaki nya.
"Arrrrgh!, kaki ku!, apa yang kau lakukan pada kaki ku!," teriak Troll Rot sembari merintih kesakitan.
"Sadarlah Rot, tubuh itu tidak bisa kau sama kan dengan raga mu yang dulu. Raga itu lambat laun akan kami hancurkan jika kau tak menyerah," seru bapa Shein seakan memegang hidup dan mati Troll Rot saat itu.
"Tidak!, kau pasti hanya menakuti ku. Tubuh kecil ini pasti nya memiliki kegunaan yang lebih dari ini," sahut Troll Rot mencoba berdiri hanya dengan satu kaki nya yang lain.
"Coba kau ucapkan lagi saat aku lah yang terlebih dulu bisa melukai satu kaki mu yang lain," seru ibu Shenna seketika langsung menyerang kaki raga peri Max hingga membuat kedua kaki nya kini lemas tak berfungsi.
"Pasti kini kau sedang mengutuk raga Max bukan?. Apa kau kecewa dengan raga pilihan mu sekarang?," ucap ibu Shenna mencoba merebut gada dari tangan peri Max.
"Hentikan bualan mu sekarang juga!, ini semua terjadi karna mu Max!, semua jadi kacau balau karna mu," keluh ibu Shenna sembari mencoba mengikat tubuh peri Max agar tak mencoba kabur saat itu.
Namun upaya Troll Rot untuk menyerang balik musuh musuh nya juga tidak berhenti sampai di situ.
Hingga membuat pertarungan antara ketiga nya kembali terjadi walaupun kini Troll Rot semakin kehilangan fungsi tubuh nya.
"Jangan ganggu aku kali ini!, kalian tak berhak melakukan ini semua pada ku," seru Troll Rot mengamuk sembari mencoba melepaskan diri dari kekangan ibu Shenna saat itu.
"Diam lah!, atau aku akan percepat kepergian mu dari dunia ini Troll!," sentak ibu Shenna mencoba kembali menarik paksa jiwa Troll Rot hari itu yang kini menjadi incaran utama ibu Shenna.
Bersamaan dengan suara erangan Troll Rot yang terus memberontak tak mau keluar dari raga peri Max.
Nampak peri Hill dan peri Gee kini telah sampai di sana setelah benar benar menyelesaikan salah satu masalah mereka di area pohon suci.
"Kalian harus membayar untuk semua ini!," sentak Troll Rot tepat saat raga nya kembali berhasil dikeluarkan dari raga inang nya.
"Sebelum itu, kau lah yang harus membayar atas semua ini Rot!," ucap bapa Shein sembari mencoba menangkap wujud abstrak dari jiwa Troll Rot yang masih terus mencoba mencari inang nya yang baru dengan terus berterbangan di sekitar mereka.
Dia memang tak pernah berubah, dia bak musuh ku yang tak kenal lelah bahkan sampai detik ini, batin bapa Shein mencoba melakukan segala cara untuk mengurung jiwa Troll Rot saat itu.